Kamis, 19 Oktober 2017
  • Home
  • Meranti
  • Bupati Minta Pungutan PSDH Komoditi Sagu Ditinjau Ulang
Rabu, 10 Agustus 2016 09:16:00

Bupati Minta Pungutan PSDH Komoditi Sagu Ditinjau Ulang

Oleh: eka
Rabu, 10 Agustus 2016 09:16:00
BAGIKAN:
Bupati H. Irwan, MSi menyerahkan cendera mata kepada peneliti lahan Gambut Jepang Prof. Kosuke Mizuno dari Kyoto University, dalam acara Diskusi Terdokus Restorasi Gambut di Aula Kantor Bupati Meranti

Meranti(POROSRIAU.com) - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H Irwan MSi menghadiri acara Diskusi Terfokus Restorasi Gambut, dalam diskusi yang dihadiri oleh Dr Haris Gunawan Deputy IV Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI dan para Profesor peneliti Gambut dari University Hokaido dan Kyoto Jepang.

Bupati meminta demi mempertahankan dan menyemangati petani sagu yang menjadi komoditi unggulan Meranti. Kebijakan terkait pungutan (Pajak) Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) pada Komoditi Sagu yang akan akan diberlakukan Pemerintah Pusat ditinjau ulang atau ditunda.

"Dari informasi yang saya peroleh, dalam waktu dekat akan diberlakukan kebijakan Pajak PSDH Komoditi Sagu, kebijakan ini kami nilai sangat kontra produktif karena secara Psikologis dapat mengurangi semangat petani untuk mengembangkan sagu, untuk itu kami harapkan kebijakan ini ditinjau ulang," ujar Bupati saat membuka diskusi yang mengambil tema Restorasi Gambut sebagai strategi dalam mitigasi kebakaran dan peningkatan penghidupan masyarakat pada lahan gambut, di Aula Kantor Bupati, Senin (8/8) lalu.

Meskipun secara umum kebijakan pungutan Pajak PSDH Komoditi Sagu memberikan dampak positif bagi pemasukan keuangan negara, namun disisi lain kurang menguntungkan bagi para petani Sagu, khususnya yang berada di Kepulauan Meranti yang sedang bersemangat mengembangkan Sagu. Bupati khawatir kebijakan itu justru mengganggu Psikologi petani untuk lebih giat mengambangkan Sagu.

Jika kondisi itu terjadi, bukan saja mempengaruhi program Pemerintah yang tengah gencar mengupayakan pengembangan Sagu sebagai alternatif pangan Nasional, juga mempengaruhi kesejahteraan petani Sagu di Indonesia khususnya Kabupaten Meranti, dan parahnya lagi dapat menggagalkan upaya pelestarian lahan Gambut, dimana Sagu menjadi salah satu komoditi unggulan Meranti yang berperan penting menyelamatkan lingkungan karena mampu menjaga sumber daya air.

Lebih jauh dijelaskan Bupati, saat ini dengan belum adanya kebijakan Pemerintah Pusat terkait pajak PSDH Komoditi Sagu, Pemerintah Daerah sudah mati-matian mendorong petani Sagu untuk terus mengembangkan usahanya, namun masih enggan untuk bertani Sagu, apalagi jika aturan itu diberlakukan, dapat diprediksi semangat para petani akan semakin mengendur yang dampaknya sangat sistemik, mulai dari potensi rusaknya sumber air bawah tanah dilahan Gambut, terjadinya kebakaran yang tak terkendali hingga menurunnya kesejahteraan masyarakat petani Sagu yang tentu saja akan menambah tingkat kemiskinan.

"Saat ini saja sudah sulit untuk mendorong petani mengembangkan Sagu, apalagi jika diberlakukan tentu akan menurunkan semangat petani untuk terus mengambangkan Sagu dimasa datang," jelas Irwan.

Menurut Irwan, andai kata aturan itu harus diberlakukan, ia meminta jangan saat ini, karena waktunya belum tepat baik ditinjau dari segi psikologis petani maupun kesejahteraannya. "Waktunya belum tepat, saya minta ditunda dulu sampai Sagu bisa diterima sebagai Komoditi Alternatif pangan Nasional, dan dimanfaatkan untuk berbagai produk serta memiliki harga bagus dipasaran," Harap Bupati.

Menurut Irwan, apa yang diinginkan Kabupaten Meranti juga diinginkan oleh daerah-daerah penghasil komoditi Sagu di Indonesia, Ia berharap dengan ditundanya Pajak PSDH Komoditi Sagu, alternatif pangan Nasional itu dapat dikembangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani Sagu di Indonesia khususnya di Kepulauan Meranti yang lebih baik dimasa datang.

Editor: Risma

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Bupati Bersama Warga Sungai Tohor Gelar Sukuran

    tahun lalu

    Meranti(POROSRIAU.com) - Seiring di cabutnya izin pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Lestari Unggul Makmur (LUM) seluas 10.390 Ha, oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur (3 T), Bupati Meranti H. Ir

  • Swasembada Pangan, Bupati Meranti Inginkan Sagu Jadi Program Pengembangan Nasional

    11 bulan lalu

    Meranti (Porosriau.com) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terus berupaya mengangkat potensi sagu setempat menjadi program pengembangan nasional guna mensukseskan swasembada pangan

  • Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti ke-8, Bupati Ajak Segenap Masyarakat Bersatu Padu Bangun Meranti

    10 bulan lalu

    SELATPANJANG (POROSRRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016. Upacara dalam rangka mengenang terbentuknya Kabupaten Meranti pada Tanggal 19 Desember 20

  • Bupati Amril Meradang Pelayanan Terhadap Masyarakat Tak Maksimal

    9 bulan lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.COM) -- Dalam berbagai kesempatan, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, hampir tak pernah alpa mengingatkan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah. Lebih-lebih kepada Pejabat ASN.Baik itu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Ad

  • Pemuda Pancasila Hadang Aksi Damai GERAK

    2 bulan lalu

    Mereka menampilkan beberapa spanduk poster, yang bertulisan Gerakan Rakyat Kabupaten Bengkalis(GERAK) Basmi Tikus -Tikus Diseputar Bupati Bengkalis. Pak Polisi!!! Tuntaskan Persoalan Bansos Dan Ijazah Palsu Bupati Bengkalis.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.