Kamis, 19 Oktober 2017
    Jumat, 20 Januari 2017 21:05:00

    3 ABK WNI Hilang di Sabah, Kemlu: Belum Tentu Diculik Abu Sayyaf

    Oleh: Redaksi
    Jumat, 20 Januari 2017 21:05:00
    BAGIKAN:
    int
    Direktur Jenderal Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal

    JAKARTA(POROSRIAU.COM)-- Kementerian Luar Negeri RI membenarkan kabar hilangnya tiga warga negara Indonesia di perairan Taganak, negara bagian Sabah, Malaysia. Informasi itu berawal saat otoritas perairan Malaysia menemukan sebuah kapal nelayan yang bergerak tanpa awak. 

    Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan kabar tersebut baru diterima perwakilan RI di Malaysia pada 19 Januari kemarin. "Sekitar pukul 18.00 (waktu setempat), perwakilan RI di Malaysia memperoleh informasi ditemukannya kapal nelayan dengan nomor registrasi BN 883/4/F yang bergerak tanpa awak," ujar Iqbal seperti dilansir tempo.co, Jumat, 20 Januari 2017.
     

    Kapal yang ditemukan kemarin pukul 13.09 waktu setempat itu diyakini membawa sejumlah anak buah kapal (ABK) WNI. "Pemilik kapal telah mencoba melakukan komunikasi dengan ABK, tapi tidak berhasil. Mereka mengkonfirmasi bahwa tiga ABK itu adalah pekerja legal," kata Iqbal. 

    Kabar itu pun diberitakan media asing. Laman Inquirer.net, misalnya, menyebutkan ketiga WNI hilang tepat saat otoritas Filipina berhasil membebaskan dua warga negaranya dari kelompok Abu Sayyaf dari Filipina Selatan. 

    Hilangnya tiga WNI pun sempat dilaporkan petinggi Western Mindanao Command, Mayor Carlito Galvez. Tiga ABK itu diyakini bernama Hamdan bin Salim, Subandu bin Sattu, dan Sudarling Samansung. 

    Mewakili Kemnterian Luar Negeri RI, Iqbal belum memastikan tiga WNI tersebut diculik. Menurut dia, Konsul Jenderal Kota Kinabalu dan perwakilan RI Tawau sudah bergerak ke lokasi dan menghubungi pihak terkait untuk memastikan informasi. 

    "Otoritas Malaysia masih melakukan penyelidikan. Karena itu, belum dapat dipastikan tiga WNI tersebut diculik," ujarnya.(RED)

    Editor: Chaviz

    copy code snippet
    Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
      Berita Terkait
  • Bupati Rohil Pimpinan Apel Siaga Gabungan

    tahun lalu

    Bagansiapiapi(POROSRIAU.com) - Bupati Rokan Hilir H.Suyatno didampingi Danrem 031 Wirabima Brigjend. (Arh) Nurendi,Msi pimpin apel gabungan yang diikuti TNI/Polri,BPBD dan Kesbangpol dihalaman Kantor Dinas Kehutanan Batu Enam,Rabu ( 17/8/16).

  • Pekanbaru Jadi Sorotan Tentang Pelayanan Publik

    8 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Guna mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan publik yang ada di kota Pekanbaru, Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (7/2) siang menggelar hearing terbuka dengan pihak Ombudsman RI Provinsi Riau.

  • Abu Sayyaf Bantai 9 Warga Sipil Di Pulau Basilian

    2 bulan lalu

    Militan Abu Sayyaf dilaporkan menewaskan sembilan warga sipil dan melukai 10 lainnya saat mereka menyerang sebuah kota di Filipina, pada Senin (21/8) dini hari.

  • HMD Sesalkan Kebijakan Walikota

    tahun lalu

    Ketua Himpunan Mahasiswa Dumai M. Aderman menyesalkan kebijakan Walikota Dumai yang meminta seluruh Kepala Dinas untuk tidak membagikan proyek Penunjukan Langsung (pl) sebelum ada instruksi darinya.

  • Gedung Puluhan Miliar Belum Rampung Dan Terbengkalai

    tahun lalu

    Harapan kita, KPA, PPTK dan rekanan proyek yang fenomenal itu diperiksa. Kalau memang ada kesalahan dan merugikan keuangan Negara tentu harus diproses secara hukum, pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.