Rabu, 13 November 2019
  • Home
  • NASIONAL
  • Dandim Kendari Mendadak Diganti, Diduga Terkait Unggahan Tak Pantas Istrinya di Medsos
Sabtu, 12 Oktober 2019 10:33:00

Dandim Kendari Mendadak Diganti, Diduga Terkait Unggahan Tak Pantas Istrinya di Medsos

Sabtu, 12 Oktober 2019 10:33:00
BAGIKAN:
ANTARA
Dokumentasi Serah terima jabatan Dandim 1417 Kendari pejabat lama Letkol Cpn KRT Fajar Lutvi Haris Wijaya ke pejabat baru Kolonel Kav Hendi Suhendi pada upacara serahterima jabatan di Aula Jenderal Sudirman Korem 143/Ho Kendari.
POROSRIAU.COM - Seremoni serah terima jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara mendadak dijadwalkan Sabtu 12 Oktober 2019 di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo. Penyebab penggantiannya diduga akibat unggahan istrinya di medsos.
 
Kepala Penerangan Korem 143 Haluoleo Mayor Inf Sumarsono di Kendari, Jumat, membenarkan pergantian Dandim 1417 Kendari.
 
"Benar, Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi diganti dari jabatan Kodim 1417 Kendari. Penggantinya besok diserahterimakan," Sumarsono melalui telepon.
 
Hendi Sehendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya mendadak diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.
 
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menghukum Kolonel Hendi Suhendi akibat postingan istrinya terkait insiden Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang ditusuk di Pandeglang, Banten.
 
Andika mencopot Kolonel Hendi Suhendi dari jabatannya Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) Kendari dan menambahkan sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari.
 
Selain menghukum perwira menengah Hendi Suhendi, KSAD juga mengganjar seorang bintara Sersan Dua Z. Istri-istri mereka menyebarkan konten yang yang dianggap tidak pantas, terlebih lagi statusnya sebagai seorang istri prajurit TNI.
 
Adapun istri Kolonel Hendi Suhendi berinisial IPDN dan istri Sersan Dua Z berinisial LZ yang melakukan postingan berkonsekuensi menjalani proses peradilan umum.
 
Kedua warga sipil tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(antara)
  Berita Terkait
  • Bikin Merinding, Begini Cuitan Suroto Advokat Di Medsos

    2 tahun lalu

    Dalam postingannya, Suroto Advokad menuliskan tengah bersiap menuju istana Presiden untuk menyampaikan kepada pemimpin bahwa di Negeri (Republik Indonesia) orang miskin berhak mendapatkan keadilan.

  • Kejari Kembangkan Kasus Penyelewengan dana ADD Kampung Empang Pandan Siak

    3 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.com) – Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Kampung Empang Pandan Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak, saat ini penyelidikannya sudah bergulir di Kejak

  • Dilaporkan ke Polisi, Ahmad Dhani Ngaku Rugi Ratusan Juta

    3 tahun lalu

    Musikus Ahmad Dhani mengaku mengalami kerugian ratusan juta akibat dilaporkan ke kepolisian. Ia diduga melecehkan Presiden Joko Widodo dalam aksi demo yang digelar 4 November 2016.

  • Contoh Penulisan Kalimat "di dan ke" Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia yang Benar

    3 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Seiring perkembangan zaman, seolah-olah tata cara penulisan kalimat "Bahasa Indonesia" yang benar, tidak lagi menjadi referensi dan acuan bagi sebagian besar masyarakat dan para pelajar. Sehingga fenomena tersebut menyebab

  • Anggota PWI Rokan Hulu Dianiaya Kades dan Kaur Desa Kampar

    3 tahun lalu

    ROHUL(POROSRIAU.COM)- Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini menimpa Despandri (40) anggota PWI Kabupaten Rokan Hulu, dan wartawan Harian Koran Riau dan Metro TV Wilayah Rokan Hulu. Korban mengalami luka gores di dada, lengan dan kepala. Us

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.