Senin, 19 Februari 2018
    Selasa, 17 Oktober 2017 20:08:00

    Duhh!! Mantan PM Malaysia Sebut Suku Bugis Pencuri, Penyabung Dan Perompak

    Oleh: Redaksi
    Selasa, 17 Oktober 2017 20:08:00
    BAGIKAN:
    Mantan menteri Malaysia sebut orang bugis perampok.(Foto/Pojoksatu)

    MAKASAR(POROSRIAU.COM)--Sebuah pernyataan politik mantan PM Malaysia Dr Mahathir Mohamad yang mendiskreditkan dan menyebut suku Bugis Makassar, datang ke Malaysia merampok viral di video dan media sosial.

    Pernyataan politik Dr Mahathir Mohamad itu terekam dalam sebuah video youtube berdurasi 2.48 menit melalui akun youtube mynewshub.cc (salah satu website berita berkedudukan di Kuala Lumpur Malaysia).

    Mahathir berbicara di atas podium mengenakan baju merah bertuliskan “Sayangilah Malaysia”. Penguasa Malaysia 22 tahun itu berorasi di depan lapangan terbuka sebuah acara politik, Sabtu malam 14 Oktober di Lapangan Harapan di Petaling Jaya, Kuala Lumpur Malaysia.

    “Negara kita hari ini dipimpin oleh perdana menteri pencuri, penyabung, perompak. Inilah negara kita. Mungkin karena dia berasal keturunan suku Bugis di Sulawesi, Indonesia. Dia datang ke Malaysia seperti perompak kembali lah ke bugis, karena kamu adala bencana, ” kata Mahathir dalam orasinya. seperti dilansir Pojoksatu.id.

    Mahathir malahan turut mencaci isteri Perdana Menteri, Datin Seri Rosmah Mansor hidup berleha-leha dan mewah.

    Ia juga menyoroti Najib melakukan pengumpulan ilegal kepada rakyat Malaysia.

    Acara bertajuk “Sayangilah Malaysia” itu diikuti tak kurang dari 4.000 massa. Awalnya diprediksi hingga 15.000 orang namun lapangan terlihat kosong.

    Pernyataan terbaru dari Mahathihr ini sudah dikecam tokoh-tokoh politik setempat. Sultan Johor dalam sebuah upacara pernah mengeluarkan penyataan bahwa Mahathir kini telah berubah menjadi “orang tua yang gila”. Mahathir penguasa terlama yang memberangus Datuk Seri Anwar Ibrahim dalam berbagai kasus. Tak salah Mahathir pun disebutnya sebagai Diktator Mahakuasa, seperti Maha Firaun!

    Pemimpin PKR ini mengkritik Mahathir dari teras Masjid Nasional di ibukota pada tahun 1998 karena dipecat oleh kekejaman, Anwar ditahan oleh polisi dan didakwa atas kasus sodomi yang dicurigai.***

    Editor: Chaviz

    Iklan Lowongan
    copy code snippet
    Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
      Berita Terkait
  • Pengurus PKDP Kepulauan Meranti Masa Bakti 2016 - 2021 di Kukuhkan

    satu bulan lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, bersama Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Walikota Pariaman Drs. H. Mukhlis Rahman MM menghadiri pengukuhan peng

  • Bupati Meranti Buka Lokakarya dan Sosialisasi PATEN Se-Kecamatan Tebing Tinggi, Ajak RT dan RW Berperan Aktif Dalam Menggesa Pembangunan Daerah

    2 minggu lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si membuka acara Loka Karya dan Sosialisasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) untuk RT dan RW Se-Kecamatan Te

  • Syamsuar: Sakai Bagian Tak Terpisahkan dari Masyarakat Siak

    11 bulan lalu

    Bupati Siak H Syamsuar membantah kabar yang menyebutkan Pemkab Siak selama ini tidak menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Sakai. Sebagai bagian dari masyarakat Siak, Pemkab Siak selama ini terus memberikan perhatian dan memfasilitasi berbagai kepentin

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    12 bulan lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • Ini Ucapan Ikrar Pelangi, Di Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke 504

    2 tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.com) – Sebanyak dua belas suku dan etnis di Negeri Junjungan pada pawai budaya Hari Jadi ke-504 Bengkalis, Sabtu (30/7/2016) kemaren, berikrar bersatu padu, memikirkan, me

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Poros Riau. All Rights Reserved.