Rabu, 22 November 2017
  • Home
  • NASIONAL
  • Setya Novanto Kembali Tak hadiri persidangan Kasus E-KTP
Jumat, 20 Oktober 2017 11:09:00

Setya Novanto Kembali Tak hadiri persidangan Kasus E-KTP

Jumat, 20 Oktober 2017 11:09:00
BAGIKAN:
(Foto:Cakrawala.co)

JAKARTA (POROSRIAU.COM)- Ketua DPR RI Setya Novanto lagi-lagi mangkir dari  panggilan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Novanto telah dua kali dipanggil untuk menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

"KPK menerima surat dari DPR yang intinya menyampaikan Setya Novanto, Ketua DPR RI, tidak dapat memenuhi panggilan sebagai saksi di pengadilan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat konfirmasi awak media , Jumat pagi (20/10).

Menurut Febri, Novanto beralasan bahwa ia sedang ada kegiatan lain. Novanto meminta jaksa cukup membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) di pengadilan.

Pada panggilan pertama, Novanto beralasan tengah melakukan pemeriksaan kesehatan. "JPU masih akan menimbang hal tersebut, apakah akan dipanggil kembali atau tidak,"kata Febri.

Dalam kasus ini, Andi Narogong didakwa telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek e-KTP.

Menurut jaksa, Andi diduga terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR RI, untuk tahun anggaran 2011-2013.

Selain itu, Andi berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan e-KTP.  Andi diduga mengatur pengadaan dalam proyek e-KTP bersama-sama dengan Setya Novanto.

Setya Novanto diduga mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR.

Selain itu, ia juga diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP sewaktu menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR. Novanto sempat menjadi tersangka kasus tersebut, tetapi dibatalkan hakim praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. KPK memastikan akan kembali menerbitkan surat perintah penyidikan untuk menetapkan Novanto sebagai tersangka.***

Editor: Erik Suhenra

Sumber: Kompas.com

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • KPK Bakal Hadirkan 200 Bukti Di Sidang Praperadilan Setya Novanto

    2 bulan lalu

    Febri mengatakan, 200 bukti dokumen yang akan ditampilkan pada sidang praperadilan dapat menunjukkan kuatnya kontruksi dari kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Dalam hal ini termasuk indikasi keterlibatan Setya Novant

  • Kesaksian Agen FBI, Johannes Marliem Beli Jam Tangan Mewah Untuk Setnov

    2 bulan lalu

    Holden juga mengungkapkan pembelian jam tangan mahal seharga USD 135.000 di Beverly Hills. Nantinya jam itu akan diberikan pada Ketua DPR Setya Novanto.

  • Refly Harun: KPK Tak Perlu Menunggu Izin Presiden Untuk Memanggil Setya Novanto

    2 minggu lalu

    Menurut dia, putusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) tidak berlaku untuk tindak pidana khusus.

  • Setnov Kembali Absen Dari Panggilan KPK, Bayu Dwi Anggono: Itu Wujud Pembangkangan Hukum

    7 hari lalu

    Setya Novanto kembali absen dari panggilan KPK dengan berbagai alasan melalui surat. Alasan-alasan Novanto itu disebut sebagai pembangkangan hukum.

  • Setya Novanto Hadiri Pelantikan Nono Patria Pratama

    9 bulan lalu

    ROHUL(POROSRIAU.COM)--Pengurus DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) kabupaten Rokan Hulu (Rohul) periode 2017-2022 resmi dikukuhkan oleh ketua DPD I Partai Golkar Riau, H. Arsyadjuliandi Rachman di Komplek Objek wisata Candi Muara Takus kecamatan XIII Ko

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.