Senin, 25 September 2017
  • Home
  • Meranti
  • Ini Tujuan Peluncuran Film "Mencari Mustika"
Selasa, 09 Agustus 2016 00:38:00

Ini Tujuan Peluncuran Film "Mencari Mustika"

Selasa, 09 Agustus 2016 00:38:00
BAGIKAN:
Film Mencari Mustika

MERANTI(POROSRIAU.com) - Peluncuran film perdana "Mencari Mustika" yang di produksi oleh Yayasan Lestari Warisan Meranti Selatapanjang dan  Lembaga Adat Melayu-Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti yang diputar pada Sabtu (6/8) malam di halaman kantor LAMR Kepulauan Meranti, bertujuan untuk mempromosikan Kabupaten Kepulauan Meranti dan sekaligus mengangkat pontesi-pontesi alam yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Film mencari Mustika tersebut diharapkan bisa mengenang kembali dan bernostalgia ke masa  lalu, dimana masa lalu itu sesungguhnya sangat indah, karena jika tidak ada masa lalu sudah tentu tidak ada masa kini. Selain itu juga mengangkat potensi daerah, seperti potensi wisata pantai, wisata mangrove dan usaha galangan kapal, bangsal arang dan beberapa potensi alam lainnya.

Afrizal Cik yang sekaligus menjadi sutradara film berdurasi 1 jam 30 menit lebih itu, mengatakan semua masyarakat bisa menonton film ini karena memang tidak dipungut biaya. Film yang dibiayai dari saku sendiri ini, kata Afrizal, bercerita tentang konflik percintaan antara dua insan yang sama-sama mencintai gadis impiannya.

Afrizal cik menceritakan alur dan konflik dalam film yang diproduksi Yayasan Lestari Warisan Meranti tersebut. Tokoh utama Seman yang dibintangi oleh Muhammad Ikhfansyah adalah pemuda tempatan yang menjalani hidup yang penuh tantangan dan liku-liku, begitu juga dengan perjalanan cintanya, Ia menaruh harapan dan ingin hidup bersama terhadap kekasih hatinya Mustika yang diperankan oleh Suci Ella Syafitri. Sayang, cinta mereka kandas karena Mustika terlebih dahulu sudah dipinang oleh seseorang yang pada akhirnya orang tersebut menggantung cintanya  yang memilih menikahi orang lain,dan akhirnya Mustika menjadi kecewa.

Dalam pembuatan film itu tidak membuat mantan anggota dewan Meranti ini berbangga hati, dirinya memberi kesempatan kepada setiap penonton untuk memberi masukan kritik maupun saran, karena mereka juga mengakui masih banyak terdapat kesalahan. Kelemahan ini sebelumnya diakui olehnya  dimana dalam penggarapan film tersebut mereka sangat terbatas, baik IQ maupun IT.

Dosen yang juga pengarang buku Tanah Jantan Yang Melawan ini, mengharapkan akivitas dan kreativitas putera puteri Meranti dikembangkan dan harus dibantu dengan APBD. Menurutnya, inilah orang-orang yang nantinya harus menjadi pengurus seni kedepannya.

"Tempatkan mereka berjiwa seni untuk mengurus kesenian di Meranti. Semoga yang lain mengikuti langkah ini. Semoga film ini menjadi tonggak awal film kreatif di Tanah Jantan. Film ini sangat bagus, kalau ada yang bilang film ini buruk, mereka itu yang sebenarnya buruk hati dan tunjukkan sama kami yang terbaik dalam bentuk film," tambah Afrizal.
 
Pria kelahiran Selatpanjang tahun 1975 silam itu menyebutkan pembuatan film Mencari Mustika adalah salah satu bentuk keinginanan untuk ikut berpartisipasi dalam Seni khususnya dalam dunia perfilman. "Kita sengaja melakukan peluncuran perdana film Mencari Mustika ini pada bulan agustus sempena perayaan hari kemerdekaan, namun selain itu kita juga punya keinginan untuk mempromosikan kabupaten Kepulauan Meranti melalui filman, karena Meranti juga sangat banyak potensi alam yang perlu kita promosikan.Setelah ini kita akan roadshow ke kecamatan lain untuk memutarkan film ini," kata Afrizal.
 
Sementara itu, Ketua LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, H Ridwan Hasan dalam sambutannya mengatakan banyak hal yang perlu dilakukan untuk memperkenalkan potensi Kepulauan Meranti,dan berkreasi melakukan sesuatu untuk menghindari dari hal yang tidak di inginkan.
 
"Sebagai warisan generasi penerus bangsa harus banyak berbuat untuk negeri ini sebagai pengganti kami yang sudah tua ini.Untuk masyarakat dan generasi muda carilah apa yang telah ditinggalkan oleh orang tua dahulu yang bisa dilukiskan melalui buku dan film. Film ini sangat berkarakter kedaerahan yang menggambarkan berbagai tempat potensi alam,dan semuanya tersampaikan lewat visual ini," kata Ridwan.

Editor: Risma

Sumber: (rgc)

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Mengharukan!! Ini Alasan Mahasiswi Indonesia Menjadi Artis Film Dewasa Jepang

    3 minggu lalu

    Nama Sera Amane kini menjadi perbincangan panas netizen di dunia maya. Perempuan asal Indonesia itu diketahui telah menjadi bintang film porno di Jepang sejak bulan Juli 2017 lalu.

  • Sejumlah Tokoh Agamawan di Siak Deklarasikan Pembentukan ICMI Muda

    11 bulan lalu

    Sejumlah tokoh agamawan muda dari berbagai Kecamatan se Kabupaten Siak mendeklarasikan pembentukan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda, Kamis (3/11/2016) siang, bertempat di rumah Kediaman Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul 'Ulum

  • Subhanallah! Sejumlah Anggota DPRD Siak Turut Suarakan Aksi Bela Al Quran di Jakarta

    11 bulan lalu

    Tak hanya dari kalangan Masyarakat dan Organisasi Massa (ORMAS) Islam saja yang turun ke Jakarta, pada Aksi Damai Bela Al Quran yang berlangsung di Ibukata Jakarta, Jum'at (4/11/2016) siang.

  • Kunjungi University Chiba, Ini yang Dilakukan Pejabat Siak Selama di Jepang

    10 bulan lalu

    Terkait keberangkatan Empat pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak ke Negeri Sakura (Jepang, red) beberapa waktu lalu, sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Siak merasa penasaran dan bertanya-tanya, apa tujuan mereka (pejabat Siak,

  • PT. RAPP dan Pemda Meranti Jalin Kerjasama Cegah Karlahut

    8 bulan lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan PT. Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) bekerjasama dalam penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karlahut). Penanggulangan Karlahut itu melalui Program Desa Bebas Api yang dilaksan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.