Senin, 25 September 2017
  • Home
  • OLAHRAGA
  • Dinilai Menodai Kesakralan Ruang Ganti, Ruud Gullit Minta Maaf
Selasa, 05 September 2017 05:45:00

Dinilai Menodai Kesakralan Ruang Ganti, Ruud Gullit Minta Maaf

Oleh: Redaksi
Selasa, 05 September 2017 05:45:00
BAGIKAN:
Ruud Gullit (foto/int)

POROSRIAU.COM--Ruud Gullit meminta maaf pada Senin (4/9/2017) setelah mengunggah potongan video timnas Belanda di ruang ganti mereka setelah kemenangan atas Bulgaria pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia pada Minggu.

Video yang menampilkan sebagian besar pemain sedang duduk dan menatap telpon genggam mereka itu dibuat oleh Gullit, yang merupakan asisten pelatih, menyusul kemenangan 3-1 mereka di Amsterdam, yang bikin peluang Belanda tampil di Piala Dunia tahun depan.

Namun video yang diunggah ke Twitter itu menimbulkan kemarahan di Belanda, termasuk kritik dari pelatih Dick Advocaat.

"Sejujurnya, menurut saya sangat aneh bahwa terdapat video seperti itu," kata Advocaat, yang sedang berdiri dengan memunggungi kamera ketika Gullit merekam video berdurasi 15 detik itu.

"Menurut saya itu sangat aneh, saya akan mengatakan kepada dia juga. Saya akan melakukan pembicaraan hati ke hati dengan Gullit, menurut saya itu bijak," ucapnya kepada media Belanda.

Hal itu menyusul kritik pedas di televisi Belanda, di mana seorang analis mengatakan bahwa Gullit, yang pernah bermain 66 kali untuk negaranya, telah menodai kesakralan ruang ganti.

Seorang komentator mengatakan hal itu merupakan pelanggaran yang layak berujung pemecatan.

"Saya membuat film itu berdasarkan antusiasme saya namun (saya) menyadari setelahnya bahwa saya semestinya tidak melakukannya. Dan dengan itu kami telah memberikan garis bawah terhadap masalah ini," kata Gullit dalam pernyataan yang dirilis oleh Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB).

Advocaat setuju, "Saya tidak berpikir merupakan ide yang bagus dari Ruud dan saya telah mengatakan kepadanya dan itu semua telah diselesaikan."

Belanda menganggap merekam video di ruang ganti merupakan suatu pantangan, hal yang juga dianut beberapa negara lain.

Di kancah olahraga AS, merupakan hal yang biasa bagi para pewarta untuk memasuki ruang-ruang ganti setelah pertandingan untuk mewawancarai para pemain.(suara)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Sutrisno Meradang Minta Kepsek di Copot

    tahun lalu

    DUMAI(PR)-Sistem  jual beli bangku sekolah pada tahun ajaran baru di SMPN 14 Dumai sebesar Rp 350 ribu sampai dengan Rp 850 ribu ternyata mendapat persetujuan dari pengurus dan Ketua Komite Se

  • Kadis PU Dumai Tuding Kontraktor Berbohong

    tahun lalu

    Dengan tegas saya sampaikan bahwa apa yang disampaikan Kontraktor tidak benar,pekerjaan tersebut sempat kami hentikan sementara waktu karena mutu best tidak sesuai dengan standart yang ditetapkan

  • Riau Batal Terima Kado RTRW, Ini Alasannya

    2 bulan lalu

    Menurutnya, sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum disahkan diantaranya ekspose ke publik agar prosesnya lebih transparan sehingga tidak terjadi persoalan dikemudian hari.

  • Biaya Obat Dan Administrasi Dinilai Terlalu Mahal, Ini Penjelasan Dirut RSUD Siak

    satu bulan lalu

    Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) RSUD Siak Benny Chairuddin menjelaskan, bahwasanya biaya berobat di RSUD Siak sudah ada ketentuannya

  • Gagal Ke Final AFF U-18, Ini Kata Indra Sjafri

    satu minggu lalu

    Tim nasional U-19 Indonesia gagal melaju ke final Piala AFF U-18 2017 setelah kalah dari Thailand lewat drama adu penalti, Jumat (15/9/2017). Pelatih Timnas U-19 Indonesia Indra Sjafri menyampaikan permohonan maaf terkait kegagalan timnya tersebut.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.