Rabu, 23 Agustus 2017
  • Home
  • Dumai
  • GNPK RI : Komisi III Jangan Sebatas Hoax
Senin, 01 Agustus 2016 21:50:00

Masaalah Proyek overlay Jalan Bintan

GNPK RI : Komisi III Jangan Sebatas Hoax

Senin, 01 Agustus 2016 21:50:00
BAGIKAN:

DUMAI(POROSRIAU.com)- Masalaah Proyek overlay jalan Bintan yang diduga kuat dikerjakan timses Zulkifli As yang pengerjaannya tidak sesuai dengan bestek yang ada mendapat perhatian serius dari semua lapisan masyarakat . Selain hubungan kedekatan kontraktor dengan penguasa sang kontraktor  juga disebut-sebut pernah bermasaalah dengan hukum berkaitan “proyek fiktif “ di Kabupaten Bengkalis hingga  menyeret diirnya ke meja hijau.

 

Tak terkecuali para pengiat anti korupsi  seperti Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Republik Indoensia kota Dumai juga  ikut memantau dan mengawasi pelaksanaan proyek tersebut. “ Proyek ini, sangat luar biasa, karena menjadi perhatian masyarakat banyak. Selain nilainya fantastis juga di kerjakan oleh timses Walikota yang kami duga ada upaya balas budi dari penguasa “ papar Ketua Bidang Investigasi Gerakan Nasional pemberantasan Korupsi Republik Indonesia kota Dumai.

 

Menyikapi statement ketua Komisi III DPRD Kota Dumai Hasrizal, yang meminta agar Dinas terkait segera melaporkan  temuan masyarakat atas proyek bermasaalah kepada aparat penegak hukum. serta memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk menstop pekerjaan itu . jangan sebatas hoax dan bualan semata tanpa ada action dilapangan “ Jangan hanya hoax saja, lakukan action masyarakat sudah jenuh dengan bualan semata. “ paparnya.

Dikatakannya, penghentian yang dilakukan atas proyek overlay jalan Bintan tersebut bukan karena permintaaan Komisi III tapi desakan dari masyarakat dengan sejumlah perangkatnya, baik RT, LPMK para tokoh pemuda ikut mendesak agar proyek tersebut dihentikan karena tidak sesuai bestek. atas desakan itu,  baru Dinas terkait menghentikan sementara “ Jangan hoax, ribut-ribut soal proyek overlay tidak sesuai bestek ini  murni atas kepedulian masyarakat. Sekarang wakil rakyat baru bersuara kemaren-kemaren kemana” sesal Edriwan.

 

Menurutnya, temuan tim investigasi GNPK RI atas dugaan pengerjaan proyek over lay jalan Bintan yang tidak sesuai dengan bestek seperti laporan masyarakat yang akhirnya pekerjaan itu di hentikan sementara akan segera dilaporkan ke pusat “ kita sudah mengumpulkan data-data sejumlah proyek yang diduga kuat bermasaalah untuk dilaporkan ke kantor pusat kami di Jakarta” jelasnya.(red)

 

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Rawan Kecurangan Dalam Pilkada, Romi Minta Sampaikan Data Penduduk Terbaru

    8 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM) -- Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga SE berharap Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru bisa menjelaskan secara terbuka data warga dan jumlah kepala keluarga (KK) yang sudah merampungkan perek

  • Kerja Tak Becus,Fraksi Gerindra Minta Bupati Rohil Copot Plt.Kadiskanlut.

    tahun lalu

    Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Rokan Hilir,Riau Hendra.ST meminta kepada Bupati Suyatno segera mencopot M.Amin.SIP,M.Si sebagai Plt.Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ( Kadiskanlut ).Menurutnya Amin tidak bekerja dengan maksimal dan selalu memperbu

  • Komisi 3 DPRD Kota Dumai Jangan Hanya Diam

    tahun lalu

    Kendati proyek lanjutan over lay jalan Bintan senilai Rp.2,3 M dihentikan pekerjaannya untuk perbaikan bes akibat tidak sesuai bestek. Hendra,warga sekitar meminta kasus ini menjadi skala prioritas penegak hukum untuk dipantau bahkan mengusutnya.

  • Polisi dan Jaksa di Minta Pantau Proyek Overlay

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com)- Belum adanya reaksi Dinas Pekerjaan Umum atas pelaksanaan proyek overlay Jalan Bintan yang diduga kuat tidak sesuai dengan bestek  disebut-sebut karena kontraktor pelaksa

  • Sutrisno Meradang Minta Kepsek di Copot

    tahun lalu

    DUMAI(PR)-Sistem  jual beli bangku sekolah pada tahun ajaran baru di SMPN 14 Dumai sebesar Rp 350 ribu sampai dengan Rp 850 ribu ternyata mendapat persetujuan dari pengurus dan Ketua Komite Se

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.