Selasa, 16 Juli 2019
Iklan PT Zulkarnain
  • Home
  • NASIONAL
  • Tersandung Dugaan Pemalsuan Ijazah , Inilah Penjelasan Lengkap Nurul Qomar
Senin, 01 Juli 2019 06:22:00

Tersandung Dugaan Pemalsuan Ijazah , Inilah Penjelasan Lengkap Nurul Qomar

Senin, 01 Juli 2019 06:22:00
BAGIKAN:
Nurul Qomar (Net).
JAKARTA (POROSRIAU.COM) - Komedian grup Empat Sekawan, Nurul Qomar tengah tersandung masalah dugaan pemalsuan ijazah usai dilaporkan oleh Muhadi Setiabudi, pemilik yayasan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Jawa Tengah. 
 
Muhadi adalah orang yang meminta eks anggota DPR RI itu untuk menjadi rektor. Qomar pun sempat resmi menjadi rektor di perguruan tinggi di situ. Tapi nyatanya, Qomar dipolisikan oleh yang meminangnya menjadi rektor karena menduga ijazah sang komedian palsu.
 
Diusut, Qomar mengaku diminta jadi rektor tanpa uji kelayakan. Ia pun membela diri karena memang tak pernah melalui sidang senat dan uji kelayakan saat dipinang.
 
Di sisi lain diceritakan Qomar, dirinya sempat ingin menjadi Guru Besar dan sempat mengikuti jenjang studi pendidikan dasar hingga Srata 3 di Universitas Negeri Jakarta. Dalam kesempatan ini Qomar juga membeberkan riwayat pendidikan yang dia tempuh.
 
"Kita urutkan yaa biar runut, 2011 ketika saya masih di DPR RI Senayan, 2011 saya lulus program S2 Magister Manajemen di Universitas Krisna Dwipayana. Kemudian di 2013 saya masih di DPR daftar di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta S3, doktoral. Mahasiswa aktif, nomer registrasi mahasiswanya masih aktif, di Kemenristek Dikti dan UNJ di Jakarta," buka Nurul Qomar di Universitas Asyafiah, Jatiwaringin Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat (30/06).
 
Namun saat dua semester kuliah S3, Qomar mendapatkan tawaran untuk menjadi guru besar. Motivasi itu ia dapatkan dari kepala Prodi di bidang yang ia tempuh.
 
"Ketika sampai dua semester, kepala program studi saya bilang 'Pak Qomar masih ada waktu untuk dapat guru besar' dikasih motivasi seperti itu saya," katanya.
 
Namun hal itu sempat terhalang akibat pendidikan S2 Qomar saat itu adalah Magister Manajemen. Sehingga sang komedian kembali menempuh pendidikan S2 di bidang pendidikan dasar di UNJ, saat itu Qomar mengaku kuliah S2 dan S3 sekaligus (dengan catatan S2 berbeda jurusan dari yang ia tempuh dan selesaikan dulu).
 
"Kemudian dia bilang 'tapi pak Qomar tak bisa jadi guru besar karena S2 nya M.M. Guru besar itu harus linier S2 dan S3' S3 saya sudah jalan, oke saya daftar S2 di kampus yang sama. Jadi dalam satu waktu saya kuliah dua, S3 jalan, S2 daftar dan jalan," ungkapnya.
 
Qomar juga menyebut pendidikannya S3-nya sudah lulus termasuk sudah seminar proposal dan penelitian dan sudah memiliki disertasi. Begitu juga dengan S2-nya di Pendas UNJ, dikatakan Qomar saat itu tinggal menyusun thesis dan uji kelayakan.
 
"S3 sudah lulus seminar proposal dan penelitian, saya sudah punya disertasi tinggal menunggu uji kelayakan hasil. S2-nya juga menyusul sudah tatap mukanya, saya sudah menyusun thesis tinggal menunggu uji kelayakan hasil dua-duanya," tukasnya.
 
Namun di waktu yang sama saat Qomar tengah mengajar kuliah di Cirebon, ia mendapat tawaran mengisi posisi Rektor kampus swasta Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes. Namun sayang Qomar malah tersandung masalah di sana dengan tuduhan pemalsuan ijazah S2-S3, yang kini pendidikan tersebut belum ia selesaikan hingga saat ini.
 
"Ketika itu 2017 saya ngajar, awal 2017 saya ditelepon oleh sesama dosen yang ngajar di Cirebon 'Pak Qomar ada kesempatan jadi rektor' saya merasa belum selesai doktornya dia bilang 'udah ke sana aja, ketemu dulu, karena di Universitas UMUS membutuhkan figure rektor yang kebetulan kosong' diangkutlah saya ke sana, diminta bukan melamar, dipinang," bebernya.
 
Qomar akhirnya sempat merasakan dinginnya tahanan Polres Brebes karena masalah dugaan ijazah palsu. Ia dipulangkan karena penyakit asmanya kambuh. 
 
Kini, pelawak bertubuh mungil itu hanya dibebankan untuk wajib lapor untuk kasusnya. 
(dtc/red)
Editor: Redaksi

  Berita Terkait
  • Pengadaan Mobil Ambulance Senilai Rp897 Juta di RSUD Siak, Dipertanyakan?

    3 tahun lalu

    Terkait adanya kegiatan pengadaan 1 unit mobil Ambulance Emergency jenis Toyota Hiace senilai Rp897 juta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak tahun 2013, sejumlah pihak merasa penasaran dan menilai seolah-olah harga yang begitu fantastis terse

  • BASKO Jalani Sidang Perdana di PN Kelas 1 A Padang

    2 tahun lalu

    Pengusaha sukses pemilik Basko Hotel dan Mal di Padang, Sumatera Barat, H. Basrizal Koto (Basko) jalani sidang pidana perdana, Rabu (24/5) di Pengadilan Negeri Klas I A Padang. Basko didakwa atas tindak pidana pemalsuan surat atas hak kepemilikan tanah.

  • Kasus Penjualan Lahan Ratusan Hektar Di Muara Dua Bengkalis Makin Memanas

    2 tahun lalu

    Kasus penjualan lahan oleh oknum aparat Desa Muara Dua, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis kian memanas. Pasalnya, kasus tersebut akan dilaporkan oleh masyarakat yang merasa dirugikan ke Mapolres Bengkalis.

  • Jusuf Kalla: Kalau Semua Meme Itu Harus Diadili, Capek Nanti Pengadilan

    2 tahun lalu

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan meme tentang Setya Novanto, Ketua DPR RI, yang beredar di internet tidak perlu diproses hukum.

  • Dugaan Pemalsuan Surat, Basrizal Koto Dituntut Tiga Tahun Penjara

    2 tahun lalu

    Hal yang memberatkan terdakwa, menurut JPU, perbuatan terdakwa mengakibatkan PT KAI memgalami kerugian lebih kurang Rp 2 miliar. Di samping itu, terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.