Kamis, 19 Oktober 2017
  • Home
  • Bengkalis
  • Delapan Tahun Derita Kanker Rahim, warga Bengkalis Ini Butuh Uluran Tangan
Selasa, 25 Juli 2017 15:05:00

Delapan Tahun Derita Kanker Rahim, warga Bengkalis Ini Butuh Uluran Tangan

Oleh: der/pen
Selasa, 25 Juli 2017 15:05:00
BAGIKAN:
der/pen
Julinar (38th) warga Desa Pangkalan Batang, Bengkalis penderita kanker rahim 8 tahun hidup dalam keprihatinan.

BENGKALIS(POROSRIAU.COM)- Julinar (38th) warga Desa Pangkalan Batang, Bengkalis penderita kanker rahim 8 tahun hidup dalam keprihatinan.

Jurnalis media media ini yang menyambangi rumah Julinar berukuran sekitar 5 meter X 5 meter dan cuma ada 1 kursi yang sobek sangat terenyuh melihat wajah Jukinar dan 3 orang anaknya yang belum bisa berbuat banyak merubah nasib mereka. 1 putranya berumur 17 tahun saat ini adalah siswa pada sebuah SLTP di daerahnya.

"Emi (anak pertama) nganggur 2 tahun sebab tiada biaya untuk melanjutkan pendidikan. Selama 2 tahun dia bekerja untuk mencari biaya sekolah. Dua adik perempuannya, nomor dua berhenti kelas 1 Mts (16th), dan yang bungsu berhenti kelas 4 SD (13th)," ungkap Julinar, Minggu (23/7/2017) dengan nada sedih.

Bersama tiga anaknya, Julinar yang menempati rumah papan berusia 13an tahun ini merupakan bantuan Bupati Bengkalis. Kondisi rumah ini terlihat lapuk, jendela tak bisa dibuka lagi hanya tetap tertutup sebab tiang menempelkan ensel jendela ini tak lagi bisa dipaku. Begitu pula tiang pintu masuk bagian bawahnya juga tidak lagi menempel pada beloti landasan pintunya.

"Rumah ini adalah bantuan Bupati Bengkalis yang memberikan uang sebesar Rp. 2,5 juta. Uang ini untuk pembelian papan dan seng," tambah Julinar.

Papan lantai ruang tamu telah diganti kalau tidak lapuk semua sebab terkena hujan yang menembus atap yang bocor. Uangnya kiriman dari bapak yang dikumpul sedikit-sedikit di luar keperluan makan.

Julinar mengaku, "Sebulan sekali di bagian perut bekas operasi dulu selalu kambuh rasa sakit, kalau yang di balik paha (ada benjolan yang menurut dokter adalah kanker jinak) habis dibawa kerja akan mendenyut," keluhnya.

Sejak beberapa tahun kebelakangan ini, Deni suami Julinar (asal Sarawak, Malaysia) tak ada kabar, "Nomor hp bapak tak aktif lagi," ungkap anak kedua Julinar.

"Dulu kalau bapak tidak ada mengirimkan uang, saya ke sana (di Parit Jawa, Muar)," tambah Julinar pula.

Untuk mengurangi biaya hidup, kedua anak perempuan Julinar terkadang pergi menjaring ikan. "Biasa dapat ikan blanak dan syakap di kolam lama, ikan ini buat makan saja. Mereka juga terkadang mencari lokan dan siput, hasilnya dijual ada kedai yang membeli tapi lokan dan siput tadi suruh Bawak pulang," tuturnya.

Walaupun demikian, ketiga orang anak  Julinar tetap bersemangat melanjutkan pendidikan. "Rencana tamat SMP mau nyambung ke SMAN 4 Sebauk sebab ada teman akan nyambung ke sana, saya bisa ke sekolah ini menumpangnya," aku Emi remaja pendiam ini.

Adik-adik Emi pula berniat mau ngambil ijazah sekolah paket. Adik pertama Emi sekarang ikut membantu tetangga berjualan di desanya.

Keluarga Julinar, sekarang juga terlilit hutang puluhan juta rupiah. "Hutang makan di kedai, minjam koperasi keliling, minjam uang desa, semua pinjaman ini hanya untuk keperluan uang makan," kata Julinar lebih jauh.

Lebaran kemarin, Julinar bersyukur sebab dapat zakat, uangnya digunakan bayar hutang di sekolah anak pertamanya.

Sebagai sesama manusia, ini adalah tugas kita bersama dengan peran masing-masing. Baik pihak Desa Pangkalan Batang, maupun pemerintah daerah setempat untuk sama berbuat meringankan beban keluarga Julinar ini.(pen/der)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Bupati Bersama Warga Sungai Tohor Gelar Sukuran

    tahun lalu

    Meranti(POROSRIAU.com) - Seiring di cabutnya izin pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Lestari Unggul Makmur (LUM) seluas 10.390 Ha, oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur (3 T), Bupati Meranti H. Ir

  • Chelsi Agustina, Bocah 9 Tahun Penderita Tumor Ganas Menunggu Uluran Tangan Masyarakat

    7 bulan lalu

    Lurah Rimba Sekampung, Rahmad Hidayat berharap kepada pemerintah dan masyarakat kabupaten Bengkalis, khususnya warga Rimba Sekampung agar dapat memberikan bantuan Kepada Chelsi Agustina (9) yang saat ini mengidap penyakit tumor ganas di bagian mulut.Ung

  • Pelihara King Cobra, Pemuda Kampar Mendadak Viral di Medsos

    7 bulan lalu

    Satu keluarga di Desa Mentulik Kabupaten Kampar, , menjadi pusat perhatian karena memelihara satwa liar yang mematikan dan ditakuti manusia, yakni dua ular jenis Raja Kobra liar.

  • Potret Meranti dalam Kurun 8 (Delapan) Tahun

    tahun lalu

    Meranti(POROSRIAU.com) - Tuntutan pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti sudah diperjuangkan oleh masyarakat Meranti sejak tahun 1957. Seruan pemekaran kembali diembuskan oleh masyarakat pada tahun 1970 dan 1990-an hingga tahun 2008, yang merupakan satu-sa

  • Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti ke-8, Bupati Ajak Segenap Masyarakat Bersatu Padu Bangun Meranti

    10 bulan lalu

    SELATPANJANG (POROSRRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016. Upacara dalam rangka mengenang terbentuknya Kabupaten Meranti pada Tanggal 19 Desember 20

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.