Rabu, 23 Agustus 2017
  • Home
  • Travel
  • Ketika Lagu "Kampuang Nan Jauah Dimato" Dinyanyikan Ala Sunda
  • Home
  • TRAVEL
  • Ketika Lagu "Kampuang Nan Jauah Dimato" Dinyanyikan Ala Sunda
Minggu, 30 April 2017 11:58:00

Ketika Lagu "Kampuang Nan Jauah Dimato" Dinyanyikan Ala Sunda

Oleh: Redaksi
Minggu, 30 April 2017 11:58:00
BAGIKAN:
int
Masing-masing personel memainkan satu alat musik yakni suling, kendang dan kecapi. Salah satu lagu yang dibawakan oleh grup musik tersebut adalah nyanyian dari Sumatera Barat yaitu Kampuang nan Jauh di Mato.

POROSRIAU.COM--Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar acara Sales Mission di tiga kota di Malaysia yakni Seremban, Malaka dan Johor Bahru pada 26, 27 dan 28 April 2017.

Tujuannya adalah untuk memertemukan pelaku usaha bidang pariwisata (travel agent) di Indonesia dengan para travel agent di Malaysia. Harapannya, terjadi kerjasama yang nantinya dapat meningkatkan jumlah wisatawan dari Malaysia ke Indonesia.

Guna menarik minat para travel agent dari Malaysia, Kemenpar menghadirkan penampilan grup musik tradisional khas Sunda dari Griya Seni Ekayana pada acara pembukaan Sales Mission yang digelar di Hotel The Royale Bintang Seremban, Malaysia, Rabu (26/4/2017).

Musik tradisional Sunda kali ini ditampilkan Kemenpar sebagai perwakilan atas berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia. Penampilan grup musik tersebut cukup sederhana, karena hanya terdiri dari tiga orang.

Masing-masing personel memainkan satu alat musik yakni suling, kendang dan kecapi. Salah satu lagu yang dibawakan oleh grup musik tersebut adalah nyanyian dari Sumatera Barat yaitu "Kampuang nan Jauh di Mato".

Namun karena latar belakang para pemainnya adalah musik khas Sunda, maka lagu itu pun berubah. Pada bagian-bagian tertentu, teknik 'cengkok' sang vokalis yang sangat khas lagu-lagu Jawa Barat justru mengubah lagu "Kampuang Nan Jauh di Mato" itu menjadi lebih menggelitik telinga.

Seorang pemilik travel agent dari Malaysia yang jadi peserta dalam acara Sales Mission kali ini, Anis Shazwani mengaku menikmati musik tradisional yang disajikan.

"Asik banget," ujarnya.

Menurut Anis, Indonesia merupakan negara yang bagus. Selain alam, budaya dan tradisinya juga beragam. "Saya tidak pernah pergi (ke Indonesia), tapi ingin pergi," tuturnya.

Ditemui usai acara, Deni, vokalis sekaligus pemain suling grup musik tersebut mengaku sengaja mengombinasikan dua unsur budaya yang berbeda untuk penampilan pada rangkaian acara Sales Mission ini. "Agar tercipta alunan musik yang berbeda dari biasanya," kata Deni.(*/Kpc)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Antasari Mengaku Dapat Ancaman Melalaui Keluarganya

    6 bulan lalu

    JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar mengaku masih mendapat ancaman dari pihak tertentu.

  • Ungku Saliah, Kakek Berkopiah di Sejumlah Rumah Makan Padang

    2 bulan lalu

    KESAKTIANNYA jadi buah bibir urang awak. Dipercaya membawa keberuntungan, potret Ungku Saliah kerap dijumpai di rumah makan Padang. Fenomena ini pun diangkat sejumlah mahasiswa dalam skripsinya.

  • 2 Pemburu Pokemon Go Ditembaki Pemilik Rumah

    tahun lalu

    Dua remaja yang mencari Pokemon larut malam dihujani peluru. Mobilnya ditembak oleh salah satu pemilik rumah di Florida yang marah.

  • Notaris Neni Lolos dari Eksekusi JPU

    tahun lalu

    Untuk kali kedua, notaris senior Neni Sanitra lagi-lagi "lolos" dari eksekusi Jaksa Penuntut Umum (JPU). Padahal, terpidana satu tahun terkait perkara pemalsuan akta perjanjian tersebut harusnya sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan

  • Reuni Dua Dasawarsa SMANSIX Pekanbaru '96 Berlansung Seru dan Penuh Keceriaan

    tahun lalu

    Masa-masa SMA bagi banyak orang adalah masa-masa yang penuh kenangan dan sulit tuk dilupakan. Ini pula yang dirasakan para alumni SMAN 6

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.