Senin, 20 November 2017
Jumat, 03 November 2017 07:18:00

Malaysia Dihebohkan Bocornya Data 46 Juta Pengguna Ponsel

Oleh: Redaksi
Jumat, 03 November 2017 07:18:00
BAGIKAN:
Ilustrasi.(int)

MALAYSIA(POROSRIAU.COM)--Satu hari setelah pemerintah Indonesia menyatakan masa registrasi warga negara Indonesia penguna ponsel berakhir (31/10), negeri tetangga Malaysia dihebohkan oleh adanya kabar penjualan data lebih dari 46 juta pelanggan telepon seluler secara berjaringan.

Menteri Komunikasi dan Multimedia Salleh Said Keruak, Rabu (1/11) mengatakan pemerintah tengah menginvestigasi adanya pelaporan data pelanggan telepon seluler yang dibobol itu.

Untuk diketahui pembobolan data besar-besaran tersebut pertama kali dilaporkan pada bulan lalu oleh Lowyat.net, laman berita teknologi setempat, yang mengatakan menerima informasi rahasia bahwa seseorang mencoba menjual pangkalan data informasi pribadi, yang sangat besar, di forumnya.

Salleh mengatakan bahwa operator internet negara itu, Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC), tengah menyelidiki masalah itu dengan polisi. "Kami mengenali beberapa kemungkinan sumber kebocoran dan harus menyelesaikan penyelidikan segera," kata Salleh kepada wartawan di gedung parlemen.

Data bocor itu dijual dengan sejumlah Bitcoin, mata uang maya, yang tidak diungkapkan, kata Lowyat.net. Data tersebut termasuk daftar nomor ponsel, nomor kartu pengenal, alamat rumah, dan data kartu SIM dari 46,2 juta pelanggan dari setidaknya 12 operator telepon seluler Malaysia.

Penduduk Malaysia hanya sekitar 32 juta orang, namun banyak dari mereka memiliki beberapa nomor ponsel. Daftar tersebut juga diyakini mencakup nomor tidak aktif dan nomor sementara orang asing, kata harian The Star.

Kepala pelaksana MCMC Mazlan Ismail mengatakan pada Selasa bahwa regulator telah bertemu dengan perusahaan telekomunikasi lokal untuk bekerja sama dalam penyelidikan tersebut, menurut kantor berita Bernama.

Data tersebut juga mencakup informasi pribadi lebih dari 80.000 orang, yang bocor dari catatan Malaysian Medical Council, Malaysian Medical Association, dan Malaysian Dental Association, kata Lowyat.net lagi.***

Editor: Chaviz

Sumber: MEDIAINDONESIA.COM

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Kelahiran Generasi Z, Kematian Media Cetak

    4 bulan lalu

    Di Indonesia, melihat kehadiran internet secara komersial di sini pada 1994, bisa dibilang Generasi Z adalah mereka yang lahir medio 1990-an hingga medio 2000-an.

  • Salah Gunakan Data Pengguna, Izin Operator Bisa Dicabut

    2 minggu lalu

    Menteri Komunikasi Rudiantara menyebutkan bahwa operator akan menyimpan data pelanggan NIK dan Kartu Keluarga pelanggan. Tapi, Kementerian tidak berhak atas data tersebut.

  • Terkait Pengadaan Mobil Ambulance Senilai Rp897 Juta di RSUD, Ini Tanggapan Kejari Siak

    12 bulan lalu

    Menjawab teka-teki terkait kegiatan Pengadaan 1 unit Mobil Ambulance Emergency senilai Rp897 juta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak tahun 2013, pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) angkat bicara

  • Nokia 3310 'Dihidupkan Lagi', Apakah Akan Disambut Meriah?

    9 bulan lalu

    POROSRIAU.COM--Media sosial dan pemerhati teknologi dalam beberapa hari terakhir dihebohkan dengan kabar bahwa Nokia akan menghidupkan kembali ponsel legendaris seri 3310.

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    9 bulan lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.