Jumat, 20 Oktober 2017
  • Home
  • Dumai
  • Pegawai Honor Tuntut Janji Walikota
Kamis, 11 Agustus 2016 21:08:00

Peduli dan Beri solusi

Pegawai Honor Tuntut Janji Walikota

Oleh: Handani
Kamis, 11 Agustus 2016 21:08:00
BAGIKAN:
ilustrasi tuntutan tenaga honorer

DUMAI (PR) – Sudah dari dulu kala, tenaga honor maupun tenaga harian lepas di lungkungan Pemerintah Kota Dumai mendambakan peningkatan upah, namun keingginan itu harus di singkirkan jauh-jauh, karena tidak ada satupun upaya dari para pejabat daerah untuk memperjuangkan.

Sampai secercah harapan datang dari sosok  Walikota yang katanya pilihan rakyat yang peduli dan memberi solusi, berjanji akan meningkatkan upah tenaga honorer maupun tenaga harian lepas jika dirinya menjadi Walikota, tentunya, harapan itu membuat semua tenaga honorer riang bukan kepalang, saat itu, Bahkan ada diantara tenaga honorer menyebut dewa penyelamat telah datang ( Jika boleh disebutkan-red).

Dewi Fortuna nampaknya belum berpihak kepada tenaga honorer dan tenaga kerja harian lepas, mimpi dan harapan akan naiknya upah harus dikubur dalam-dalam, pasalnya, setelah sang dewa penyelamat duduk menjadi Walikota, janji yang pernah diumbarnya tak pernah terwujud, bahkan harapan pun sepertinya tak akan muncul, (" Memang sudah nasib orang kecil selalu dibohongi dengan janji, setelah tercapai semua ingkar janji " keluh salah seorang tenaga honor di lingkungan Pemerintah Kota Dumai . 

YN (31) salah satu tenaga honorer dilingkungan Pemerintah Kota Dumai menyebutkan , anggaran di setiap SKPD dirasakan sangat besar sekali, namun banyak yang tidak sesuai dengan peruntukan anggaran tersebut, bahkan cenderung anggaran itu di gunakan hanya di kalangan pejabat semata. sementara, nasib tenaga honorer hanya sebagai sapi perahan semata, karena banyak pekerjaan pegawai yang dikerjakan oleh tenaga honorer " Kami lebih banyak bekerja dari para pegawai, tapi gaji kami tak pernah ditingkatkan, " ungkap YN yang mengaku sudah 4, 5 tahun mengabdi.  

Masih menurutnya, anggaran dana yang  dikucurkan di setiap SKPD dalam penggunaan belanja langsung maupun tidak langsung, bila mau di koreksi lebih rinci, dan bicara jujur banyak penggunaan anggaran belanja tidak di manfaatkan sebagimana mestinya, tentu sisa dana belanja yang tidak penting dapat di gunakan  untuk  tenaga honorer.

Di lain tempat pada hari yang sama, Wd (29) mengisahkan dirinya sudah berkeluarga dan miliki dua orang anak, anak sulungnya sudah sekolah di SD duduk di kelas V, sementara rumah yang ditempatinya adalah rumah kontrakan, tentu dengan pendapatan gaji  diterimannya  Rp.1,4 juta perbulan tidak dapat menutupi biaya ekonomi keluarga tuturnya.

Celotehan serupa keluar dari bibir  Rh (32) , di katakannya sebagai kepala keluarga juga punya seorang anak, ingin miliki rumah sendiri karna selama ini hanya menumpang dirumah mertuanya, mau sewa rumah di luar uang dari gaji diperoleh hasil kerja Pegawai Honor tidak lah  mencukupi, jadi  ya terpaksa harus bertahan dengan uang gaji sekarang ini saja ungkap Rh.

Dari penelusuran Media ini, dalam tahun tahun ini secara diam - diam ada pegawai baru honorer yang di titipkan lewat jalur memo pejabat yang ditujukan ke SKPD yang di inginkan oleh pejabat bersangkutan,  konsekuensinya  gaji pegawai honor lama terpaksa di kurangi, untuk membayar pegawai honorer yang baru.

Melihat kondisi tenaga honorer Pemko Dumai yang nasibnya belum mampu di perjuangkan DPRD dan Walikota, tentu dapat menghambat program kerja yang hendak di canangkan pemerintah yang memperbaiki sistem aparaturnya dalam bidang pelayanan.

Burhanuddin,S.Sos saat di minta tanggapannya terkait keluhan tenaga honorer Pemko Dumai, “bila tidak di pikirkan serius  solusinya, maka di pastikan dapat mengurangi semangat kerja tugas harian di SKPD,”  dikatakannya  dari balik ponselnya.

Lanjutnya, sebaiknya  pemerintah Daerah dan Wakil Rakyat duduk bersama guna mencarikan solusi agar dapat jalan keluarnya, dan jangan terjadi kesenjangan antara hak dan kewajiban, sehingga kemampuan dan loyalitas perbaikan kinerja dapat ditingkatkan sesuai harapan Wako.

Editor: Mu

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Zul As Belum Tepati Janji Bayar Gaji Honorer Sesuai UMK

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) - Sejumlah janji yang digadang-gadang oleh Wali Kota Dumai, H Zulkifli As sewaktu melakukan kampanyenya bersama pasangan Eko Suhardjo yang akan bertarung di Pilkada Dumai tahun 2015 lalu ternyata masih belum ditepatinya, Salah satunya

  • Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti ke-8, Bupati Ajak Segenap Masyarakat Bersatu Padu Bangun Meranti

    10 bulan lalu

    SELATPANJANG (POROSRRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016. Upacara dalam rangka mengenang terbentuknya Kabupaten Meranti pada Tanggal 19 Desember 20

  • Terlambat Apel, Tunjangan PNS Dipotong 20%

    tahun lalu

    Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota Dumai akan mendapatkan pemotongan tunjangan sebesar 20% untuk gaji Bulan Juli ini.

  • Tidak Sesuai Bestek, Over Lay Jalan Bintan Dumai di Stop !!

    tahun lalu

    Pekerjaan lanjutan over lay jalan Bintan kota Dumai yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) tahun 2016 menjadi perhatian serius bagi warga sekitar yang melihatnya.

  • Kerabat Walikota Diisukan Ikut Tentukan Pejabat

    tahun lalu

    Melalui bisikan, mereka mencoba merekomendasikan nama pejabat yang bakal dilantik nanti,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.