Rabu, 29 September 2021
  • Home
  • OPINI
  • Politik itu Tujuan Sebenarnya Apa, Menghasilkan Apa dan Untuk Siapa?
  • Home
  • EDITORIAL
  • Politik itu Tujuan Sebenarnya Apa, Menghasilkan Apa dan Untuk Siapa?
  • Home
  • SUARA NETIZEN
  • Politik itu Tujuan Sebenarnya Apa, Menghasilkan Apa dan Untuk Siapa?
  • Home
  • KARYA TULIS
  • Politik itu Tujuan Sebenarnya Apa, Menghasilkan Apa dan Untuk Siapa?
Senin, 23 Juli 2018 23:30:00

Politik itu Tujuan Sebenarnya Apa, Menghasilkan Apa dan Untuk Siapa?

Oleh: M. Jamaan
Senin, 23 Juli 2018 23:30:00
BAGIKAN:
ilustrasi

Sejak lama, banyak sekali orang yang berbica tentang Politik.Tetapi banyak pula yang bingung dengan masalah politik itu.Orang bingung; politik itu tujuan sebenarnya apa ?, menghasilkan apa ?, untuk siapa?.

Orang semakin bingung karena banyak pula orang yang mengatakan bahwasanya politik justru tidak bisa dikaitkankan dengan masalah hukum.Kemudian ada lagi yang mengatakan bahwasanya politik tidaklah mungkin bisa dipersandingkan dengan agama.Sehingga timbullah berbagai pertanyaan bagi orang-orang yang berfikiran dinamis and logis.Ada apa dengan politik ???.

Sebagaimana sudah sama-sama diketahui bahwasanya awal kenidupan ini adalah kebiasaan, lama-lama menjadi terbiasa, seterusnya menjadi teradat, selanjutnya diadatkan dan akhirnya menjadi adat meskipun bukan sebenarnya adat tetapi cendrung dijadikan hukum.

Belakangan datanglah agama sebagai standar hukum yang mesti diikuti oleh semua penganutnya.Tetapi kenapa banyak pula orang yang menggatakan bahwasanya politik tidak bisa disangkutpautkan dengan agama atau hukum ?.Itulah pertanyaan besarnya.Oleh karena itu, mari sama kita mencoba meraba, menelusurinya.Politik itu sebenarnya apa.

Kalaulah kita merujuk kepada kata bakunya “politic”, kata ini sebenarnya adalah satu kata yang berasal dari bahasa Yunani, seperti yang dijelaskan pada kamus dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggeris yang di terjemahkan oleh Hasan Sadly pada halaman 433 dan terjemahan kamus Hornby page 748, maka arti dari kata politik ini adalah:

 

1369185161817227759
1369185161817227759

 

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang tukang, bila diberikan satu tugas untuk mengerjakan atau memperbaiki satu bangunan atau alat; maka si tukang akan menukangi setiap benda kerja yang diberikan kepadanya.

Demikan pula dengan politik, menurut uraian kamus dan tata bahasa; seorang politisi tugasnya tentulah mempolitiki.Ia pandai mempolitiki rekan-rekannya supaya terpilih Ketua.artinya “He was good at manipulating his friends so that he was chosen chairman”. Oleh karena itu, “Politik” sebenarnya adalah satu ilmu yang sangat istimewa.

Lebih lanjut, Politik tidak hanya sekedar apa yang dijelaskan oleh ungkapan kamus diatas; tetapi politik juga dapat melahirkan berbagai istilah yang sangat menarik seperti diantaranya istilah “demi kepentingan rakyat”.kadang juga bisa menjadi “prosedur”atau “dinas”, “izin” dlsb.

Menariknya, dengan istilah demi kepentingan rakyat tersebut; kini, banyak sekali orang yangbisa menjadi kaya raya.Tidak seperti Baginda RasululLah saw dulu yang karena juga pernah menggunakan istilah demi kepentingan rakyat (ummati); beliau justru harus rela berkantor didalam Ka’bah, duduk diatas kulit domba dilantai pasir menerima tamu negara, karena Beliau memang adalah kepala negara dikala itu.

Istilah menarik lainnya yang dapat dilahirkan oleh politik adalah ”izin”.Kalau dulu orang memahami izin artinya adalah kelayakan.Kelayakan bangunan, kelayakan mengemudi, kelayakan jalan dlsb.Tetapi kini, izin yang dilahirkan oleh politik tujuannya bukan lagi kelayakan melainkan kaya raya.  Kenapa izin bisa menjadikan kaya raya ?.  Karena izin itu kini lebih mengarah kepada pajak atau pungutan, sementara kelayakannya tidak lagi dipermasalahkan,

Lihat saja, meskipun sudah punya SIM, ternyata caranya mengemudi tetap saja ugal-ugalan. Demikian pula, meskipun sudah ada IMB, ternyata tata ruang bangunannya tetap saja amburadul. Itu baru sebahagian contoh.

Politik semakin menjadi menarik karena dengan politik orang bisa menghitung, gaji 10 jt/ bln selama 5 tahun bisa menjadi 50 – 500 M.Padahal bila dihitung secara hitungan dagang atau tekhnik; 10 jtX5 thnhasilnya adalah pasti 600 jt.Itulah makanya semakin banyak orang yang tertarik beralih kedunia politik, yaitunya suatu ilmu atau kegiatan yang dapat menjadikan orang menjadi kaya raya -- Mana ada kini orang politik yang miskin, ndak ada itu.

Lain halnya dengan kegiatan pertanian, yang menghasilkan pangan, yang menghasilkan makanan untuk semua orang termasuk orang-orang politik itu sendiri; sementara petaninya malah banyak yang miskin.Sehingga usaha pertanian kini menjadi semakin kurang menarik.Demikian opininya.

 

Penulis: M. Jamaan

Pensiunan PT. Chevron thn 2004

Artikel Ini sudah tayang di Kompasiana

 

Editor: chaviz

  Berita Terkait
  • Kelahiran Generasi Z, Kematian Media Cetak

    4 tahun lalu

    Di Indonesia, melihat kehadiran internet secara komersial di sini pada 1994, bisa dibilang Generasi Z adalah mereka yang lahir medio 1990-an hingga medio 2000-an.

  • Rahma Yani : Kaum Hawa Tidak Harus Hanya Berdiam Diri Dirumah, Perjuangan Aspirasi Perempuan Menjadi Prioritas Saya Jika Terpilih Nanti

    3 tahun lalu

    DUMAI (POROSRIAU.COM) – Politisi Perempuan yang sudah lama berkecimbung di Partai Politik Nasional Demokrat (NasDem) Kota Dumai ini, adalah Calon Anggota Legislatif (Caleg) Kota Dumai 2019 da

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    5 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • Pilkades Serentak Meranti Berjalan Tertip, Aman Dan Lancar

    4 tahun lalu

    Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bersama Kapolres Kepulauan Meranti AKBP. La Ode Proyek melakukan peninjauan Pemilihan Kepala Desa (Kades) Serentak di 3 Kecamatan di Kabupaten Meranti

  • Virus Corona: Antara 600.000 hingga 700.000 'Berisiko Terpapar', Pemerintah Indonesia Lakukan Rapid Test

    2 tahun lalu

    Tepat tiga pekan setelah Indonesia mengonfirmasi kasus pertama virus yang punya nama resmi Covid-19 tersebut, pemerintah memulai tes massal.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.