Sabtu, 19 Agustus 2017
  • Home
  • SOLSEL
  • Handphone Pengunjung Raib, Tokoh Masyarakat Sebut Kawasan SRG Minim Pengamanan
Jumat, 11 Agustus 2017 21:30:00

Handphone Pengunjung Raib, Tokoh Masyarakat Sebut Kawasan SRG Minim Pengamanan

Oleh: V
Jumat, 11 Agustus 2017 21:30:00
BAGIKAN:
Liputan 6
Kawasan Saribu Rumah Gadang Solok Selatan.

SOLSEL(POROSRIAU.COM)--Kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) yang berlokasi di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan (Solsel) Sumatera Barat, merupakan sebuah kawasan yang saat ini menjadi trend dikalangan wisatawan lokal, bahkan Manca Dunia.

Hampir setiap hari tamu berdatangan kelokasi SRG tersebut, tamu-tamu yang datang bukan saja dari kalangan warga biasa, namun sudah ketingkat orang-orang intelektual dari pulau Jawa dan luar Negeri.

Hal ini tentu membawa keberuntunhan bagi Nagari dan pemilik Rumah Gadang (rumah adat minangkabau, red)  tersebut.

Pemerintahan Daerah (Pemda) Solsel bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga selalu berupaya mendukung, bahkan  mengajak semua elemen untuk menggiatkan dan meramaikan kawasan SRG ini.

Belakangan ini, dimana kawasan SRG yang menjadi kebanggan rang (masyarakat, red) Solsel tersebut tidak lagi aman dan nyaman. Pasalnya masih ada tangan-tangan jahil yang bergentayangan di kawasan tersebut dan pengamananpun dinilai masih kurang.

Seperti dialami Ayu, salah seorang mahasiswi Universitas Andalas (Unand) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jorong Simancuang, Nagari Alam Pauh Duo,Solsel.  Dimana Ia terpaksa merelakan kehilanan Handpone Android kesayangannya di area SRG tersebut, Jumat (11/8/2017)

Diceritakan Ayu, awalnya Ia hendak ke pasar Muaralabuh untuk belanja peralatan dapur. Di tengah perjalanan, Ia bersama Lima orang rekannya menyempatkan diri untuk mengunjungi salahsatu Rumah Gadang di kawasan SRG tersebut.

Tak ingin kehilangan moment, Ia dan kawan-kawan mengabadikan kunjungan tesebut dengan berfoto-foto ria, sementara itu tas yang berisikan Hanphone miliknya di letakan di atas bandu Rumah Gadang tersebut. Naasnya, sekejap saja tas itu lenyap.

" Didalamnya banyak dokumen dan bahan perkuliahan saya pak, saya berharap hanphone tersebut bisa ditemukan," tutur Ayu kepada awak media.

Sontak saja kejadian tersebut membuat heboh warga sekitar, siang itu juga kepala Jorong Kampung Nan Limo, langsung bergerak untuk mencari siapa pelakunya. Sayangnya pencarian tersebut tidak berhasil.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat di kawasan SRG, Syahrial, menilai bahwa kawasan SRG tersebut memang sangat minim pengamanan.

" Kawasan ini kurang pengamanan saja, kalau yang lainya bagus, " jelasnya.(v)

Editor: Chaviz

Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • PKS PT MAI Diduga Buang Limbah Kesungai Batang Kumu

    10 bulan lalu

    Pabrik Kelapa Sawit milik PT Mazuma Agro Indonesia di Padang Lawas (Palas) Sumatera Utara, Diduga kuat buang limbah berbahayanya ke aliran sungai Batang Kumu, yang berada di Desa Sei Madang Komango, Kecamatan Tambusai.

  • Pemkab Solsel Pastikan Kesiapan Berbagai OPD Menghadapi Lebaran

    2 bulan lalu

    Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) melakukan berbagai persiapan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idul Fitri 1438 H/ 2017 M, yang diperkirakan jatuh pada hari Minggu (25/06)

  • Polsek Medang Kampai Tangkap Pengedar Daun Cimeng

    tahun lalu

    Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Medang Kampai amankan ataupun tangkap seorang laki-laki atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis Tanaman Daun Ganja Kering berdasarkan Laporan Polisi Nomor

  • Mahasiswa dan NGO Rupat Kutuk Ah Kam

    tahun lalu

    RUPAT(POROSRIAU.com) – Sejumlah Mahasiswa asal Rupat mengutuk prilaku Pengusaha Ah kam yang menjadikan kawasan Hutan Pruduksi Terbatas (HPT) sebagai kawasan perkebunan sawit maupun karet. &ld

  • GNPK RI : Komisi III Jangan Sebatas Hoax

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com)- Masalaah Proyek overlay jalan Bintan yang diduga kuat dikerjakan timses Zulkifli As yang pengerjaannya tidak sesuai dengan bestek yang ada mendapat perhatian serius dari semua

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.