Jumat, 20 Oktober 2017
Jumat, 13 Oktober 2017 07:50:00

Daun Kelor Bukan Lagi Penghias Kuburan

Oleh: Redaksi
Jumat, 13 Oktober 2017 07:50:00
BAGIKAN:
Teh Daun Kelor.(foto/Tempo)

POROSRIAU.COM--Kita mungkin sudah akrab dengan pepatah "dunia tak selebar Daun Kelor. Pohon kelor pun dikenal angker, banyak tumbuh di pemakaman, dan daunnya berguna untuk mengusir jin, setan, sihir, santet, dan ilmu hitam, selain dimasak untuk sayur.

Tapi tahukah kita tentang manfaat kesehatan yang diambil dari daun kelor? Meski bentuknya kecil, daun kelor memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Ampas daunnya bila diseduh juga bisa digunakan sebagai masker wajah, yang akan membuatnya mulus dan kinclong.

Karena itulah belakangan semakin banyak orang yang menawarkan produk-produk daun kelor di toko-toko dalam jaringan atau online. Bentuknya pun beragam, mulai dari daun kering yang bisa diseduh seperti teh, bubuk, kapsul, sampai stek batang pohon kelor bagi yang ingin menanam. Harganya pun cukup mahal. Bubuk daun kelor misalnya, dijual sekitar Rp 25 ribu per 100 gram atau Rp 100 ribu per 500 gram.


Salah seorang yang tertarik memproduksi bubuk daun kelor adalah M. Ferry Wong, yang juga dikenal sebagai pakar pengobatan tradisional Cina. Untuk keperluan ini, Wong menanam sendiri pohon kelor untuk dipetik daunnya dan kemudian dikeringkan dan dibuat bubuk.

Kenapa tertarik berbisnis daun kelor? "Sebenarnya bukan tertarik tapi manfaat daun kelor ini sangat banyak sehingga berguna bagi pasien dalam pengobatan maupun penyehatan tradisional. Dalam praktek sehari-hari, pasien memang disarankan untuk meramu tumbuhan-tumbuhan (jamu) dalam rangka mengurangi keluhan yang dirasakan," jelas Wong.

Saat ini ia hanya punya satu pohon kelor yang bertahan hidup dari enam bibit yang ditanam pada 2016. Lima bibit lainnya diserang hama dan rayap.

"Pohon kelor membutuhkan sinar matahari langsung dan tempat yang cukup panas. Saya ada rencana membuat budidaya pohon kelor di area Bogor, semoga lekas terlaksana tahun depan karena dalam 1 tahun pohon kelor dapat berkembang setinggi 10 meter dari bibit setinggi 1 meter," ungkap Wong.

Pria asal Singkawang, Kalimantan Barat, itu pun menjelaskan manfaat daun kelor yang semakin banyak peminatnya.

"Manfaat banyak sekali karena daun kelor mengandung vitamin A, B, C, kalium, kalsium, protein, zat besi, yang secara tradisional berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh, kesuburan, melancarkan ASI, dan awet muda. Bahkan sebagian masyarakat percaya daun kelor dapat menangkal hal mistis, seperti menghilangkan kekebalan ilmu tertentu hingga antisantet atau tenung," papar Wong.

Menurutnya, para pasien maupun teman-temannya menyambut baik khasiat daun kelor, bahkan beberapa meminta bibit untuk ditanam. Cara pembibitan ada dua macam, dari biji kelor atau dari batang pohon berdiameter minimal 5 centimeter atau yang sudah tua.

"Produk dalam bentuk teh kelor maupun kapsul sudah banyak beredar di pasaran dan prospeknya cukup bagus," katanya.(tempo)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • HMD Sesalkan Kebijakan Walikota

    tahun lalu

    Ketua Himpunan Mahasiswa Dumai M. Aderman menyesalkan kebijakan Walikota Dumai yang meminta seluruh Kepala Dinas untuk tidak membagikan proyek Penunjukan Langsung (pl) sebelum ada instruksi darinya.

  • Kerja Kantor Pelayanan Pasar Dumai Dipertanyakan ?

    tahun lalu

    Keberadaan pasar Kelakap Tujuh kota Dumai hingga saat ini belum difungsikan secara maksimal dan terkesan mubazir.Padahal pembangunan pasar tersebut telah menghabiskan anggaran negara 9.8 milyar rupiah

  • Luruskan kembali Peran dan Fungsi KNPI Kampar Yang "Amburadul"

    tahun lalu

    Menggelendingnya Issu KNPI Kampar salah arah dan di politisir untuk kepentingan Pilkada 2017 mendatang, Kader Gunung Sahilan Darussalam Kampar Yusroni Tarigan, S.Sos Angkat bicara.

  • Kerja Tak Becus,Fraksi Gerindra Minta Bupati Rohil Copot Plt.Kadiskanlut.

    tahun lalu

    Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Rokan Hilir,Riau Hendra.ST meminta kepada Bupati Suyatno segera mencopot M.Amin.SIP,M.Si sebagai Plt.Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ( Kadiskanlut ).Menurutnya Amin tidak bekerja dengan maksimal dan selalu memperbu

  • Mahasiswa dan NGO Rupat Kutuk Ah Kam

    tahun lalu

    RUPAT(POROSRIAU.com) – Sejumlah Mahasiswa asal Rupat mengutuk prilaku Pengusaha Ah kam yang menjadikan kawasan Hutan Pruduksi Terbatas (HPT) sebagai kawasan perkebunan sawit maupun karet. &ld

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.