Kamis, 19 Oktober 2017
  • Home
  • LIFESTYLE
  • Masih Menakut-nakuti Anak Untuk Ajarkan Disiplin?
Minggu, 01 Oktober 2017 08:26:00

Masih Menakut-nakuti Anak Untuk Ajarkan Disiplin?

Oleh: Redaksi
Minggu, 01 Oktober 2017 08:26:00
BAGIKAN:
Disiplin (Foto: Babycenter)

POROSRIAU.COM--Tidak ada yang namanya anak nakal dalam hal disiplin positif, dan beberapa sekolah serta orangtua punya cara tersendiri dalam mendisiplinkan anak mereka.

Disiplin positif pada dasarnya adalah berfokus pada perilaku. Tentang bagaimana anak menghargai perilaku yang baik. Tapi tetap saja, ada penentang, terutama orangtua dari generasi terdahulu yang mengatakan bahwa mungkin kita semua "terlalu lembut" pada anak-anak. Dengan segala omong kosong parenting positif ini, generasi yang lebih tua, menganggap orangtua zaman sekarang terlalu "lembek" dalam mendisiplinkan anak.

Meskipun setiap generasi orangtua cenderung memiliki metode mengasuh anak yang unik, karena beberapa alasan, generasi terdahulu tampaknya meyakini bahwa anak-anak tidak dapat belajar disiplin yang benar kecuali jika mereka takut mati.

Seperti dilansir Popsugar, Sabtu (30/9/2017) mungkin untuk beberapa anak, pendekatan taktik menakut-nakuti itu berhasil. Tapi pendapat lain mengatakan tidak, dan untuk anak lain cara itu tidak bekerja dengan baik.

Tampaknya, orangtua yang mendisiplinkan dengan cara mengancam harus membuka pikiran mereka terhadap gagasan bahwa mungkin anak-anak dapat belajar berperilaku baik tanpa harus merasa takut. Berfokus pada hal positif kepada setiap anak dapat menghasilkan orang dewasa yang sehat dan kuat. Maka inilah dua kiat mendisiplinkan anak dengan pendekatan positif.

Berfokus pada kebaikan

Pikirkanlah secara logis. Bila Anda berfokus pada sesuatu yang buruk terjadi pada Anda, sisa hari itu tampak lebih buruk. Apakah Anda benar-benar berpikir itu berbeda dalam hal perilaku? Jika Anda berfokus pada semua hal buruk yang dilakukan anak, dijamin anak akan melakukan lebih banyak hal buruk. Mereka akan tumbuh dengan asumsi bahwa dia hanya mampu melakukan hal buruk dan bukanlah orang yang layak.

Disiplin positif bekerja karena mengajarkan seorang anak bahwa dia memiliki begitu banyak nilai dan mampu melakukan hal-hal hebat. Seorang anak yang memiliki harga diri adalah anak yang bahagia akan berperilaku baik hampir sepanjang waktu.

Membangun harga diri

Jika Anda berteriak pada seseorang, apa yang terjadi? Orang itu biasanya berteriak, lari, atau mungkin memukul. Kemarahan hanya menimbulkan kemarahan lagi. Atau lebih buruk lagi, mundur. Anak Anda pasti akan takut.

kepada Anda jika itu yang Anda inginkan, tapi bagaimana ketakutan mengajari anak mengembangkan harga diri dan memantau tindakannya sendiri di kemudian hari? Cukup dengan rasa takut. Ada perbedaan antara rasa takut dan rasa hormat. Rasa takut bisa berubah menjadi satu dari dua hal penghindaran total atau pemberontakan tuntas. Anak akan berhenti berjuang melakukan beberapa hal dan memperbaiki dirinya.

Untuk itu hormatilah harga diri anak. Dengan tidak merendahkan martabat mereka dengan berteriak atau marah, apalagi memukul. Motivasi anak untuk melakukan hal baik dalam menjalankan disiplin.(okezone)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • 2 Pemburu Pokemon Go Ditembaki Pemilik Rumah

    tahun lalu

    Dua remaja yang mencari Pokemon larut malam dihujani peluru. Mobilnya ditembak oleh salah satu pemilik rumah di Florida yang marah.

  • Guru PAUD dan TK se-Kabupaten Rohul Ikuti Seminar ESQ

    tahun lalu

    Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) se- Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau ikuti seminar ESQ (Emotional Spiritual Quetient), Selasa (26/7), di Convention Hall Masjid Agung Nasional Islamic Center Pasir Penga

  • Zul As Belum Tepati Janji Bayar Gaji Honorer Sesuai UMK

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) - Sejumlah janji yang digadang-gadang oleh Wali Kota Dumai, H Zulkifli As sewaktu melakukan kampanyenya bersama pasangan Eko Suhardjo yang akan bertarung di Pilkada Dumai tahun 2015 lalu ternyata masih belum ditepatinya, Salah satunya

  • Bupati Inhu Tegaskan ASN Tidak Disiplin Akan Ditindak

    tahun lalu

    Inhu (Porosriau.Com) - Selain melakukan pengecekan terhadap Mobnas Pejabat ASN Non eselon, Bupati Inhu juga melakukan pemeriksaan absensi terhadap ASN non eselon yang telah dimutasi pekan kemaren.

  • Sopir Truk Pengunggah Video Pungli Oknum Polisi Terjerat Hukuman Maksimal 4 Tahun Penjara

    2 bulan lalu

    Masih ramai perihal video oknum polisi yang melakukan pungli terhadap sopir truk pengangkut kayu yang tidak komplit surat2 kelengkapannya sehingga terjadi transaksi yang masuk dalam kategori pungli.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.