Jumat, 20 Oktober 2017
  • Home
  • Meranti
  • Komisi IV DPR RI Tinjau Lahan Persawahan Di Meranti
Rabu, 20 September 2017 16:52:00

Komisi IV DPR RI Tinjau Lahan Persawahan Di Meranti

Oleh: Manik
Rabu, 20 September 2017 16:52:00
BAGIKAN:
Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, SE MM mendampingi peninjauan lapangan anggota Komisi IV DPR RI dan Dirjen Perkebunan dan Pertanian. (foto/Nik)

RANGSANG BARAT(POROSRIAU.COM)- Kunjungan kerja anggota Komisi IV DPR RI bersama Dirjen Perkebunan dan Direktur Irigasi Pertanian ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, diharapkan membuahkan dukungan program APBN bagi kemajuan sektor pertanian dan perkebunan di daerah ini.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa 19 September dan Rabu 20 September 2017 itu, di isi dengan peninjauan langsung ke areal persawahan di Kecamatan Rangsang Barat serta dialog dengan masyarakat, khususnya Gapoktan Desa Segomeng, Bina Maju dan Sungai Cina.

Rombongan Komisi IV DPR RI yang membidangi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan dan Pangan ini, dipimpin anggota Komisi IV, Ir. Effendy Sianipar, bersama Dirjen Perkebunan, Ir. Bambang, MM dan Direktur Irigasi Pertanian, Ir. Tunggul Iman Panudju, MSc.

Objek utama dalam kunjungan ini, jelasnya, adalah komoditi Pertanian dan Perkebunan Sagu yang akan ditinjau pada hari ke dua. Untuk itu, beberapa hal yang menyangkut dengan kebijakan daerah agar dapat dikoordinasikan dengan pemerintah daerah Kabupaten atau Provinsi.

Saat peninjauan di lapangan, rombongan didampingi Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, SE, MM bersama Ketua Komisi B DPRD Kepulauan Meranti, Darwin Susandy, serta anggota DPRD lainnya, Azni Syafri dan Asmawi.

Sekda saat menjadi moderator dialog dengan Gapoktan mengungkapkan, sebagaimana data laporan yang diterima, bahwa panen komoditi pertanian di Kepulauan Meranti mengalami peningkatan, hal itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat pada sektor pertanian.

Namun demikian, hingga saat ini masih banyak masalah pertanian yang dihadapi Kabupaten Kepulauan Meranti, Khususnya di Kecamatan Rangsang Barat, dimana harga gabah program nasional dinilai lebih murah dari harga pasaran.

"Mahalnya harga gabah itu karena biaya transportasi yang mahal di daerah ini, sawah disini juga hanyalah sawah tadah hujan yang hanya bisa panen setahun sekali, disamping masalah abrasi yang cukup parah dan tanggul air laut yang belum memadai," ungkap Sekda.

Sekda berharap, kunjungan kerja Komisi IV DPR RI bersama Dirjen Perkebunan dan Direktur Irigasi Pertanian ini, dapat membuahkan dukungan program maksimal kedepannya, bagi kemajuan usaha petani di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti.

"Dua kecamatan ini merupakan areal sentra sawah di Kepulauan Meranti dengan luas 3000 hektar, disamping juga memiliki areal perkebunan kopi seluas 1000 hektar, satu satunya kopi dataran rendah berjenis liberika," jelasnya.

Pimpinan rombongan Komisi IV DPR RI, Ir. Effendy Sianipar mengatakan, rombongan terdiri dari beberapa anggota fraksi partai politik. Kunjungan itu dilakukan sesuai dengan fungsi DPR, yaitu fungsi pengawasan dan anggaran pada masa sidang pertama tahun 2017.

"Tujuannya untuk menyerap aspirasi serta melihat perkembangan yang telah dilaksanakan dan sedang di rencanakan di lapangan. Untuk itu kunjungan ini sangat strategis, karena apapun yang menjadi ganjalan di didiskusikan langsung dan akan dibahas di pusat," ujarnya.(nik)                                                                                                                    

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Tiga Nagari di Solok Selatan Terancam Gagal Panen

    9 bulan lalu

    SOLSEL(POROSRIAU.COM) -- Sawah masyarakat di tiga nagari di Kecamatan Pauh Duo, Solok Selatan (Solsel) terancam gagal panen karena kekeringan. Pasalnya, bendungan irigasi pertanian jebol oleh terjangan air Batang Bangko bebrapa waktu lalu.

  • Kapolda, Danrem Dan Kalaksa BPBD Riau Tinjau Penanganan Karhutla Di Meranti

    3 bulan lalu

    Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain beserta Danrem 031 WB Brigjen TNI Abdul Karim dan Kalaksa BPBD Riau Edwar Sanger tinjau langsung kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terjadi di Jalan Lintas BG TIE IN KM.23 Dusun Sagu - Sagu Desa Lukit Kec. Merbau K

  • AJI Dan ICCO Cooperation Gelar Media Briefing Sehari

    3 bulan lalu

    Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru bekerjasama dengan ICCO Cooperation akan menggelar Media Briefing Sehari pada Kamis, 3 Agustus.

  • KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi Muhamad

    tahun lalu

    DPD LIRA BENGKALIS meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan Wakil Bupati Bengkalis, Riau yakni Muhammad sebagai tersangka dalam kasus korupsi alih fungsi lahan di Provinsi Riau

  • Said : Meranti Siap Jalankan Instruksi Wapres

    tahun lalu

    Kedatangan Wapres Jusuf Kalla ke Riau ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Tentunya instruksi dan ajakan beliau untuk memajukan daerah dan senantiasa tetap menjaga lingkungan dan melestarikannya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.