Minggu, 31 Mei 2020
  • Home
  • PEKANBARU
  • Sedih Ketika Dijauhi, Inilah Cerita Seorang Tim Medis RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru
Jumat, 10 April 2020 11:45:00

Sedih Ketika Dijauhi, Inilah Cerita Seorang Tim Medis RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru

Jumat, 10 April 2020 11:45:00
BAGIKAN:
hlc
Rumah Yatim saat memberikan bantuan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
PEKANBARU - Di tengah pandemi covid-19 seperti ini, tidaklah muda bagi seorang tim medis. Seperti yang diceritakan oleh salah satu dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad kepada tim Rumah Yatim cabang Riau.
 
Kepala cabang Rumah Yatim Riau, Ramdan menceritakan, sejak menangani pasien positif covid-19, sudah lama dokter tersebut tidak bisa pulang ke rumahnya. Rindu kepada anak dan istri harus dibendung hingga pandemi corona Covid-19 mereda. Ia tak berani pulang ke rumah untuk mengantisipasi virus covid-19 yang bisa saja terbawa olehnya.
 
"Kita rela berpisah dengan anak dan istri. Kadang ada sedih karena meninggalkan keluarga, tidak pulang ke rumah, takut untuk peluk anak-anak, dan takut tertular," tuturnya kepada Rumah Yatim, Kamis (9/4/2020).
 
Berhadapan langsung dengan pasien positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) membuatnya meningkatkan kewaspadaan. Ia tak mau anak dan istrinya juga tertular seandainya ia nekat tetap tinggal di rumah. Selain merasakan ketakutan, ia pun menceritakan suka duka kepada tim Rumah Yatim saat mengunjunginya di Rumah Sakit.
 
Ia menceritakan, setelah ia menangani pasien covid-19 mau tidak mau ia harus segera mandi, meskipun kondisinya tengah malam. Hal itu ia lakukan untuk antisipasi penyebaran wabah virus corona.
 
"Setiap kali kita ke pasien kita harus mandi, kalau siang tidak begitu masalah. Tapi kalau kita ke pasien tengah malam, kita harus mandi tengah malam, kadang sepi dan berkali-kali mandi tengah malam," tuturnya.
 
Tak hanya itu, ia pun harus menerima pandangan tetangga dan teman-teman yang mulai menjauhinya. Terkadang, ia harus berbohong tidak pernah menangani pasien covid-19. Hal itu ia lakukan semata-mata agar ia tidak dijauhi dan tidak dituduh sebagai pembawa virus.
 
"Banyak teman sejawat yang menjauhi saya, bahkan kita di bilang membawa virus. Banyak yang takut mendekat, bahkan kalau pulang tetangga kita ikut-ikutan takut sama kita. Kadang kita pun berbohong bahwa saya tidak pernah pegang pasien Covid 19 supaya tetangga gak takut dan menjauhi saya," lanjutnya.
 
Namun tak bisa ia pungkiri, itulah risiko kerja yang harus dijalaninya dengan lapang dada. Namun perasaan senang itu muncul ketika pasien yang ia tangani bisa sembuh.
 
Untuk itu, ia pun berpesan kepada masyarakat untuk tetap diam di rumah agar bisa memutus rantai penyebaran virus corona. 
 
"Tolong diam dulu di rumah jangan ngumpul-ngumpul dulu. Jika pun ada keperluan keluar rumah tolong pakai masker dan sering cuci tangan. Jika ada masyarakat dengan keluhan demam, batuk, nyeri tenggorokan, tolong jujur jawab pertanyaan petugas. Karena petugus sering kecolongan karena ketidakjujuran pasien," tandasnya. (rilis)
Sumber: halloriau.com/

  Berita Terkait
  • Notaris Neni Lolos dari Eksekusi JPU

    4 tahun lalu

    Untuk kali kedua, notaris senior Neni Sanitra lagi-lagi "lolos" dari eksekusi Jaksa Penuntut Umum (JPU). Padahal, terpidana satu tahun terkait perkara pemalsuan akta perjanjian tersebut harusnya sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan

  • Kesal Motornya Disalip, Pemuda Ini Nekat Sabet Wajah Seorang Pelajar Pakai Botol Kaca

    4 tahun lalu

    Pekanbaru(POROSRIAU.com) - Seorang pemuda, AM alias Arif (30) terpaksa harus berurusan dengan pihak Polsek Bukit Raya, Pekanbaru, Riau karena diduga telah menganiaya seorang pelajar dengan menggunakan botol minuman.

  • Chelsi Agustina, Bocah 9 Tahun Penderita Tumor Ganas Menunggu Uluran Tangan Masyarakat

    3 tahun lalu

    Lurah Rimba Sekampung, Rahmad Hidayat berharap kepada pemerintah dan masyarakat kabupaten Bengkalis, khususnya warga Rimba Sekampung agar dapat memberikan bantuan Kepada Chelsi Agustina (9) yang saat ini mengidap penyakit tumor ganas di bagian mulut.Ung

  • Pergulatan Bathin Kurir Narkoba, Dari Ateis Hingga Memeluk Islam

    3 tahun lalu

    Ardi Yoshua Napitupulu (27), Perjalanan hidup lelaki bermarga ini tergolong keras dan pahit. Berasal dari keluarga Kristen yang taat tapi perjalanan hidupnya membawa Yosi, demikian ia biasa dipanggil, menjadi seorang Ateis.

  • Kabag Kesra Kuansing Meninggal Mendadak Saat Mengikuti Rakor

    tahun lalu

    Gubernur Riau H Syamsuar mendengar kabar duka ini langsung bertolak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad. Sesampainya di rumah sakit ini, orang nomor satu di Riau ini mendoakan almarhum.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.