Senin, 25 September 2017
  • Home
  • DUNIA
  • Abu Sayyaf Bantai 9 Warga Sipil Di Pulau Basilian
Selasa, 22 Agustus 2017 12:06:00

Abu Sayyaf Bantai 9 Warga Sipil Di Pulau Basilian

Oleh: Redaksi
Selasa, 22 Agustus 2017 12:06:00
BAGIKAN:
CNN
Militan Abu Sayyaf dilaporkan menewaskan 9 warga sipil dan melukai 10 lainnya saat mereka menyerang kota Maluso di Filipina, Senin (21/8).

POROSRIAU.COM --Militan Abu Sayyaf dilaporkan menewaskan sembilan warga sipil dan melukai 10 lainnya saat mereka menyerang sebuah kota di Filipina, pada Senin (21/8) dini hari.

Polisi Filipina melaporkan sebanyak 60 orang militan Abu Sayyaf itu membakar rumah warga kemudian melepaskan rentetan tembakan di Pulau Basilian, selatan Mindanao.

“Ini merupakan aksi terorisme dan pengecut. Ketika pasukan kami membalas tembakan mereka dalam bentrokan selama 45 menit, mereka merasa terdesak dan kemudian kabur,” kata kepala polisi lokal John Cundo kepada AFP.

“Namun yang kami sesalkan, wanita dan anak-anak ikut menjadi korban dalam serangan ini, karena saat serangan terjadi pada dini hari, mereka sedang tidur,” tambah Cundo.

Para militan itu membakar empat rumah dan sebuah pusat penitipan anak di Kota Maluso.

“Saat ini polisi dan militer tengah memburu mereka,” sebut Cundo.

Saat ini, sebut Cundo, warga sipil telah dievakuasi dari rumah mereka dan otoritas setempat telah mengirimkan lebih banyak pasukan guna mengamanankan wilayah.

Di sisi lain, insiden itu terjadi setelah militer Filipina menyelamatkan sandera Abu Sayyaf asal Vietnam yang telah diculik selama sembilan bulan di Basilan.

Abu Sayyaf merupakan jaringan militan yang terbentuk pada tahun 1990an dengan dana dari jaringan teroris Al-Qaidah pimpinan Osama bin Laden.

Hingga saat ini kelompok militan tersebut kerap melakukan penculikan warga asing dengan tebusan.

Salah satu faksi Abu Sayyaf di Basilan bahkan sudah berbaiat pada ISIS.

Belum jelas faksi mana yang terlibat dalam penyerangan di Maluso, kendati beberapa anggotanya juga menduduki Marawi, yang kini masih terus bentrok dengan pasukan keamanan Filipina.

Konflik Marawi di sisi lain telah menewaskan 700 orang dan membuat 400 ribu warga kehilangan tempat tinggal.

Konflik di Marawi telah berlangsung selama empat bulan dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte menetapkan darurat militer hingga akhir tahun 2017 di selatan Mindanao guna memberangus militan di wilayah tersebut.(*/CNN)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Tolong Jalan Kami Masih Hancur, Kapan Mau Diperbaiki

    tahun lalu

    Ruas jalan menuju Desa Kelemantan Barat, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis hingga saat ini kondisinya hancur lebur dan banyak lubang

  • Pulau Rupat Dikapling-Kapling Pengusaha

    tahun lalu

    Ah Kam, pria asli Rupat yang berdomisili di kota Dumai diduga kuat memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan karet mencapai 1.000 hektar berlokasi di Dusun I RT 03/RW 01 desa Dungun Baru

  • Naker lokal Antara Angan-angan dan Kenyataan

    tahun lalu

    Jika kita mengilas balik program kampanye pasangan Zulkifli As dan Eko Suharjo saat Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada)  Desember 2015 silam, membuat kita masyarakat menaruh harapan besar de

  • Wabup Beserta Rombongan Kunjungi Rumah Duka

    tahun lalu

    Meranti (POROSRIAU.com) - Peristiwa meninggalnya 3 masyarakat Meranti dalam tragedi Furama berdarah yang terjadi Kamis dini hari lalu dan unjuk rasa di Mapolres Meranti menimbulkan keprihatinan dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Wakil Bupati H. Said Ha

  • 3 Tahanan Jaksa Dumai Kabur Lewat Plafon Saat Hendak Sidang

    tahun lalu

    DUMAI (POROSRIAU.com) - Tiga orang tahanan perkara narkoba Kejaksaan Negeri Dumai kabur dari ruang tahanan di Pengadilan Negeri Dumai, Senin (29/8/16) sekitar pukul 12.45 WIB, saat hendak sidang.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.