Minggu, 19 November 2017
  • Home
  • NASIONAL
  • Dikritik Fahri Pernikahan Kahiyang Terlalu Mewah, Jokowi Cuma Jawab Begini
Rabu, 08 November 2017 06:48:00

Dikritik Fahri Pernikahan Kahiyang Terlalu Mewah, Jokowi Cuma Jawab Begini

Oleh: Redaksi
Rabu, 08 November 2017 06:48:00
BAGIKAN:
Presiden Joko Widodo [Setpres]

POROSRIAU.COM--Menanggapi pertanyaan jurnalis yang mengatakan adanya kritik bahwa acara pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu, dengan Muhammad Bobby Afif Nasution. dianggap terlalu mewah, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa acara pernikahan ini diselenggarakan secara sederhana.

“Ya relatif-lah ya yang namanya sederhana. Wong kita ini juga punya hajatan di kampung, ya kan. Gedung juga gedung sendiri. Catering juga sendiri, panitia juga sendiri,” ujar Presiden sambil menunjuk ke arah putranya Gibran Rakabuming. 

Hal tersebut ia sampaikan kepada jurnalis setelah meninjau pelaksanaan gladi bersih di Gedung Graha Saba Buana, Surakarta.

Presiden mengatakan rangkaian acara pernikahan yang ia lakukan diselenggarakan sebagaimana yang biasa diadakan di daerahnya.

“Jadi jangan dibandingkan dengan yang lain-lain. Kita ini hajatannya di kampung, di daerah, jadi ya adanya seperti ini,” kata Presiden.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pesta pernikahan  Kahiyang dan Bobby  yang diselenggarakan di Solo, Rabu (8/11/2017).

Fahri menilai pesta tersebut terlalu mewah. Mengundang ribuan orang. Menurut Fahri seharusnya pesta pernikahan diselenggarakan sederhana saja.‎

"Dulu kan ada edarannya. Nggak boleh ngundang lebih dari 400. ‎Sederhanalah, bikin pesta kecil di rumah. Undang teman-teman (dekat)," kata Fahri di DPR, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Surat edaran yang dimaksud Fahri yaitu surat yang dibuat Yuddy Chrisnandi ketika masih menjabat Menteri ‎Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Surat Edaran bernomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana mulai diterapkan 1 Januari 2017.

Menurut Fahri seharusnya keluarga Presiden cukup menginformasikan acara pernikahan lewat media sosial sehingga masyarakat bisa menyaksikannya.

Fahri merujuk pada aktivitas Jokowi dan putranya, Kaesang Pangarep, yang sering membuat video blog.

"Nah ini bisa di Twitter, vlog kan, ‎pakai itu sajalah, asik kan," kata politikus yang dipecat PKS.

Fahri mengaku mendapatkan undangan dari keluarga Presiden untuk menghadiri pesta pernikahan Kahiyang-Bobby. Tetapi, dia tidak bisa hadir karena pada waktu yang bersamaan mendapatkan jadwal piket pimpinan DPR. Sebagai gantinya, Fahri akan mengirimkan karangan bunga ke tempat acara pernikahan.

"Saya diundang cuma kan saya pimpinan piket di DPR," ujar dia.***

Editor: Chaviz

Sumber: suara.com

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Disentil Sekali, Fahri Hamzah Balas KPK Lima Kali

    8 bulan lalu

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali berseteru dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, karena nama Fahri Hamzah tiba-tiba muncul dalam persidangan kasus suap pajak yang juga melibatkan adik ipar Presiden Jokowi, Arief Budi Sulistyo.

  • Diteror Ritel Modern, Iwan: "Kalau Begini Terus Matilah Kami"

    9 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Munculnya ritel jenis Alfamaret Dan Indomaret ternyata berdampak besar ke sejumlah pedagang kecil di Pekanbaru. Dalam curhatan pedagang kecil ini, dengan hadirnya ritel modern yang beroperasi di pemukiman penduduk, terpaksa peda

  • Menteri Pertanian Tanam Jagung di Kebun PTPN V

    9 bulan lalu

    BANGKINANG(POROSRIAU.COM)--Guna mewujudkan swasembada pangan menuju masyarakat sejahtera, mandiri, aman, dan damai TNI, Pemerintah Provinsi Riau, dan PTPN V melaksanakan Penanaman Jagung Perdana di lokasi perkebunan sawit PTPN V Desa Sei Galuh Kecamatan T

  • Fahri Hamzah Tuding Kasus e-KTP Hanya Permainan Ketua KPK

    5 bulan lalu

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan, kerugian negara senilai Rp2,3 triliun dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP adalah hasil kebohongan Ketua KPK Agus Rahardjo, penyidik KPK Novel Baswedan, dan mantan Bendahara Demokrat Muhammad Nazaruddin.

  • Oalahh!! Kepergok Genjot Istri Orang Disiang Bolong, Si Duda Babak Belur Dihajar Warga

    satu bulan lalu

    Meskipun RS memiliki suami dan telah dikaruniai dua anak dari pernikahan sebelumnya, ia tak peduli. RS tetap menjalin hubungan dengan KH yang berstatus duda.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.