Kamis, 19 Oktober 2017
  • Home
  • Dumai
  • Kepsek SMPN 14 Dumai Coreng Dunia Pendidikan
Jumat, 05 Agustus 2016 23:57:00

Kepsek SMPN 14 Dumai Coreng Dunia Pendidikan

Oleh: Handani
Jumat, 05 Agustus 2016 23:57:00
BAGIKAN:
Ilustrasi

DUMAI (POROSRIAU.com) –Sikap Bijaksana Drs.Yunir Kepala Sekolah SMPN 14 Dumai, di nilai tidak terpuji, karena perilaku yang di buatnya telah mencoreng dunia pendidikan dengan mengabaikan surat edaran Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan.

Surat edaran yang di keluarkan  oleh Dinas Pendidikan Dumai, ternyata  tidak mampu meredam aksi pungli yang dilakukan Yunir, pembelian bangku sekolah dengan tarif harga Rp.350.000,- hingga Rp.850.000,-  pengakuan ini di sampaikannya saat di konfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa (2/8/2016).

Jual beli bangku belajar murid hanya akal-akalan sebagai modus minta sumbangan sukarela dari orang tua wali murid yang di buat oleh Drs.Yunir, dalilnya perbuatannya tersebut  telah dilegalkan atas persetujuan Ketua Komite Sekolah Abdul Hamid.

Saat di minta nomor telepon selulernya, Ketua Komite Sekolah Abdul Hamid guna lakukan klarifikasi, Yunir berkilah dirinya tidak punya nomor ponselnya Hamid.

Drs.Yunir sempat menguraikan rincian bantuan dana yang di dapat dari Sekolah dibawah pimpinannya,mengaku ada bantuan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di anggarkan dari Pusat, yakni pertiap murid dalam satu tahun di berikan bantuan dana Rp.1 Juta pertahun dikalikan 700 orang siswa maka pertahunnya menerima Rp 700,000.000,-.

Selain itu ada juga bantuan dari Propinsi Riau berupa bantuan anggaran untuk pembangunan fisik, namun Yunir mengaku dirinya tidak tau berapa persisnya nilai uang tersebut, juga ada mendapatkan bantuan dari Pihak PT.Pertamina dimana pertahunnya tiap murid peroleh bantuan dana tunai senilai Rp.250.000,- tunai.

Lanjutnya, pihak sekolah juga mengutip uang sumbangan dengan dalil uang musibah yang akan diberikan pada orang tua wali murid, sebagai bentuk bantuan sosial dan uang Rp. 1000 tersebut dikutip setiap hari jum’at.

bila di rinci Rp.1000 x 700 murid x 4 minggu dalam sebulannya uang sumbangan itu akan terkumpul Rp.2.800.000,- (perbulan) x 12 (bulan) maka uang yang terkumpul dari iuran sosial Rp 33.600.000,- dalam satu tahun.

Erwin selaku Ketua Forum Silatuhrami Guru Bantu, mengkritik praktek pungli yang diterapkan oleh Yunir, bahkan menurut Erwin minta agar Drs Yunis terus terang saja dan jujur kalau pungli yang dilakukan di Sekiolah yang dipimpinnya telah berlangsung cukup lama, bahkan Erwin menuding ada oknum Dinas Pendidikan menikmati uang pungli tersebut.

Di katakan Erwin, “aksi pungli yang di peragakan Yunir cukup berani berbisnis jual beli bangku sekolah, karena di duga ada oknum turut jadi bekingnya.

Editor: Muhammad

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Sutrisno Meradang Minta Kepsek di Copot

    tahun lalu

    DUMAI(PR)-Sistem  jual beli bangku sekolah pada tahun ajaran baru di SMPN 14 Dumai sebesar Rp 350 ribu sampai dengan Rp 850 ribu ternyata mendapat persetujuan dari pengurus dan Ketua Komite Se

  • PGRI Cabang Kuok Di Kukuhkan, Nasrul : Jangan Ada Lagi Keluhan Para Guru

    12 bulan lalu

    Persatuan Guru Republik Indonesia Indonesia (PGRI) Kecamatan Kuok periode 2016-2021 di kukuhkan. pengukuhan dilakukan olah Ketua PGRI Kabupaten Kampar DR. H Nasrul, M.Pd bertempat di halaman SMPN 1 Kecamatan Kuok di Desa Lereng Kecamatan Kuok pada 29/10.

  • Polres Dumai Tanamkan Bhineka Tunggal Ika Dalam Dunia Pendidikan

    11 bulan lalu

    Dumai - (porosriau.com) - Kepala Polres Dumai AKBP Donal H Ginting mengajak dinas pendidikan dan penyelenggara sekolah setempat untuk menanamkan nilai keberagaman atau kemajemukan dalam pergaulan anak didik sesuai slogan Bhineka Tunggal Ika.

  • Kades Tarai Bangun: Kutipan Rp 10 Ribu Per KK Transparan

    11 bulan lalu

    PEKANBARU - Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 8 sebesar Rp 8 miliar. Pembangunan sekolah ini dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dalam anggaran pendapatan belanja daerah (AP

  • Pembanguna SMPN 8 Tarai Bangun, Kades Sebut Dana Yang Terkumpul Rp 10 Ribu Per KK Diumumkan Lewat Corong Masjid

    11 bulan lalu

    PEKANBARU - Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 8 sebesar Rp 8 miliar. Pembangunan sekolah ini dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dalam anggaran pendapatan belanja daerah (

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.