Rabu, 23 Agustus 2017
  • Home
  • SOLSEL
  • Mengenang Badia-badia Batuang, Permainan Rakyat yang Sudah Mulai Terlupakan
Kamis, 08 Juni 2017 09:12:00

Mengenang Badia-badia Batuang, Permainan Rakyat yang Sudah Mulai Terlupakan

Oleh: viz
Kamis, 08 Juni 2017 09:12:00
BAGIKAN:
int
Meriam Bambu

SOLSEL(POROSRIAU.COM)--Di bulan suci ramadhan identik dengan kembang api dan petasan. Namun di bulan ramadhan ada yang lebih spesifik dari kembang api, yaitu Meriam Bambu.

Meriam-meriam bambu ini biasa dimainkan dikampung-kampung untuk meramaikan suasana dan kegiatan menunggu waktu datangnya berbuka puasa. Di Solok Selatan ( Solsel) meriam bambu ini di sebut “ Badia-badia Batuang”.

Badia-badia batuang ini terbuat dari bambu yang memiliki diameter lebih besar dari bambu sejenis lainnya dan dengan panjang bambu sekitar 3 meter yang di lubangi pada sekat-sekat ruasnya sehingga menjadi mirip pipa, namun pada bagian pangkal ruasnya tidak dilubangi, dipertahankan karena nantinya dipergunakan untuk menampung minyak tanah, dan pada bagian atasnya dibuat lubang kecil untuk mengisi minyak dan memasukkan sumbu api.

Permainan badia-badia batuang ini terbilang memiliki resiko rendah. Resiko yang sering diakibatkan adalah terbakarnya bulu alis atau bagian muka yang lain karena kena uap panas saat meniup lubang sumbu.

Namun juga menjadi lebih perhatian jika permainan ini sudah melibatkan benda benda yang di pasang pada bagian moncongnya. Seringnya yang dipasang adalah kaleng kaleng bekas. Kaleng kaleng ini akan terlempar saat badia-badia batuang disulut dan meledak. Terlebih jika ditambahkan karbit sebagai bahan ledaknya, dan sudah dapat dipastikan maka efek ledakan akan sangat kuat sehingga menimbulkan suara ledakan yang semakin keras dan itu akan menambah suasana riuh gembira.

Namun sayangnya di masa sekarang, permainan ini sudah jarang sekali ditemukan, anak-anak tak tampak lagi kebersamaanya dalam memainkan permainan ini. Entahlah, berharap permainan ini tetap lestari dan dimainkan.(*/viz)

 

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Lestarikan Permainan Tradisional Siak, MPKS Taja Adu Ketangkasan Gasing dan Layangan

    3 bulan lalu

    Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) menggelar adu ketangkasan permainan rakyat yang diikuti sekitar 100 team dari berbagai daerah dan elemen masyarakat. Adapun adu ketangkasan yang dipertandingkan tersebut adalah Gasi

  • Masyarakat Kecam Sikap Diam Wakil Rakyat

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU)-Sejumlah masyarakat mengecam  dan mengaku kecewa dengan sikap wakil rakyat yang diam ketika proyek overlay yang menelan biaya miliaran rupiah dikerjakan tidak sesuai dengan be

  • Karang Taruna Bumi Ayu Ajak Anggota Dewan dan Kadis PU "Bersahabat"

    tahun lalu

    Dumai(POROSRIAU.com) – Menyikapi kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Dumai yang nyaris tidak tampak untuk kepentingan masyarakat bawah, sudah banyak masyarakat yang mengeluh dan gerah.

  • SMKN 4 Pekanbaru Gelar Berbagai lomba

    tahun lalu

    Pekanbaru(POROSRIAU.com) - Guna meyemarakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, SMK 4 Pekanbaru akan menyelenggarakan berbagai kegiatan perlombaan, berbagai persiapan pun telah dipersiapkan.

  • SMAN 12 Pekanbaru Gelar lomba Garfiti

    tahun lalu

    Pekanbaru(POROSRIAU.com) - Dalam rangka menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, SMA 12 Pekanbaru telah menyelenggarakan lomba grafiti yaitu melukis ditembok beton dengan mengunakan cat atau warna. "Lomba grafiti ini se

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.