Kamis, 19 Oktober 2017
  • Home
  • Pekanbaru
  • PLN Beralasan Gangguan, Managemen PLN Pekanbaru dicecar Komisi IV
Jumat, 11 November 2016 07:23:00

Masyarakat Dirugikan Karena Pemadaman Listrik

PLN Beralasan Gangguan, Managemen PLN Pekanbaru dicecar Komisi IV

Oleh: Eza
Jumat, 11 November 2016 07:23:00
BAGIKAN:
Int
ilustrasi

 

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)- Gerah dan seringnya listrik padam di Kota Pekanbaru, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (10/11) pagi, memanggil manajemen PLN Area Kota Pekanbaru, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Alhasil PLN ungkapkan alasan klasik seperti ada gangguan.

Manajemen PLN dicecar beberapa pertanyaan oleh Komisi IV DPRD Pekanbaru, terkait kondisi kelistrikan yang dikeluhkan oleh warga Kota Pekanbaru. Kalangan legislatif menilai kinerja PLN selama ini dinilai menurun drastis dan tak maksimal.

Buntut pemanggilan ini terkait pemadaman yang dilakukan oleh PLN belakangan ini. Sebab, jadwal pemadaman dinilai tak jelas dan tidak menentu sehingga banyak masyarakat dirugikan.

Seperti halnya, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel, yang mengaku kecewa dengan adanya kebijakan dari manajemen PLN Area Pekanbaru melakukan pemadaman bergilir. 

Soal pemadaman, dia menyebut bahwa selama ini kalangan Komisi IV tak pernah dilibatkan terkait kondisi riil kelistrikan yang terjadi belakangan ini. Seharusnya informasi soal kelistrikan secara komprehensif diberitahu sehingga masyarakat mengetahui.

"Beritahu soal pemadaman ini kepada kami kalau perlu per dapil (daerah pemilihan, red). Sosialisasikan kepada masyarakat," ungkapnya.

Roni juga meminta kepastian dari manajemen PLN sampai kapan pemadaman berakhir. Termasuk, bentuk tanggungjawab sosial PLN kepada masyarakat dari pemadaman.

"Selama ini masyarakat tidak pernah dapat kontribusi dari pihak PLN, sementara ketika masyarakat telat melakukan pembayaran jaringan listrik langsung diputuskan," ungkapnya.

Hearing dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel, didampingi anggota lainnya seperti Wan Agusti, Mulyadi AMd, Ruslan Tarigan ST, Zaidir Albaiza, Puji Daryanto, dan Ali Suseno. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono yang diketahui sebelum duduk di DPRD Kota Pekanbaru diabpernah bekerja di PLN.

"Harusnya PLN tidak melakukan pemadaman di saat beban puncak pemakaian. Kasihan masyarakat, waktu shalat maghrib, lampu padam. Harusnya pemadaman ini diinformasikan ke masyarakat," terang Sigit.

Anggota Komisi IV lainnya, Mulyadi Amd, juga mengungkapkan kekecewaannya dalam RDP di ruang banmus DPRD Pekanbaru. Pemadaman listrik ini jelas menimbulkan citra negatif ke masyarakat karena dilakukan saat beban puncak.

"Sudah banyak masyarakat yang mengeluh dan terganggu dengan pemadaman ini. Pengaduan kepada saya terus terjadi," ujarnya.

Dilain hal, Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Ruslan Tarigan juga mempertanyakan kapan PLTU Tenayan Raya Beroperasi. Ini untuk mencari solusi pemadaman secara massal.

"Katanya PLN kemarin bulan juni PLTU Tenayan Raya sudah bisa beroperasi, buktinya sampai sekarang apa, seharusnya dengan PLTU itu bisa membantu kondisi krisis litrik yang terjadi saat ini," jelasnya.

Gangguan
Kepala PLN Area Pekanbaru, Laode, hanya menjawab pertanyaan dengan dengan alasan klasik. Menurutnya, pemadaman belakangan ini terjadi karena ada faktor yakni terencana dan mendadak. Terencana karena pemeliharaan jaringan dan mendadak karena gangguan.

"Yang paling sering terjadi gangguan jaringan seperti yang terjadi sekarang," ungkap Laode dihadapan Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru.

Soal adanya pemadaman bergilir ini, Asisten Manager Perencanaan PLN Pekanbaru, Tri Ariyanto, mengungkapkan, PLN saat ini bekerja melakukan pemeliharaan jaringan di gardu induk yang ada di Jalan Garuda Sakti dan Teluk Lembu. Pekerjaan dilakukan di siang hari. Namun ketika pemadaman terjadi di malam hari, maka ini diakibatkan gangguan dan defisit.

"Ada kerusakan temporer dan nyisip ke trafo. Biasanya pemadaman durasinya dua jam. Sekarang pemadamannya lebih banyak malam saja, biasanya 3 sampai 4 hari, setelah itu normal lagi. Artinya, bukan meluas seperti dulu, siang dan malam padam," katanya.

Tri Ariyanto menjelaskan lagi, pada dasarnya, sistem koneksi jaringan Sumatera sekarang mengakami surplus. Itu terjadi karena tidak ada gangguan. Meski begitu, pemadaman terencana pasti ada. Tapi tidak berkala. "Pasti kita minimalisir lokasi memadamannya," tambahnya.

Soal Pemadaman lagi, pihaknya mengaku sudah memberikan jadwal pemadaman di beberapa media massa, yakni hingga Sabtu 12 November 2016. Tapi, secara umum, pemadaman ini tetap terjadi hingga sampai Desember 2016.

"Peralatan belum memadai dan sebenarnya harus di upgrade. Saat ini, PLTU Tenayan sudah beroperasi satu mesin. PLTU itu sudah ngirim daya ke PLN. Itu baru secara suplay, tapi secara komersil belum.

" Kota Pekanbaru memiliki 5 gardu induk dan akan dioptimalkan kedepan," tutupnya. (eza)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Duit investor terbenam Rp217 juta, Status Tanah Pasar Induk Panam Baru Jual Beli Akte Notaris

    11 bulan lalu

    Pembangunan Pasar Induk diluas lahan 3,2 hektar milik pemko yang berada di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, ternyata belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemko Pekanbaru.

  • Usulan Nama Pansel Sudah Ditangan Pj Walikota

    8 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Proses seleksi Pejabat Tinggi Pratama (PTP), yang mana masih ada lima jabatan kosong di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terkesan berjalan lamban. Meski secara lisan sudah disampaikan ke K

  • DPRD Minta Distanak Ungkap ke Publik Kasus Bakso Bercampur Daging Babi

    8 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Adanya dugaan daging bakso di wilayah Kota Pekanbaru tercampur dengan daging babi, yang mana oleh sebagian umat Islam haram, ditanggapi oleh anggota DPRD Kota Pekanbaru.

  • Bahas Soal Izin PT Bangkinang, Komisi I Lakukan Hearing

    7 bulan lalu

    Mengetahui kejelasan persoalan yang ada di PT Bangkinang, Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Senin (13/3) menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan pabrik karet PT Bangkinang yang berada di Jalan Taskurun RW 2 Kelurahan Wonorejo Kecamatam Marpoyan Damai

  • Tak Ada Kejelasan, Komisi IV Pertanyakan Pembangunan Pasar Induk Diluas Lahan 3,2 Hektar ke Pemko

    7 bulan lalu

    Meski digadang-gadangkan segera di lakukan Pembangunan Pasar Induk, namun kepastian waktu pembangunan pasar induk belum ada kejelasan. Untuk itu Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, mempertanyakan realisasi pembangunan pasar induk diluas lahan 3,2 hektar yang b

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.