Senin, 19 Februari 2018
  • Home
  • Travel
  • Tidak Perlu Ke Mesir, Di Indonesia Juga Ada Mumi, Penasaran?
  • Home
  • TRAVEL
  • Tidak Perlu Ke Mesir, Di Indonesia Juga Ada Mumi, Penasaran?
Jumat, 18 Agustus 2017 10:03:00

Tidak Perlu Ke Mesir, Di Indonesia Juga Ada Mumi, Penasaran?

Oleh: Redaksi
Jumat, 18 Agustus 2017 10:03:00
BAGIKAN:
detik Travel
Salah satu mumi yang ada di Kampung Sompaima, Distrik Kurulu, Wamena.

POROSRIAU.COM--Tidak usah jauh-jauh ke Mesir untuk melihat mumi. Di Wamena, Papua ada lho mumi yang asli punya Indonesia.

Selama ini kata mumi selalu melekat pada jenazah yang dililit kain di Mesir. Faktanya, mumi ada di beberapa tempat di dunia termasuk Indonesia. Hanya saja, mumi yang ada di Indonesia juga berbeda dengan yang ada di Mesir. Penasaran?

Di Wamena, salah satu mumi ada di Kampung Sompaima, Distrik Kurulu. Ketika detikTravel berkunjung ke sana beberapa waktu lalu, mumi Papua memang sangat berbeda dengan mumi Mesir.

Sebelumnya, Kampung Sompaima memang sudah terkenal di kalangan wisatawan. Muminya disimpan di dalam Honai, rumah tradisional, dan dikeluarkan hanya saat wisatawan datang.

Dijelaskan oleh pemandu kala itu, bahwa mumi yang ada di Distrik Kurulu sudah berumur tiga abad. Mumi itu adalah Kepala Suku Wi Motok Mabel yang diawetkan dengan cara di asapi di dalam honai (Rumah khas Papua - red)

Mumi ini berwarna hitam dengan posisi duduk dan menatap ke langit. Mulutnya terlihat menganga dengan kedua tangannya memegang masing-masing kedua lututnya. Ada koteka dan juga topi yang terlihat sangat kering.

Usut punya usut, mumi kepala suku tersebut meninggal karena sakit. Proses mumifikasi ala Papua dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan lambang kesejahteraan. Mumi ini lebih dari sekedar mayat yang diawetkan dan bisa dilihat saja.

Ada tiga alasan mengapa jenazah seseorang dijadikan mumi dan dihormati. Pertama adalah karena kepala suku, kedua adalah panglima perang dan ketiga adalah orang yang dianggap berjasa.

Fakta menarik lainnya, mumi ini lebih dari sekedar mayat yang diawetkan dan bisa dilihat saja. Dari mumi inilah, masyarakat di kampung dapat hidup sejahtera. Sebab, mumi ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang artinya dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga kampungnya.

Di Wamena sendiri, diperkirakan ada tiga mumi. Di Wamena ada dua mumi di Distrik Kurulu dan satu di Distrik Asolagaima. Namun itu baru yang di Wamena saja, masih ada mumi lain di Papua yang belum banyak diketahui.

Seperti di Distrik Sugapa misalnya, masih ada mumi Moni yang belum banyak diketahui wisatawan. Fakta itu pun diungkapkan oleh Maximus Tipagau, masyarakat asli Suku Moni sekaligus pendiri operator tur Adventure Carstensz pada detikTravel beberapa waktu lalu.

Diungkapkan oleh Maximus, Mumi Moni ini bernama Belau Mala. Diperkirakan, usianya sudah 100 tahun lebih. Mengapa dia dijadikan mumi seperti ini, sebab dirinya dianggap berjasa bagi sukunya, Suku Moni.

Bagi wisatawan yang mau melihat mumi, dikenakan biaya Rp 200-300 ribu. Cukup mahal, tapi pengalaman melihat mumi tidak akan terlupakan seumur hidup.

Papua masih memiliki banyak hal menarik di tiap tempatnya. Inilah destinasi yang penuh keajaiban dan misteri yang menarik untuk ditelusuri.***

Editor: Chaviz

Sumber: Detik travel

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Beredar Pesan Habib Rizieq Minta Umat Islam Maafkan Ahok, Benarkah?

    tahun lalu

    Intruksi Imam Besar Front Pembela Islam, Al Habib Muhammad Rizieq Syihab yang meminta umat Islam memaafkan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus dugaan penistaan agama, tersebar di sosial media.

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti ke-8, Bupati Ajak Segenap Masyarakat Bersatu Padu Bangun Meranti

    tahun lalu

    SELATPANJANG (POROSRRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016. Upacara dalam rangka mengenang terbentuknya Kabupaten Meranti pada Tanggal 19 Desember 20

  • Gara-gara Izin Ekspor, Nasib Freeport Tahun Ini di Ujung Tanduk

    tahun lalu

    POROSRIAU.COM-- Pemerintah tengah berjuang untuk meningkatkan nilai tambah hasil mineral dalam negeri. Salah satunya, dengan meminta perusahaan tambang yang beroperasi di dalam negeri harus mengolah mineral melalui pabrik pengolahan dan pemurnian atau sme

  • AJI Dan ICCO Cooperation Gelar Media Briefing Sehari

    7 bulan lalu

    Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru bekerjasama dengan ICCO Cooperation akan menggelar Media Briefing Sehari pada Kamis, 3 Agustus.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Poros Riau. All Rights Reserved.