Rabu, 22 November 2017
  • Home
  • SOLSEL
  • Selain Irit Biaya, Menggunakan Alat Tradisional Hasilnya Diyakini Lebih Bagus
Rabu, 13 September 2017 13:17:00

Selain Irit Biaya, Menggunakan Alat Tradisional Hasilnya Diyakini Lebih Bagus

Oleh: bgv
Rabu, 13 September 2017 13:17:00
BAGIKAN:
Madan, sedang berjibaku menarik tali kerbau yang terpasang di bajaknya. (foto/bgv)

SOLSEL(POROSRIAU.COM)--- Di tengah gempuran alat modern, ternyata masih ada petani menggunakan alat tradisional. Tepatnya di Jorong Sungai Aro, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat. Dimana salahsatu petani tampak masih menggunakan bantuan dua ekor sapi untuk menarik bajak.

Dari pantauan awak media, pagi itu, (Minggu 10/9) disebuah sawah terlihat seorang  petani dengan kendaraan kunonya sedang berjibaku menarik tali kerbau yang terpasang di bajaknya.

Sementara sang kerbau yang tengah berbadan dua, dengan santai dan pelan berjalan sambil memakan bekas jerami sawah, yang merupakan makanan favoritnya.

"Usss.uss...ha..haaa...krek..krek..krek" suara yang keluar dari mulut pak tani itu, rupanya sang kerbau ini mengerti pula dengan bahasa itu sambil berputar.

Melihat pemandangan langka tersebut, awak media mencoba menghampiri sang petani tersebut. Diketahui petani tersebut bernama Madan (67), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Di Ateh,Kabupaten Solok Selatan.

Dengan keringat bercucuran Madan memarkirkan kendaraan tradisionalnya dan mulai panjang lebar bercerita.

Ketika Ia ditanyai " kenapa tidak pakai bajak yang dari mesin itu pak, kan lebih cepat dan praktis" tanya awak media.

Dengan cepat laki-laki 67 tahun itu menjawab, "Mendingan pakai yang lama saja, kita punya sarana semua, kerbau kita punya, alat bajak punya, irit biaya lagi. Sayang kalau tidak dimanfaatkan,"ucap Madan, sambil mengelus keringat di keningnya.

Dan lagi menurut bapak empat anak ini, hasilnya lebih bagus dengan bajak kerbau tersebut, diakuinya bahwa Ia tidak pernah memakai mesin dalam proses pembajakan sawah.

" Kalau yang sudah-sudah, memang dengan mesin itu cepat dan mudah, namun hasilnya sangat kurang, yang mana jika dengan mesin humus tanah itu bisa mati, sebab mesin itu main paksa. Berbeda dengan kerbau, tanah sawah kita bisa terawat," tuturnya.

Ditambahkannya, para petani di sekitar sini selalu memakai alat bajak dengan mesin, juga termasuk adik saya.

" Kalau saya bajak kerbau ini saja," imbuhnya.

Hal yang menarik dari perbincangan dengan pak Madan, kerbau yang Ia pakai saat membajak sawah tersebut tengah mengandung tiga bulan. Dimana, hasil perkawinan kerbau dengan seekor sapi.

" Itu kan boleh, buktinya saat ini kerbau saya mengandung," katanya sambil berkelakar.

Terik mata hari sudah mulai menyengat, Awak Media pun pamit, " Ambo taruian karajo ko stek lai lu yo," kelakarnya lagi.(BVG)

Editor: Chaviz

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Rokan Hilir Berpotensi Di Bidang Perikan Dan Budidaya Kerang Laut

    satu bulan lalu

    Kabupaten Rokan Hilir memiliki daya tarik dan kenggulan dilihat dari investasi perikanan baik dari perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut denga memiliki suMber daya hayati (dapat Pulih).

  • Menunggu Hasil Uji Labor Sample Limbah PT RSI, Plt Camat Ujungbatu Akan Laksanakan Normalisasi Pada Sungai

    7 bulan lalu

    UJUNGBATU(POROSRIAU.COM)- Daerah Aliran Sungai (DAS) Ngaso dan sungai perbatasan di Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan hulu (Rohul) yang terindikasi dicemari oleh Limbah cair atau Effluent Perusahaan Industri Pabrik Kelapa Sawit (PK

  • Ketika Lagu "Kampuang Nan Jauah Dimato" Dinyanyikan Ala Sunda

    7 bulan lalu

    Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar acara Sales Mission di tiga kota di Malaysia yakni Seremban, Malaka dan Johor Bahru pada 26, 27 dan 28 April 2017.

  • Ini Tujuan Peluncuran Film "Mencari Mustika"

    tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.com) - Peluncuran film perdana "Mencari Mustika" yang di produksi oleh Yayasan Lestari Warisan Meranti Selatapanjang dan Lembaga Adat Melayu-Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti yang diputar pada Sabtu (6/8) malam di halama

  • RSUD Dumai Tidak Optimal Melayani Pasien BPJS

    tahun lalu

    Dumai (POROSRIAU.com) - Pasien BPJS yang rutin membayar uang iuran bulanan tidak mendapat pelayanan yang layak ketika berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, harapan mendapatkan pelayanan yang baik setelah membayar iuran, pupus ketika sudah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.