Senin, 25 September 2017
  • Home
  • DUNIA
  • Myanmar Blokir Bantuan Kemanusiaan Dari PBB
Selasa, 05 September 2017 06:43:00

Myanmar Blokir Bantuan Kemanusiaan Dari PBB

Oleh: Redaksi
Selasa, 05 September 2017 06:43:00
BAGIKAN:
mayoritas muslim Rohingya mengalami kekerasan dari militer (foto/int)

POROSRIAU.COM--Hasil penelusuran koran Inggris, The Guardian, menyebut pemerintah Myanmar memblokir semua bantuan kemanusiaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk warga sipil di Negara Bagian Rakhine, tempat mayoritas muslim Rohingya mengalami kekerasan dari militer.

Kantor Koordinator PBB di Myanmar mengatakan kepada Guardian, situasi keamanan dan larangan dari pemerintah membuat operasi pengiriman bantuan kemanusiaan terkendala sebab tidak diberi izin.

"PBB berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk memastikan operasi bantuan kemanusiaan bisa berjalan segera," kata pejabat PBB, seperti dilansir the Guardian, Senin (4/9).

Para pekerja kemanusiaan dari badan PBB untuk urusan pengungsi UNHCR dan badan PBB untuk urusan anak UNICEF sudah sepekan lebih tidak bisa melakukan pekerjaan lapangan karena larangan dari pemerintah ini.

Badan PBB untuk bantuan pangan WFP juga menyatakan mereka menunda pengiriman bantuan kemanusiaan ke Rakhine yang dihuni sekitar 250 ribu jiwa.

Sebanyak 16 lembaga swadaya masyarakat dan organisasi bantuan kemanusiaan, termasuk Oxfam dan Save the Children juga mengeluhkan larangan pemerintah ini.

"Organisasi kemanusiaan sangat khawatir dengan nasib ribuan warga akibat kekerasan yang terjadi di sebelah utara Rakhine," ujar Pierre Peron, juru bicara dari kantor PBB urusan kemanusiaan di Myanmar. [mdk]

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • KontraS Desak Pelaku Kasus 'Meranti Berdarah' Dihukum Maksimal

    9 bulan lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menjerat para pelaku Meranti Berdarah dengan ancaman pidana maksimal.

  • Didatangi Anggota Dewan, Warga Koto Ringin Siak Ngadu Soal Sarana Jembatan

    3 bulan lalu

    Dalam kunjungannya tersebut, Angggota Komisi II DPRD Siak dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyempatkan diri mengikuti Shalat Isya' dan Tarawih bersama masyarakat setempat di Masjid Nurul Hidayah Dusun Sungai Niur.

  • Komunitas Di Meranti Gelar Kegiatan Sosial Pengumpulan Dana Untuk Palestina

    2 bulan lalu

    Dari pantauan, aksi sosial penggalangan dana untuk warga Gaza Palestina ini dimulai dari Masjid Agung. Lalu ke tempat-tempat usaha di Selatpanjang.

  • Tak Bantu Rohingya, Kerajaan Arab Saudi Dikecam

    3 minggu lalu

    Kritik tersebut juga dilontarkan pemimpin milisi Ansarullah, yang menjadi tembok pertahanan Yaman dari perang agresi Saudi, Sayyed Abdol Malik Badreddine AL Houthi.

  • Tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru Sambangi Janda Tua Di Rumbai

    satu minggu lalu

    Tim Jum'at barokah Polresta Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan rutinitasnya dengan mengunjungi rumah para kaum Dhuafa yang memang benar-benar kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan kehidupan nya sehari-hari.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.