Sabtu, 22 September 2018
  • Home
  • MERANTI
  • Terlibat Cian Cui Ribuan Warga Tembak Menembak Bahkan Anak Anak Jadi Korban
Sabtu, 17 Februari 2018 22:01:00

Terlibat Cian Cui Ribuan Warga Tembak Menembak Bahkan Anak Anak Jadi Korban

Oleh: Manik
Sabtu, 17 Februari 2018 22:01:00
BAGIKAN:
Foto:Suasana meriah saat perang air (Cian Cui) pada peryaan Imlek 2569 tahun 2018.

SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) -
Peristiwa tembak menembak ditiap sudut kota pada hari pertama Imlek 2569, melibatkan ribuan masyarakat Selatpanjang sangat menghebohkan, tua dan muda bahkan anak anak menjadi korban, seperti terjadi pada Sabtu (17/2/2018).

Waspadalah jika melintasi jalan protokol Selatpanjang disore hari,  bisa bisa anda menjadi sasaran tembak warga menggunakan senjata berbagai jenis.

Ada yang berkeliling kota menggunakan becak motor , ada pula yang menanti korbanya dipinggir-pinggir jalan protokol sambil menyandang senjata seperti jalan Ponegoro, Kartini, Imam Bonjol dan Teuku Umar.

Tak ayal lagi siapapun yang melewati jalan tersebut tak luput dari sasaran tembak warga yang ternyata tengah berperang satu sama lain, tak pandang bulu, baik tua-muda, bahkan anak-anak tak luput menjadi korban.

Meski begitu kelompok warga maupun perorangan yang melakukan aksi itu sudah siap untuk ditembak dan menembak, hebatnya lagi tak ada dendam dalam aksi ini.

Tambah lama Aksi tembak menembak itu makin menyemarakan suasana dan kegembiraan jelas terpancar dari wajah warga  khususnya warga Selatpanjang keturunan Tiong Hoa.

Itulah ilustrasi perang air (Cian-Cui) yang sudah menjadi tradisi warga Tiong Hoa di Selatpanjang dalam merayakan perayaan Imlek sejak puluhan tahun lalu.

Tradisi Cian Cui satu-satunya di Indonesia dan hanya ada dua di dunia yakni di Thailand.

Hebatnya, di Indonesia tradisi perang air ini terjadi di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Jika di Thailand hanya dilaksanakan satu hari, sedangkan di Selatpanjang dilaksanakan selama satu minggu penuh sejak awal perayaan Imlek.

Cian-Cui dimulai pada sore hari tepatnya pukul 16.00 Wib, pada saat itu ribuan warga Tiong Hoa sudah mempersenjatai diri dengan senapan air berbagai jenis, termasuk yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat menyemprotkan air sebanyak mungkin.

Di pinggir jalan juga terlihat ember ember besar berisi air sudah dipersiapkan pula oleh sekelompok warga untuk menyiram setiap orang yang melewati mereka. Aksi tembak menembak dan siram siraman airpun terjadi, tak peduli tua muda bahkan anak-anak dengan penuh semangat terlibat dalam cian cui ini.

Meskipun badan telah basah kuyup dan kulit wajah memerah kepedihan terkena siraman air namun hati tetap gembira.

Bahkan, demi keamanan serta kebersihan, Pemda Meranti  telah memfasilitasi pasokan air bersih untuk amunisi perang air tersebut,  dan telah pula mengeluarkan pemberitahuan dan peringatan kepada warga yang melakukan Cian Cui untuk menggunakan amunisi air bersih dan larangan menggunakan air kotor agar tidak terkena penyakit kulit.

Setiap tahunnya, warga keturunan Tiong Hoa dari berbagai daerah di Indonesia bahkan manca negara berbondong bondong mendatangani Kota Selatpanjang untuk mengikuti Cian-Cui atau hanya sekedar untuk menyaksikan ivent terunik di dunia ini.

Memang luar biasa, bahkan para wisatawan yang sudah pernah mengikuti perang air di Selatpanjang tak akan melewati ivent ini ditahun tahun berikutnya.(nik).

Editor: Chaviz fernandes

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Abu Sayyaf Bantai 9 Warga Sipil Di Pulau Basilian

    tahun lalu

    Militan Abu Sayyaf dilaporkan menewaskan sembilan warga sipil dan melukai 10 lainnya saat mereka menyerang sebuah kota di Filipina, pada Senin (21/8) dini hari.

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    2 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti ke-8, Bupati Ajak Segenap Masyarakat Bersatu Padu Bangun Meranti

    2 tahun lalu

    SELATPANJANG (POROSRRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016. Upacara dalam rangka mengenang terbentuknya Kabupaten Meranti pada Tanggal 19 Desember 20

  • Hari Anak Nasional 2016, Wabup Rohul Ajak Warga Akhiri Kekerasan Terhadap Anak

    2 tahun lalu

    Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman, mengajak seluruh elemen untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak, baik itu orang tua, guru serta masyarakat sekitar.

  • Bentrok Sengketa Lahan, 1 Unit Honda Jazz Jadi Korban

    2 tahun lalu

    Warga Desa Sikijang, Kecamatan Tapung Hilir bakar satu unit mobil Honda Jazz berwarna silver bernomor polisi BM 1538 ZQ milik Roni (33), sekiranya pukul 09.00 Wib, Selasa (26/7).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Poros Riau. All Rights Reserved.