Minggu, 19 November 2017
  • Home
  • Kampar
  • Kembali Beroperasi, Kuari Di Desa Koto Tuo Barat Diduga Garap Lahan Milik Negara
Senin, 13 November 2017 19:23:00

Kembali Beroperasi, Kuari Di Desa Koto Tuo Barat Diduga Garap Lahan Milik Negara

Oleh: pjr
Senin, 13 November 2017 19:23:00
BAGIKAN:
Ilustrasi tambang galian c.(Foto/Internet)

KAMPAR(POROSRIAU.COM)-- Keberadaan tambang galian C (Kuari Sirtu, red) di Desa Koto Tuo Barat Kabupaten Kampar, dinilai sangat merusak ekonomi masyarakat di Desa Koto Tuo Barat.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan mantan Kepala Desa (Kades) Koto Tuo Barat Sohibul M, kepada awak media, Senin siang (13/11).

" Beroperasinya Kuari saat ini telah berdampak pada ekonomi dan Financial masyarakat saat ini telah terganggu, terutama pada nelayan yang ada di Desa Koto Tuo Barat," kata Sohibul.

Dijelaskan Mantan Kades ini, masyarakat sudah pernah melakukan demo, dan Kuari tersebut sempat berhenti beroperasi. Akan tetapi, kini Kuari tersebut kembali beroperasi.

"Kami sudah pernah melakukan aksi demo, akan tetapi ada pihak ketiga yang melakukan pembelaan terhadap Kuari ini, yakni EJ, yang tak lain merupakan istri dari mantan Bupati Kampar JN," beber Sohibul.

Tidak hanya itu, Kuari yang beroperasi di Desa Koto Tuo Barat tersebut juga diduga menggarap lahan milik Negara, " Setelah dibelinya lahan masyarakat pada tahun 2014, pihak Kuari ini beroperasi pada lahan yang lain (Danau PLTA _red) dan ini merupakan kawasan atau lahan milik Negara," terangnya.

Lebih jauh dikatakan Sohibul, " Kasus ini berjalan semenjak saya menjabat sebagai Kades Koto Tuo Barat, kasus ini sudah kita laporkan kepada Kepolisian Resort (Polres) Kampar, akan tetapi tidak ada tanggapan. Kini laporan ini sudah dilimpahkan ke Polda Riau," imbuhnya.

" Pemilik Kuari tersebut diketahui bernama Awaludin, dan dikerjakan oleh pihak ketiga dengan nama Armen." Pungkas Sohibul.(Pjr)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Dituding Merusak Ekonomi, Emil Salim: Itu Fitnah!

    5 hari lalu

    Pengusaha Galian C (Kuari sirtu, red) Armen melalui kuasa hukumnya, Emil Salim SH MH membantah semua tudingan yang dikemukakan oleh mantan Kepala Desa (Kades) Koto Tuo Barat, Sohibul M.

  • Pulau Rupat Dikapling-Kapling Pengusaha

    tahun lalu

    Ah Kam, pria asli Rupat yang berdomisili di kota Dumai diduga kuat memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan karet mencapai 1.000 hektar berlokasi di Dusun I RT 03/RW 01 desa Dungun Baru

  • Waduh! Oknum Kades di Siak Diduga Jual Lahan Masyarakat Tanpa Persetujuan Pemilik

    tahun lalu

    Lahan perkebunan masyarakat seluas sekitar 200 Hektare yang terdapat di wilayah Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, sampai hari ini masih menyimpan polemik dan misteri.

  • Razia Warung Remang-Remang, 4 Wanita Penghibur Diamankan Satpol PP

    12 bulan lalu

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rohul, Senin (14/11/2016) malam gelar razia Penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah warung remang-remang di Kecamatan Rambah. Seorang Pemilik kafe berinisial Ip, Pingsan saat petugas hendak membawanya ke kantor Satpo

  • Maling Pembongkar Rumah Diringkus Jajaran Polsek Tambang

    12 bulan lalu

    Tim Opsnal Polsek Tambang Kampar telah mengamankan seorang tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat) pembongkaran rumah di wilayah Desa Koto Perambahan Kec. Kampar Timur Kab. Kampar.pada kamis tanggal 24/11/2016. Sekira pukul 17.00 wib.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.