Rabu, 23 Agustus 2017
  • Home
  • Dumai
  • Ku Tak Ingin Sandang Status Janda kedua kalinya
Rabu, 17 Agustus 2016 01:06:00

Ku Tak Ingin Sandang Status Janda kedua kalinya

Oleh: Han
Rabu, 17 Agustus 2016 01:06:00
BAGIKAN:
Ilustrasi

DUMAI(POROSRIAU.com) – Er  seorang perempuan kelahiran Medan 28 tahun lalu tinggal di jalan Seputaran Jalan Sultan Syarif Kasim Kota Dumai, pernah menyandang status janda, namun setahun belakangan ia kembali mendapatkan jodoh seorang pria berinisial Srd (43) bekerja di  salah satu Sub Kontraktor PT Pertamina Dumai,  yang kini jadi pilihan suami keduanya, tapi kasih sayang dan cinta yang di harapkan ternyata belum jua di dapatkan, justru kisruh rumah tangganya kembali terulang.

Di kisahkannya, sewaktu usia 18 tahun, dirinya menemukan tambatan hati,  Hr (35) lelaki yang mempersunting diri nya,Hr adalah lelaki yang arif dan bijaksana untuk jadi imam dalam memberikan bimbingan dalam bahtera rumah tangganya sejak  tahun 2003 silam.

Lanjut Er, hubungan perkawinan dengan suami pertamanya hanya 6 (enam) tahun saja dan telah miliki dua orang anak yakni usia 10 dan 7 tahun, di usia pernikahannya yang sudah memasuki 4 (empat) tahun, Er dibawa suami pertamanya merantau kepulau jawa, lebih tepatnya Provinsi Jawa Timur, Desa Pacitan kampung halaman suaminya.  

Dan selama 3(tiga) tahun hidup di pulau Jawa dengan menempati sebuah rumah pemberian mertua, ketika itu walau hati tidak nyaman tinggal dijawa , namun  Er  tetap saja harus bersikap baik dan ramah, dipacitan suaminya bekerja di usaha meubel milik keluarga suami pertamnya.

Ternyata kebahagiaan rumahtangganya tidak berlangsung lama dirantau orang, suatu hari Er memergoki suami pertamanya selingkuh didalam kamar tidurnya sendiri, diketahui perempuan itu ternyata seorang janda beranak tiga dengan inisial Hn.

Pada saat memergoki perlakuan suami pertamanya yang bejat itu, hati Er terasa hancur ibarat disambar petir disiang bolong, namun namanya lelaki buaya, sedikitpun sang suami tidak merasa berdosa dan cuek atas perlakuan bejatnya.

Karena sudah tidak dapat lagi pertahankan hidup berumah tangga dengan Sh, yang tega telah mengkhianati kepercayaan seorang istri, akhirnya Er menghubungi kedua orang tuanya yang tinggal di Kota Dumai,dengan maksud meminta bantu biaya ongkos pulang menuju Dumai.

Lalu dengan bantuan uang dari orang tuanya, Er akhirnya mendapatkan uang sebesar 7 (tujuh) juta, dengan bermodal uang itulah Er kembali kekota kelahirannya yaitu Kota Dumai bersama anaknya yang bernama ragil.

Dan demi menghidupi sang buah hati, Er terpaksa banting tulang mencari pekerjaan, “alhmadulillah kalau rezeki memang tidak kemana,” ujar Er, akhirnya Er mendapatkan pekerjaan di unit Kelompok Tani Mekar Sari yang beralamat di jalan bumi ayu.

Dan disanalah kisah kedua Er berlanjut, Er berkenalan dengan seorang teman yang bernama Pn, tidak lama kemudian Pn mengenalkan Er dengan seorang teman lelakinya yang bernama Shr yang mengaku berstatus duda dengan 2 (dua) orang anak yakni Ir (14) yang duduk di kelas III SMP dan El (9) siswa kelas III SD.

Ternyata Er dan Shr memiliki rasa yang sama, yaitu saling menyukai satu sama lain, Shr yang tidak ingin peluang itu sirna, ia pun segera melamar agar Er mau menjadi istrinya yang kedua, setali tiga uang ternyata Er juga mengharapkan hal sama, tanpa ragu Er menerima pinangan dari sang pujaan hati, karena selama berkenalan sosok Shr sangat santun, lembut dan dewasa.

Tapi itulah kehidupan, setalah 9 bulan menikah Er tidak mendapatkan apa yang ia idamkan, Shr yang sebelumnya lembut dan santun berubah menjadi kasar dan pemarah, “Setelah 9 bulan dia mulai berubah, dia sering bersikap kasar dan melontarkan makian kepada saya,” ujar Er sambil tersedu-sedu.

Shr ibarat raja dzolim yang tidak bermahkota, sebab ketika keinginannya tidak terpenuhi dia akan murka dengan membabi buta tanpa pandang bulu.

Yang tidak kalah pedihnya adalah sang raja (Shr-red) lebih mementingkan para peliharannya, yaitu ayam jago yang jumlahnya puluhan ekor, karena memang hobi Shr adalah sabung ayam jago atau ayam aduan.

“Dia lebih mementingkan ayamnya ketimbang kami, setiap pulang kerja, salalu saja yang diurisin adalah ayam, dikasi vitamin lah, dimandiin pakai sampo lah, lah kami anak istrinya dibiarkan mandi tak bersampo, makan tak bergizi,” ujar Er yang sudah berlinang air mata.

Er sering berusaha untuk membangun komunikasi dengan suami keduanya itu terkait kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan Er sebagai istri, seperti perhatian dan kasih sayang, tetapi apa mau dikata, yang di dapat Er hanya perlakuan kasar dan makian yang membuat hatinya sakit.

Dikarenakan perlakuan Shr yang tidak berubah juga, Er mengambil sikap untuk kembali kerumah orang tuanya untuk kedua kalinya.

Tetapi ada satu hal yang membuat Er tidak tenang hingga hari ini, Ir sang anak tiri masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu, “ saya masi bingung, karena anak tiri saya sangat sayang sama saya, saya lihat dia sangat mendambakan kasih sayang seorang ibu”.

Keperihan hidup yang dialami Er ini membuat ia bingung, apakah dia dapat bertahan hidup bersama suami keduanya, atau nestapa menjadi janda untuk kedua kalinya yang akan ia alami, “Saya tidak tau lagi mas, apakah saya bisa bertahan hidup dengan sumai yang kedua ini, atau saya akan menjadi janda untuk kedua kalinya? Hanya allah tempat saya mengadu,” ujar Er dengan terbata-bata.

Editor: Mu

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Asmara Terlarang Janda Cantik Dan Oknum Polisi Yang Kini Hamil Lima Bulan

    7 hari lalu

    ES pernah hamil namun keguguran. Dia akhirnya kembali hamil dan sudah berjalan lima bulan.

  • Bentrok Sengketa Lahan PT SSL dengan Masyarakat Kembali Terjadi, Ini Tanggapan DPRD Siak

    10 bulan lalu

    Kisruh sengketa lahan antara masyarakat (kelompok tani, red) Kampung Tumang dengan PT Seraya Sumber Lestari (SSL) masih terus berlanjut. Meskipun sudah berkali-kali kedua belah pihak melakukan upaya penyelesaian lewat jalur kekeluargaan. Bahkan pernah ter

  • Sabarudin: Bakohumas Banyak Yang Harus Di Kembangkan Agar Masyarakat Memperoleh Imformasi

    9 bulan lalu

    Kabag Humas Setda Kampar Sabaruddin S. Sos menghadiri Acara Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) se Indonesia di Hotel Haris Bandung Jawa Barat yang dimulai tanggal 17 dan berakhir tanggal 19 November 2016. (Jumat/18/11/16)

  • Di Usianya yang Hampir Menginjak Satu Abad, Nenek Barila Justru Hidup Dengan Kondisi Memprihatinkan

    8 bulan lalu

    SOLOK SELATAN(POROSRIAU.COM)-- Siapa anak yang tidak ingin melihat kedua orangtuanya bahagia. Kalaupun bisa semua anak ingin membahagiakan orangtua. Namun mungkin kadang terkendala berbagai hal, hingga mata hatipun sudah ditutup dan tak ingat kepada orang

  • Janda Itu Sekarang Dicari, Apalagi Aku Masih Singset Begini

    3 bulan lalu

    Bersama pengacaranya, Donjuan menyatakan ingin bebas dan tidak lagi terikat rumah tangga seperti sebelumnya.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.