Kamis, 21 September 2017
  • Home
  • DUNIA
  • Halimah Yacob Memilih Tinggal Di Rusun
Kamis, 14 September 2017 08:49:00

Halimah Yacob Memilih Tinggal Di Rusun

Oleh: Redaksi
Kamis, 14 September 2017 08:49:00
BAGIKAN:
int
Halimah Yacob

POROSRIAU.COM--Halimah Yacob merupakan pemimpin Singapura pertama dari etnis Melayu dalam 47 tahun terakhir. Presiden wanita pertama di Singapura ini memiliki perjalanan hidup yang panjang hingga karir politik mengantarnya menjadi presiden. Halimah kecil dulunya merupakan penjual nasi padang.

Perjuangan Halimah kecil diawali ketika sang ayah meninggal dunia saat Halimah berusia 8 tahun. Halimah tinggal bersama ibu dan 4 saudara laki-lakinya di satu petak kamar di apartemen di Jalan Hindu, Singapura.

Halimah kala itu bersekolah di Singapore Chinese Girls 'School dan Tanjong Katong Girls.' Sebelum berangkat sekolah, ia harus bangun lebih pagi sebelum matahari terbit dan membantu ibunda berjualan nasi padang di sebuah gerobak dorong di Shenton Way.

Terkadang Halimah harus mengerjakan tugas di sela mengelap meja dan mencuci piring. Tak jarang Halimah juga harus menunggak biaya sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Semangat Halimah untuk meneruskan pendidikan tak kendur. Selepas SMA, dia mendaftarkan diri ke Fakultas Hukum Universitas Singapura. Lagi-lagi dia tak tahu dari mana biaya kuliahnya nanti. Namun kecerdasannya membuat Halimah mendapatkan beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore sebesar 1.000 dolar Singapura.

Sang kakak yang saat itu juga sudah bekerja juga membantu 50 dolar Singapura per bulan. Halimah menyelesaikan kuliah pada 1978 dan kemudian bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai divisi hukum. Dia aktif memperjuangkan hak-hak pekerja.

Pada 1999 - 2001, Halimah tercatat sebagai orang Singapura pertama yang duduk di lembaga buruh internasional (International Labour Organisation/ILO). Tahun 2001 dia terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai anggota parlemen Singapura dari Partai Aksi Rakyat (People's Action Party/PAP).

Di tahun 2013 Halimah menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua Parlemen (Group Representation Constituency) Singapura. Kemudian Minggu, 6 Agustus 2017 lalu dia mengumumkan maju di pemilihan Presiden Singapura.

Halimah Yacob tidak perlu menjalani proses pemungutan suara secara nasional untuk bisa menjabat Presiden Singapura yang baru, setelah kandidat lainnya gugur. Setelah terpilih sebagai Presiden, Halimah memutuskan untuk tetap tinggal di rumah susun (rusun) alias apartemen miliknya di sekitar daerah Yishun, daerah perumahan di bagian utara Singapura.

"Saya tetap tinggal di Yishun. Tempatnya sudah enak, nyaman, dan saya sudah tinggal di sana selama bertahun-tahun," katanya seperti dikutip dari Straits Times, Rabu (13/9/2017).

Apartemen yang sudah ditinggalinya selama 30 tahun lebih itu memang sangat lapang. Terdiri dari dua lantai dan masing-masing punya empat dan lima kamar tidur.

"Ukurannya seluas griya tawang (penthouse)," kata Abdullah Alhabshee, suami Halimah.

Halimah menyerahkan masalah keamanan saat dirinya tinggal di apartemen kepada Kementerian Pertahanan. "Saya serahkan ke Kementerian Pertahanan. Saya rasa mereka tahu bagaimana caranya mengamankan lokasi," katanya.

Menurutnya, hidup di apartemen lamanya itu memberikan keuntungan tersendiri, terutama dari segi kesehatan. Selama ini Halimah selalu menggunakan tangga untuk keluar masuk apartemennya di lantai 6 itu.

"Kondisi kesehatan saya sangat bagus. Setiap pagi saya olahraga minimal 45 menit," ujarnya.(viz/detik)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Hari Ini, Si Penjual Nasi Padang Dilantik Jadi Presiden Singapura

    satu minggu lalu

    Saat usia 8 tahun Halimah harus bangun sebelum matahari terbit. Sebelum berangkat sekolah, dia membantu ibunya berjualan nasi padang di sebuah gerobak dorong di Shenton Way.

  • Pelayanan di Puskesmas Siak Dinilai Kerap Kecewakan Pasien, Zulfi Mursal: Harus Cepat Dievaluasi, Bila Perlu Ganti Kadisnya

    10 bulan lalu

    Terkait adanya keluhan dan laporan masyarakat soal pelayanan kesehatan yang diberikan oleh segelintir oknum di Puskesmas Siak, sejumlah pihak angkat bicara dan menyampaikan rasa keprihatinannya.

  • Warga Simpang Tiga, Siap Menangkan Paslon Nomor 5

    9 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Dalam kampanye pasangan nomor urut 5 yakni Pasangan Bibra-Said di RW 18 RT 5 Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya warga menyatakan siap menangkan pasangan nomor urut 5.

  • Munculnya DPT Ganda, Pengamat Tuding Akibat Kelalaian KPU

    7 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Pengamat politik Pemerintahan Universitas Riau, Zaini Ali menyayangkan sikap Komisi Pekilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru selaku penyelenggara dianggap tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya Pilkadavyang berlangsun

  • Tergoda Kemolekan Tubuh Anak Tiri Berujung Dicerai Sang Istri

    2 bulan lalu

    Sepuluh tahun menikah dengan Sephia, Donjuan mengaku bahagia luar dalam.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.