Jumat, 24 November 2017
  • Home
  • Travel
  • Tidak Perlu Ke Mesir, Di Indonesia Juga Ada Mumi, Penasaran?
  • Home
  • TRAVEL
  • Tidak Perlu Ke Mesir, Di Indonesia Juga Ada Mumi, Penasaran?
Jumat, 18 Agustus 2017 10:03:00

Tidak Perlu Ke Mesir, Di Indonesia Juga Ada Mumi, Penasaran?

Oleh: Redaksi
Jumat, 18 Agustus 2017 10:03:00
BAGIKAN:
detik Travel
Salah satu mumi yang ada di Kampung Sompaima, Distrik Kurulu, Wamena.

POROSRIAU.COM--Tidak usah jauh-jauh ke Mesir untuk melihat mumi. Di Wamena, Papua ada lho mumi yang asli punya Indonesia.

Selama ini kata mumi selalu melekat pada jenazah yang dililit kain di Mesir. Faktanya, mumi ada di beberapa tempat di dunia termasuk Indonesia. Hanya saja, mumi yang ada di Indonesia juga berbeda dengan yang ada di Mesir. Penasaran?

Di Wamena, salah satu mumi ada di Kampung Sompaima, Distrik Kurulu. Ketika detikTravel berkunjung ke sana beberapa waktu lalu, mumi Papua memang sangat berbeda dengan mumi Mesir.

Sebelumnya, Kampung Sompaima memang sudah terkenal di kalangan wisatawan. Muminya disimpan di dalam Honai, rumah tradisional, dan dikeluarkan hanya saat wisatawan datang.

Dijelaskan oleh pemandu kala itu, bahwa mumi yang ada di Distrik Kurulu sudah berumur tiga abad. Mumi itu adalah Kepala Suku Wi Motok Mabel yang diawetkan dengan cara di asapi di dalam honai (Rumah khas Papua - red)

Mumi ini berwarna hitam dengan posisi duduk dan menatap ke langit. Mulutnya terlihat menganga dengan kedua tangannya memegang masing-masing kedua lututnya. Ada koteka dan juga topi yang terlihat sangat kering.

Usut punya usut, mumi kepala suku tersebut meninggal karena sakit. Proses mumifikasi ala Papua dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan lambang kesejahteraan. Mumi ini lebih dari sekedar mayat yang diawetkan dan bisa dilihat saja.

Ada tiga alasan mengapa jenazah seseorang dijadikan mumi dan dihormati. Pertama adalah karena kepala suku, kedua adalah panglima perang dan ketiga adalah orang yang dianggap berjasa.

Fakta menarik lainnya, mumi ini lebih dari sekedar mayat yang diawetkan dan bisa dilihat saja. Dari mumi inilah, masyarakat di kampung dapat hidup sejahtera. Sebab, mumi ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang artinya dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga kampungnya.

Di Wamena sendiri, diperkirakan ada tiga mumi. Di Wamena ada dua mumi di Distrik Kurulu dan satu di Distrik Asolagaima. Namun itu baru yang di Wamena saja, masih ada mumi lain di Papua yang belum banyak diketahui.

Seperti di Distrik Sugapa misalnya, masih ada mumi Moni yang belum banyak diketahui wisatawan. Fakta itu pun diungkapkan oleh Maximus Tipagau, masyarakat asli Suku Moni sekaligus pendiri operator tur Adventure Carstensz pada detikTravel beberapa waktu lalu.

Diungkapkan oleh Maximus, Mumi Moni ini bernama Belau Mala. Diperkirakan, usianya sudah 100 tahun lebih. Mengapa dia dijadikan mumi seperti ini, sebab dirinya dianggap berjasa bagi sukunya, Suku Moni.

Bagi wisatawan yang mau melihat mumi, dikenakan biaya Rp 200-300 ribu. Cukup mahal, tapi pengalaman melihat mumi tidak akan terlupakan seumur hidup.

Papua masih memiliki banyak hal menarik di tiap tempatnya. Inilah destinasi yang penuh keajaiban dan misteri yang menarik untuk ditelusuri.***

Editor: Chaviz

Sumber: Detik travel

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • LAMR Menggelar Kenduri Adat Sempena HUT Kab. Bengkalis ke-504

    tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.com) - Sempena Hari Jadi Ke-504 Bengkalis, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Senin (01/08/2016) malam menggelar kenduri adat di gedung LAMR Bengkalis, jalan Pramuka, desa Air Putih, Bengkalis.

  • Humas Inhu Sosialisasikan LAPOR dihadapan Mahasiswa Baru STIE

    tahun lalu

    Inhu (POROSRIAU.com) - Bagian Humas Setda Kabupaten Inhu menggelar sosialisasi Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) dihadapan ratusan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indragiri Rengat, Kamis (1/9) di Gedung Dang Purnama Rengat

  • PAN Deklarasi Dukungan Zulher - Dasril, Menyusul PDI,PKPI dan PPP

    tahun lalu

    Bangkinang (POROSRIAU.com) - Partai Amanat Nasional Kabupaten Kampar deklarasikan dukungan terhadap bakal calon Bupati dan wakil Bupati Kampar tahun 2017 - 2022 kepada Zulher MS- Dasril Afandi, minggu (18/9/2016) di kantor DPD PAN Kampar jalan DI Panjaita

  • Wabup Said Hasyim: Peringatan Hari Sumpah pemuda Jangan Hanya Seremonial Belaka Tapi Harus Dengan Aksi Nyata

    tahun lalu

    POROSRIAU.COM, Meranti- Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-88 Tahun 2016, upacara dalam rangka membangkitkan semangat juang generasi muda membangun negeri itu, dipusat

  • Waspada, Ribuan Situs Dagang & Investasi Bodong Masih Aktif

    tahun lalu

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah memblokir 690 situs dagang dan investasi yang terindikasi melakukan penipuan. Namun demikian, masyarakat sebaiknya tetap ekstra hati-hati melakukan transaksi bisnis di dunia maya. Pasalnya, diperki

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.