Senin, 25 September 2017
  • Home
  • Kampar
  • Diduga Oknum Guru SDN 009 Bangkinang Cubit Dan Lempar Anak Didik Dengan Penghapus Papan Tulis
Selasa, 05 September 2017 18:52:00

Diduga Oknum Guru SDN 009 Bangkinang Cubit Dan Lempar Anak Didik Dengan Penghapus Papan Tulis

Oleh: Shm
Selasa, 05 September 2017 18:52:00
Berujung Pindah Sekolah
BAGIKAN:
Leni Suyanti guru kelas 1B (foto/shm)

BANGKINANG(POROSRIAU.COM)-- Ramadan Saputra (7) salahsatu anak didik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Bangkinang diduga mendapat perlakuan kasar dari oknum tenaga pengajar (Guru, red) pada 4 Agustus 2017.

Dimana, Ramadan Saputra  yang masih duduk di bangku kelas 1 tersebut dilempar pakai penghapus papan tulis dan diiringi beberapa kali cubitan di paha kiri oleh Guru-nya, Leni Suyanti . Akibatnya Ramadan Saputra mengaku trauma dan tidak mau kembali bersekolah.

Dijelaskan Ibu Kandung Ramadan Saputra, Miswarni kepada Porosriau.com di kediamannya, dimana anaknya (Ramadan Saputra)  disuruh ke depan untuk membacakan sebuah buku.

" Berawal pada tanggal 4 Agustus 2017 silam, Ramadan Saputra disuruh oleh gurunya ke depan dan duduk di lantai di bawah papan tulis untuk membaca sebuah buku, karena bocah ini baru beberapa bulan masuk sekolah sudah barang tentu belum lancar membaca, Yanti guru yang mengajar langsung melempar Ramadan karena kelihatan hanya duduk diam melihat ke buku karena tidak membaca, pantaskah perlakluan seorang guru kepada muridnya," jelas Mawarni dengan nada kesal.
 

Tak hanya itu, tindakan yang kurang menyenangkan tersebut diakui Mawarni terjadi di hadapannya sendiri.

" Karena tidak pantas perlakuan seorang guru kepada anak saya,  yang secara kebetulan  saya melihat  langsung kejadian itu, keesokan harinya lewat Kepala Sekolah Hj Nurbungsu Mpd, saya minta anak saya di pindahkan ke lokal 1A," jelasnya.

Ditambahnya lagi, anenya jelas Miswarni, Sembilan hari setelah kejadian tersebut, anaknya mendapat rekomendasi pindah dari UPTD Pendidikan Kampar ke SD 012 Langgini.    

" Saya merasa kaget, demdam apa mereka pada saya," kata Miswani dengan linangan air mata kesedihannya.

Sementara Leni Suyanti guru kelas 1B yang ditemui Porosriau.com di sekolah, tepatnya di ruangan Kepala Sekolah (Kepsek), Ia menyangkal semua yang diceritakan orang tua Ramadan Saputra.

" Saya tidak melempar dan saya juga tidak mencubit, kami sudah berdamai dengan orang tua Ramadan," Jelas Leni Suyanti dengan kata tersendat-sendat dan muka pucat penuh ketakutan.

Hadir saat itu pengawas dari UPTD Pendidikan Kecamatan Bangkinang Kota Mukhrizal,  serta Kepala Sekolah Nurbungsu Mpd, tapi bukan menengahi persoalan yang menimpa Ramadan Saputra, justru membela Leni Suyanti.(Shm)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Nasrul, Mantan Kadis P dan K Kampar Dituding Peresah Masyarakat

    8 bulan lalu

    BANGKINANG(POROSRIAU.COM) - Dalam hasil laporan khusus (pansus) yang dibacakan wakil ketua pansus DPRD Kampar. Agus Candra pada paripurna dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh penyelenggara perangkat daerah, Kamis (19/1/2017) sangat jelas tertuju kepada m

  • Orang Tua Murid Kecewa, Hampir Keseluruhan Guru SD 08 Galagah Berjualan di Sekolah

    8 bulan lalu

    SOLOK(POROSRIAU.COM)--Praktek kurang mendidik ditunjukan oknum guru di SDN 08 Galagah, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bukannya mengajarkan siswa untuk belajar dan berhidup hemat, malah sebaliknya, sang guru berjualan makanan at

  • Guru Olah Raga Diringkus Usai Cabuli 21 Siswi SMP

    tahun lalu

    Tersangka melakukan perbuatan tak terpuji, seperti mencubit paha, mengelus tubuh korban, serta mencubit pay...

  • PLT Sekda Cemas Pohon Jalan Rusak

    tahun lalu

    Kami sudah berkeliling di sejumlah kawasan dan mendapati banyak sekali pohon-pohon yang sudah tumbuh besar, namun dikikis kulitnya dan bahkan menebanginya. Kami harapkan hal ini tidak lagi dilakukan, karena akan menimbulkan kematian pada pohon,"

  • Raih Banyak Prestasi, SMPN 14 Dumai Jadi Pusat Perhatian Masyarakat

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) – Kepala SMPN 14 Kota Dumai, Drs Yunir KR mengaku bangga atas prestasi yang diraih sekolahnya baik tingkat Kota Dumai maupun Provinsi Riau.Tak ayal, sekolah yang dipimpin

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.