Minggu, 22 April 2018
  • Home
  • BISNIS
  • Toko Ritel Berguguran, 4 Juta Orang Terancam Kehilangan Pekerjaan
Jumat, 27 Oktober 2017 15:04:00

Toko Ritel Berguguran, 4 Juta Orang Terancam Kehilangan Pekerjaan

Oleh: Redaksi
Jumat, 27 Oktober 2017 15:04:00
BAGIKAN:
Ilustrasi Toko Ritel.(Foto/Int)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Sejumlah toko ritel modern menutup gerainya tahun ini. Sebut saja 7-Eleven, Matahari di Pasaraya Blok M dan Manggarai, serta yang terkini adalah Lotus Department Store.

Selain itu, akhir tahun ini, gerai Debenhams di Senayan City bakal tutup. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey, mengatakan sektor ritel modern sendiri berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja langsung untuk sekitar 4 juta orang.

Nah, jika toko ritel pada berguguran, bisa dibayangkan bagaimana dampaknya bagi para pekerja di sektor ini.

"Kontribusi ritel itu kan 4 juta orang yang bekerja di dalamnya. Artinya kalau sampai banyak yang tutup, akan banyak orang kehilangan pekerjaan," kata Roy kepada detikFinance, Jumat (27/10/2017).

Selain itu, jika banyak toko modern yang tutup, implikasinya bisa membuat perputaran uang di pusat perbelanjaan ikut meredup. "Otomatis banyak yang tutup, enggak bisa lanjutin sewa," tuturnya.

Roy menjelaskan, ritel yang mengalami kelesuan sendiri kebanyakan di segmen fashion. Itu pun tak semuanya mengalami penurunan penjualan. Selain itu, penutupan beberapa gerai ritel juga dilakukan karena strategi memperkuat bisnis.

"Jadi bukan karena online, kalau dikatakan karena pergeseran perilaku konsumen iya. Orang mengurangi belanja. Hanya beberapa saja kan yang ritel tutup. Buka-tutup toko sudah biasa, sudah diperhitungkan. Kaitannya ini terkait pengaturan atau redefinisi ulang toko, diformat ulang penjualan ritelnya," ujar Roy.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira Adhinegara, menjelaskan sektor ritel sendiri sebenarnya sudah mengalami kelesuan sejak 2014. Hal itu bisa dilihat seberapa ramai ritel-ritel modern di sejumlah pusat belanja.

"Ritel sebenarnya sudah lama bergejolak. Sejak 2014 itu kita lihat penjualan puncak itu pas Lebaran bisa sampai naik 38%, tapi Lebaran lalu sekitar 5% saja naiknya. Karena apa? Ada kontraksi daya beli, khususnya di perkotaan. 40% masyarakat berpendapatan menengah bawah pendapatannya turun. Sementara 20% masyarakat berpendapatan tinggi, menahan belanja karena ada pergeseran konsumsi, dan takut kebijakan pajak," tandas Bhima. (idr/hns/Detik.com)

Editor: Chaviz

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Jika Langgar Aturan, Wabup Tak Segan Copot Jabatan Pegawai

    2 tahun lalu

    MERANTI (PR) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru t

  • Maling Gasak Laptop dan Uang Mahasiswi

    2 tahun lalu

    Kawanan maling satroni 2 buah laptop dan uang tunai milik Mahasiswi di Jalan Karya I, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru-Riau, Dalam kejadian itu korban kehilangan dua laptop senilai Rp7 juta.

  • Cerita Pilu PNS Dumai Punya Suami Pecandu Narkotika

    2 tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) – Nv (35) berkulit putih rambut ikal sebahu dan berparas menawan, merupakan seorang oknum PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintahan Kota Dumai, belum sempat miliki ketu

  • Diduga Kades Sebauk Terima Fee Sebesar Rp10 juta

    2 tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.com) - Kepala Desa Sebauk Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Meftahuddin diduga menerima Rp 10 juta dari perusahaan pelaksana pembangunan tower internet di Kantor desa Sebauk.Dugaan gratifikasi tersebut untuk memuluskan pekerjaan

  • Pegawai Honor Tuntut Janji Walikota

    2 tahun lalu

    Memang nasib orang kecil, selalu di bohongi dengan janji. setelah duduk semua janji diingkari . sang Dewa yang peduli dan beri solusi kini ingkar ...." .

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Poros Riau. All Rights Reserved.