Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • POLITIK
  • Fahri: Provokator Beneran Saja, Jangan Bilang Surveyor
Selasa, 26 Maret 2019 11:24:00

Kesal Dengan LSI Denny JA

Fahri: Provokator Beneran Saja, Jangan Bilang Surveyor

Selasa, 26 Maret 2019 11:24:00
BAGIKAN:
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/RMOL

JAKARTA (POROSRIAU.COM)-  Lembaga survei yang mengaku independen harus direformasi ke depannya, seperti harus terbuka jika memang dibiayai oleh salah satu kandidat.

 
Usul tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/3), menanggapi pernyataan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan lembaga survei banyak yang bohong dan dibayar.
 
"Memang banyak lembaga survei yang salah," kata inisiator Gerakan Arah Baru Indonesias (GARBI) itu seraya menyarankan agar sebaiknya pemilik lembaga survei mengumumkan bahwa dia bukan lembaga survei independen, tetapi lembaga survei yang bekerja untuk kandidat.
 
Anggota DPR dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu bahkan mengaku pernah melakukan penelitian. Kemudian, beberapa lembaga survei memang memiliki asosiasi yang menaungi lembaga tersebut.
 
"Saya menduga, data hasil survei itu digunakan oleh lembaga-lembaga tersebut yang bernaung dalam sebuah asosiasi. Sehingga perbedaan hasil survei antara lembaga satu dengan lainnya tak jauh berbeda," bebebernya.
 
Oleh karena itu, Fahri menyarankan lembaga-lembaga survei tersebut memerlukan semacam Undang-undang (UU) untuk mengatur pekerjaannya agar lebih bertanggung jawab dan tidak menjadi partisan partai maupun paslon.
 
"Kalau mau partisan, diumumkan bahwa dia partisan. Jangan kemudian atas nama sains dan ilmu pengetahuan ternyata dia partisan," jelasnya.
 
Fahri juga menyebutkan, kritik capres nomor urut 02 itu merupakan bagian dari misinya, yaitu untuk mengatur lembaga-lembaga survei yang ada di Indonesia.
 
"Sebetulnya untuk menyelenggarakan satu proses pemilihan yang lebih fair, dengan cara mengatur lembaga survei," kata dia yang juga mengaku kesal dengan dengan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyatakan pemilih Prabowo kabanyakan radikal.
 
Bahkan dia menduga LSI mendiskreditkan Prabowo dengan melakukan propaganda melalui hasil surveinya. Makanya wajar jika dirinya mempertanyakan alasan LSI membuat survei tersebut.
 
"Nah itu yang saya bilang. Jadi atur moralnya, atur etiknya, atur juga regulasinya supaya jangan gitu. Dia niatnya memang nyerang. Ya terang saja masyarakat kan terbelah," jelas Fahri.
 
Apalagi, tambah Pimpinan DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu, jika opini pemilih Prabowo radikal terus dikembangkan. Dia khawatir masyarakat banyak yang ketakutan.
 
"Itu bukan kerjaan ilmuwan itu, pekerjaannya provokator. Ya makanya kalau mau jadi provokator, provokator beneran. Jangan bilang surveyor, karena itu enggak independen," tutupnya.**
 
sumber : rmol.co
  Berita Terkait
  • Disentil Sekali, Fahri Hamzah Balas KPK Lima Kali

    2 tahun lalu

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali berseteru dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, karena nama Fahri Hamzah tiba-tiba muncul dalam persidangan kasus suap pajak yang juga melibatkan adik ipar Presiden Jokowi, Arief Budi Sulistyo.

  • Konsistensi Kritikan 'Pedas' Fahri Hamzah Meski Jabatan Jadi Taruhan

    2 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkenal dengan gaya bicaranya yang lantang dan keras. Tak sedikit kritikan pedas Fahri dilontarkan terhadap pemerintah atas sebuah persoalan yang terjadi.

  • Bahas Restribusi Parkir, Camat Bungaraya Gelar Rakor Bersama Dishub Siak

    2 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Untuk membahas masalah pendapatan Parkir, pihak kecamatan Bungaraya gelar Rapat Koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten Siak Selasa (27/12/2016) di Aula Kantor kecamatan Bungaraya.

  • Pelayanan di Puskesmas Siak Dinilai Kerap Kecewakan Pasien, Zulfi Mursal: Harus Cepat Dievaluasi, Bila Perlu Ganti Kadisnya

    3 tahun lalu

    Terkait adanya keluhan dan laporan masyarakat soal pelayanan kesehatan yang diberikan oleh segelintir oknum di Puskesmas Siak, sejumlah pihak angkat bicara dan menyampaikan rasa keprihatinannya.

  • Antasari: Saya Mohon Bapak SBY Jujur, Cerita Apa yang Beliau Perbuat

    2 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, berbicara mengenai dugaan kriminalisasi terhadap dirinya.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.