Senin, 25 September 2017
Rabu, 30 Agustus 2017 07:17:00

Boneka Seks Lebih Laris Ketimbang Pelacur

Oleh: Redaksi
Rabu, 30 Agustus 2017 07:17:00
BAGIKAN:
Koleksi Boneka Seks Stacey Leigh. [Metro]

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)--Salah satu rumah bordil di Wina, Austria, kembali mengeluarkan uang hingga USD9.747 untuk membeli boneka seks kedua mereka. Pasalnya, boneka seks yang lebih dulu dibeli populer di kalangan klien dibandingkan para Pekerja Seks Komersial (PSK) sesungguhnya.

Boneka seks bernama Fanny ini terbukti "laku keras" di rumah bordil kawasan Kontakthof tersebut. Boneka ini dengan cepat menjadi pekerja seks yang paling banyak dicari di sana.

Klien yang ingin "memakai" Fanny, yang terbuat dari silikon, harus membayar USD118 per jam. Pasalnya, bayaran ini lebih mahal jika dibandingkan tarif beberapa pelacur yang bekerja di rumah seks tersebut.

Pemilik rumah bordil mengungkapkan, banyak klien yang memesan Fanny selama beberapa hari berturut-turut, sehingga memutuskan menjawab permintaan yang meningkat, dengan menambah "PSK plastik" mereka.

Fanny memiliki rambut yang pirang, payudara yang besar dan berat 38 kilogram. Menurut pemiliknya, Fanny bisa memenuhi semua keinginan seksual karena boneka ini sangat fleksibel dan bisa diletakkan dalam posisi yang diinginkan pelanggan.

Boneka seks yang sangat mirip dengan perempuan asli ini juga digambarkan sebagai sosok perempuan sangat muda, seksi, ramping dan payudara yang erotis.

Di situs rumah bordil tersebut, Fanny memperkenalkan dirinya, dan menjelaskan untuk mencegah infeksi dan penyakit menular, klien yang sudah selesai memakai, harus segera membersihkan dirinya. Namun, operator rumah bordil tidak mau menjelaskan dengan tepat bagaimana boneka tersebut dibersihkan.

Tampaknya, popularitas Fanny telah menyebar ke rumah pelacuran lainnya, yang juga mencari boneka mirip untuk pelanggan mereka.

Peter Laskaris yang mengoperasikan dua rumah pelacuran di Wina, mengatakan boneka ini berasal dari Jepang, dan dia telah menghabiskan biaya hingga USD10.394 untuk mendatangkan boneka ini.

Psikolog Gerti Senger menjelaskan mengapa beberapa lelaki lebih tertarik meniduri "Fanny" daripada perempuan sesungguhnya.

"Pertama, lelaki bisa melakukan apapun dengan boneka seks. Kedua, banyak perempuan yang 'mematikan' keinginan lelaki untuk seks, ini bisa menjadi faktor mengapa mereka mencari PSK," ungkapnya.

Namun, Senger, yang merupakan co-chair di Society for Sexual Research (OeGS) Austria, mengaku terkejut mengetahui Fanny lebih populer daripada PSK asli dan menyebutnya "Kecenderungan autistik yang nyata".

Meski mempertimbangkan membeli boneka seks untuk rumah bordilnya, Mr Laskaris mengungkapkan bukan penggemar boneka seks.

"Saya pernah mencobanya sekali, tapi rasanya sama seperti saya tidur dengan mayat," tandasnya. (news/suara)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Wah!! Pemda Rohil Pentingkan Mobnas dan Gorden Ketimbang Jalan Masyarakat

    tahun lalu

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Afrizal kesal dengan pemda atas penundaan pelaksanaan pekerjaan penyambungan jalan alternatif yang berada di sei keladi menuju Desa sekapas kecamatan Rantau Kopar.

  • Aduh Mak.. RSUD Bengkalis Stuban Rombongan

    tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU) - 38 orang staf maupun pejebat eselon di lingkup Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkalis sejak Selasa (09/08/2016) melaksanakan study banding (stuban) ke luar daerah yait

  • Ku Tak Ingin Sandang Status Janda kedua kalinya

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) – Er  seorang perempuan kelahiran Medan 28 tahun lalu tinggal di jalan Seputaran Jalan Sultan Syarif Kasim Kota Dumai, pernah menyandang status janda, namun setahun

  • Dirut RSUD Dumai : Pasien BPJS Dilayan Dengan Baik

    tahun lalu

    Dumai (POROSRIAU.com) - Terkait hebohnya pemberitaan mengenai tidak optimalnya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai terhadap pasien BPJS, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai, dr. Syaiful angkat bicara, ia mengatakan bahwa pelayanan

  • Hingga April 2017 Mendatang, Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar di Rohul

    10 bulan lalu

    Jadwal pelarangan penjualan minyak goreng curah ‎kelapa sawit oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia diperpanjang dari yang semula diberlakukan 27 Maret 2016 lalu menjadi ‎1 April 2017 mendatang.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.