Senin, 25 September 2017
  • Home
  • Dumai
  • PEKAT IB Dumai Menjual Umbul-Umbul Ke Warga Tanpa Ada Paksaan
Jumat, 18 Agustus 2017 08:31:00

PEKAT IB Dumai Menjual Umbul-Umbul Ke Warga Tanpa Ada Paksaan

Oleh: Meyka
Jumat, 18 Agustus 2017 08:31:00
BAGIKAN:
MEYKA
Mario Mailington S, ST

DUMAI(POROSRIAU.COM)--Didalam pemberitaan sebelumnya, terdapat oknum-oknum PEKAT IB yang diduga membawa proposal guna menjual umbul-umbul dengan paksaan, seperti Statemen yang disampaikan Ketua DPD PEKAT IB Dumai Datok Maulana melalui Sekretarisnya Hasanul Arifin.

 "Mereka mengunakan atribut PEKAT IB dengan membawa bendera juga proposal yang bertujuan untuk meminta-minta sumbangan ke ruko/kedai-kedai kecil masyarakat dijalan ombak simpang cempedak." ungkap Hasanul Arifin, 15/08/2017, via watshapp nya.

"Kami PEKAT IB Dumai tidak pernah mengajarkan kepada seluruh jajaran yang bergabung di PEKAT IB untuk mengemis meminta-minta seperti itu, sehingga perbuatan mereka tersebut telah mencoreng DPD PEKAT IB Dumai, sebab gara-gara ulah mereka tersebut, kami di anggap masyarakat Ormas yang suka meminta-minta" ungkap Hasanul Arifin lagi, dengan nada kesal.

Terkait pemberitaan ini, oknum yang diduga sebagai pengurus PEKAT IB odong-odong dan palsu tersebut memberikan hak jawabnya kepada Porosriau.com atas pemberitaan dirinya.

Dirinya yang bernama Mario Mailington S, ST, mengaku kepada Redaksi Poros Riau.com bahwa dahulunya dirinya adalah pengurus sebagai Ketua DPK PEKAT IB Kec.Dumai Selatan.

Mario juga menjelaskan, bahwa mereka tidak ada menggunakan proposal dengan tujuan meminta-minta atau menjual umbul dengan paksaan ke warga.

"Kami dari empat kecamatan melakukan kegiatan penjualan umbul-umbul ke warga tanpa ada paksaan, kami hanya melihatkan surat keterangan harga umbul-umbul, ada warga yang membeli dan warga yang tidak membeli tidak kami paksakan," Ucap Mario

Saat ditelusuri dilapangan oleh wartawan tidak ada pembeli yang mengaku dipaksa oleh oknum tersebut.

"Saya kemarin ditawarkan untuk membeli umbul-umbul, dan mereka menjualnya dengan cara sopan. karena saya butuh umbul-umbul saya beli saja" ujar salah satu pembeli, Rabu, (16/8/2017). (Ms)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • 42 WNA Asal Banglades Ditemukan Di Rupat Utara

    18 jam lalu

    42 orang warga negara asing (WNA) asal Banglades ditemukan di areal perkebunan sawit PT Marita jaya Tanjung Umbul, Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Minggu (24/09)

  • Pulau Rupat Dikapling-Kapling Pengusaha

    tahun lalu

    Ah Kam, pria asli Rupat yang berdomisili di kota Dumai diduga kuat memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan karet mencapai 1.000 hektar berlokasi di Dusun I RT 03/RW 01 desa Dungun Baru

  • Diduga Timses Zul As Kerjakan Proyek Tak Sesuai Bestek

    tahun lalu

    Wajar kami minta Walikota ikut bertanggung jawab dalam persoalan ini, karena kontraktornya merupakan orang kepercayaan Zulkifli As pada pilkada lalu.dan disebut-sebut banyak membantu Zulkifli As

  • Komisi 3 DPRD Kota Dumai Jangan Hanya Diam

    tahun lalu

    Kendati proyek lanjutan over lay jalan Bintan senilai Rp.2,3 M dihentikan pekerjaannya untuk perbaikan bes akibat tidak sesuai bestek. Hendra,warga sekitar meminta kasus ini menjadi skala prioritas penegak hukum untuk dipantau bahkan mengusutnya.

  • Diskes Berencana Ajukan Ranperda Kawasan Tanpa Rokok

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) - Guna memperkuat penerapan peraturan walikota (Perwako) Dumai tentang kawasan tanpa rokok (KTR), Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Dumai berencana akan mengajukan rancangan peraturan daerah (Ranperda) KTR tersebut.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.