Jumat, 20 Oktober 2017
  • Home
  • Bengkalis
  • Mahasiswa AKN Bengkalis Ikuti NWC Di Politeknik Manufaktur Bangka Belitung
Jumat, 13 Oktober 2017 07:42:00

Mahasiswa AKN Bengkalis Ikuti NWC Di Politeknik Manufaktur Bangka Belitung

Oleh: dery/pen
Jumat, 13 Oktober 2017 07:42:00
BAGIKAN:
Ketua Pengelola AKN Alfansuri berbincang-bincang berasama Anggota DPRD Provinsi Riau Abdul Vattah tentang keberangkatan mahasiswa AKN Bengkalis mengikuti NPC di Bangka Belitung, Rabu (11/10/2017) petang.(Foto/Der)

BENGKALIS(POROSRIAU.COM)- Setelah sukses mengikuti National Welding Competition (NWC) di Politeknik Negeri Medan, Sabtu (19/8/2017) silam, kini mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Bengkalis (AKN) akan mengikuti kegiatan ajang yang sama yang digelar di Politeknik Manufaktur Bangka Belitung dimulai pada Kamis (12/10/2017).

NWC adalah sebuah kompetisi atau perlombaan pengelasan perguruan tinggi berskala nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).

"Alhamdulillah, kita sudah persiapkan anak-anak kita jauh-jauh hari karena event ini kita ikuti setiap tahunnya. Jadi kita harus benar-benar mempersiapkan anak-anak kita untuk berlomba di sana (Politeknik Manufaktur,Bangka Belitung, red)," kata Ketua Pengelola AKN Alfansuri kepada wartawan, Rabu (11/10/2017) petang.

Alfansuri menambahkan, "Hingga saat ini Akademi Komunitas Negeri Bengkalis ini masih berbentuk rintisan belum satuan kerja (Satker) sendiri," tuturnya dengan wajah yang terlihat sedikit lelah.

"Untuk memenuhi jadi Satker ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi telah menawarkan kepada kita karena dalam evaluasi tahun (2016) lalu, AKN Bengkalis adalah salah satu AK yang direkomendasikan menjadi Satker. Untuk menjadi Satker, kita harus mempersiapkan lahan yang bersertifikat. Sampai hari ini lahan yang disiapkan pemerintah  (Pemkab Bengkalis) di Wonosari Tengah untuk AKN Bengkalis itu belum bersertifikat. Selain itu, Pemerintah Pusat juga menghendaki adanya bangunan sendiri yang harus sesuai dengan ketentuan dan memenuhi persyaratan minimal standar pendidikan," terang Alfansuri dengan nada berharap.

Masih kata Alfansuri, "Bangunan yang diperuntukkan bagi AKN Bengkalis juga belum siap dibangun. Yang menjadi persoalan besar bagi-bagi AKN Bengkalis untuk merubah status dari rintisan menjadi satker ini adalah dua hal tadi," terangnya.

Melalui media ini Alfansuri berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebagaimana visi pembangunan Negeri junjungan ini yang ingin menjadikan Kabupaten Bengkalis sebagai Kota Pendidikan.

Sedikitnya 220an mahasiswa yang sebagian besarnya kuliah gratis anak kurang mampu sedang belajar di akademi yang terletak di Jalan A Yani dan berada tepat di samping YPPI Bengkalis, SMAN 1, SMPN 1 Bengkalis dan di depan kanannya Kantor Bupati Bengkalis. Ratusan mahasiswa ini dididik 4 orang dosen berijazah Strata 2 (S2), satu orang pendidikan S1 dan dibantu sepuluh orang instruktur.

"14 orang dosen di akademi ini tengah menyelesaikan pendidikan S2-nya di bebrbagai perguruan tinggi. Program Studi (Prodi) di AKN Bengkalis ada tiga, Diploma 2 (D2) Teknik Pengelasan, D2 Teknik Sistem Pembangkit dan D2 Transportasi," tambahnya lagi.

Memasuki tahun kelima, Akademi Komunitas Negeri Bengkalis telah meraih beberapa prestasi gemilang mengharumkan nama Bengkalis yang saat ini telah berusia 505 tahun.

"Alhamdulillah, prestasi yang pernah diraih oleh mahasiswa kita cukup banyak. Tahun 2014-2015 kemarin kita penerima Hibah Bina Desa dari Kementerian Ristek Dikti. Dan AKN Bengkalis ini merupakan satu-satunya Akademi Komunitas di Indonesia yang menerima hibah tersebut. Hampir setiap tahun kita mendapatkan nominasi bahkan sempat menjadi juara. Pada lomba karya ilmiah tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Balitbang Kabupaten Bengkalis tingkat provinsi Riau kita mendapat juara 2, kemudian 2015 dan 2016 mendapat juara pertama. Di bidang pengelasan dalam NDW sejak 3 tahun terakhir kita terus mengikutinya. Tahun 2015 kita mendapat juara harapan 3, tahun 2016 naik mendapat juara 3 dan harapan 2. Dan tahun 2017 ini, NWC yang dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Medan tingkat politeknik dan pendidikan vokasi se-Indonesia kita mendapatkan juara 1 untuk 2 kategori dan juara 3 untuk 2 kategori. Selain itu prestasi yang sifatnya lokal misalnya futsal, bola voli, baca Al-Qur'an dan sebagainya tingkat kabupaten Bengkalis kita sering juga mendapatkan juara," tutup Alfansuri.

"Perlu perhatian lebih khusus dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk menopang kebutuhan Akademi Komunitas Negeri Bengkalis ini, baik pengembangannya  operasionalnya untuk menjadikan AKN ini Satker tersendiri," kata Abdul Vattah, anggota Komisi D DPRD Provinsi Riau pula.

Abdul Vattah tidak berjanji, "Tapi mudah-mudahan akan kami sampaikan ke komisi terkait (Komisi 5 DPRD Prov Riau) agar bisa membantu Akademi Komunitas Negeri Bengkalis ini," kata Abdul Vattah singkat.(der/fen)

 

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • 103 Mahasiswa AKN Bengkalis Ikuti On Job Training

    9 bulan lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.COM) – Sebanyak 103 mahasiswa Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bengkalis mengikuti magang on job training atau magang angkatan III tahun 2017. Mereka akan dikirim ke sejumla

  • Dosen Politeknik Negeri Bengkalis Akan Ikuti Program Beasiswa Di Kanada

    satu minggu lalu

    Milchan menjelaskan Program Retooling ini sendiri merupakan salah satu program beasiswa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia.

  • Mahasiswa dan NGO Rupat Kutuk Ah Kam

    tahun lalu

    RUPAT(POROSRIAU.com) – Sejumlah Mahasiswa asal Rupat mengutuk prilaku Pengusaha Ah kam yang menjadikan kawasan Hutan Pruduksi Terbatas (HPT) sebagai kawasan perkebunan sawit maupun karet. &ld

  • Ketua MPR: Anak Muda Wajib Jaga Kedaulatan Bangsa

    12 bulan lalu

    Amanah Pancasila dan UUD 1945 sudah jelas dan tegas dalam menjaga kedaulatan Indonesia sebagai bangsa yang berdiri tegak sejajar dengan bangsa bangsa lain.

  • Ketua MPR: Mahasiswa Jangan Ikut Ikutan Fenomena Gagal Paham

    12 bulan lalu

    Ketua MPR, Zulkifli Hasan melihat kosa kata gaul 'gagal paham' sekarang sedang marak terjadi di Indonesia.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.