Selasa, 19 Juni 2018
  • Home
  • Pekanbaru
  • BRG Dan AJI Pekanbaru Bahas Penanganan Gambut Di Riau
Jumat, 23 Februari 2018 19:16:00

BRG Dan AJI Pekanbaru Bahas Penanganan Gambut Di Riau

Oleh: Firman
Jumat, 23 Februari 2018 19:16:00
BAGIKAN:
Kepala BRG, Nazier Foead paparkan persoalan gambut, disaksikan Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus, beserta pengurus dan anggota.
PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazier Foead beserta rombongan, Jum'at (23/2/2018), menyambangi Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru. Kedatangan Nazier Foead terkait penanganan gambut diberbagai wilayah di Provinsi Riau.
 
Nazier Foead disela-sela diskusi bersama pengurus AJI Pekanbaru yang dihadiri langsung Ketua AJI Pekanbaru Firman Agus, beserta pengurus dan anggota AJI lainnya, mengungkapkan, persoalan gambut bukan hanya ada di Riau, namun juga dirasakan berbagai daerah maupun negara lainnya.
 
"Permasalahan gambut tidak hanya ada di kita. Finlandia dulu tahun 70 an. Tahun 80 an membuat kebijakan dan tahun 2000 an baru mereka mulai baik dalam penanganan gambut," ungkap Nazier Foead. 
 
Mantan Direktur WWF ini juga menyebutkan jika proses restorasi yang dilakukan BRG yang paling rumit berada di areal milik perseorangan atau masyarakat. Untuk areal restirasi milik perusahaan menurutnya gampang diawasi, dengan melaksanakan aturan dengan maksimal. 
 
"Kalau areal milik perusahaan, gampang saja, aturannya sudah ada, kalau tidak dilaksanakan, bisa dicabut (izinnya)," ujar Nazier.
 
Ketika disinggung apa yang telah dicapai oleh BRG dalam penanganan gambut, dikatakan Nazier Foead.
 
"Khusus untuk di Riau tahun 2017, kita baru melakukan pembasahan 27 ribu hektar. Dan target kita untuk 2018 sebesar 140 ribu hektar. Kita optimistis bisa terlaksana, karena bekerja sangat erat dengan pemerintah daerah, bersama tim restorasi gambut Provinsi Riau dan kemudian LHK, karena juga merupakan kawasan konservasi yang harus di restorasi dan juga bersama-sama teman-teman dari Satgas Karhutla," ungkapnya.
 
Untuk Riau, diungkap pula, BRG menargetkan empat hingga lima kabupaten dalam hal penanganan gambut. "2018 ada empat atau lima kabupaten, diantaranya Inhu. Untuk Riau luas lahan 140 ribu hektar," ujarnya.
 
Sementara itu, Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus mengapresiasi upaya BRG menjalin silaturahmi dan berdiskusi dengan rekan-rekan Jurnalis. Uoaya ini menurutnya merupakan satu di antara langkah verifikasi BRG dalam melihat langsung kondisi Riau sebagai wilayah kerja lembaga yang baru berumur dua tahun tersebut. 
 
"Kami mengapresiasi kedatangan pak Nazier dan rekan-rekan BRG ke AJI Pekanbaru ini. Kami selalu terbuka untuk memberikan masukan dan usulan untuk memaksimalkan kinerja BRG di Riau," sebutnya. 
 
Iping, sapaan akrab Firman Agus, lebih lanjut menegaskan jika AJi selalu siap jika dimintai pendapat, dan memberikan masukan langsung terkait upata reatorasi gambut di Riau. 
 
"Kami di Riau, tentu akan maksimal memberikan masukan, ini juga terkait dengan kehidupan kami yang tinggal di Riau, yang merasakan dampak langsung jika terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan, terutama di areal gambut. Upaya pencegahan Karhutla ini juga menjadi tanggung jawab kami masyarakat Riau, tentu akan memberikan masukan maksimal bagi BRG," tegasnya.(fir)
Editor: Firman Tanjung

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Tanggapi Meranti Berdarah, Komnas HAM Berkunjung ke Selatpanjang

    2 tahun lalu

    MERANTI (POROSRIAU.com) - Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai datang ke Selatpanjang sebagai bukti tanggapan serius mereka terhadap kasus Meranti Berdarah tanggal 25 Agustus 2016 lalu. Tiba di Kota Sagu itu, Natalius langsung mengunju

  • Dalam Tiga Tahun, Siak Berhasil Tekan Kasus Karlahut

    tahun lalu

    SIAK(POROSRIAU.COM)--Tahun 2016 lalu menjadi pencapaian berarti bagi Kabupaten Siak, terkait upaya pengendalian kasus kebakaran lahan dan hutan (karlahut). Tercatat hingga penghujung tahun lalu, angka kejadian karlahut di negeri istana berhasil ditekan sa

  • Berhasil Tekan Angka Karlahut, BPBD Meranti Raih Penghargaan dari Gubri

    tahun lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Berkat kerja keras Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, dibantu dengan Stakeholders terkait mulai dari TNI, Polri, Pihak Swasta serta masyarakat. BPBD Meranti berhasil menekan angka kebakara

  • Ternyata Kerajaan Gunung Sahilan adalah Keturunan Raja Pagaruyung

    tahun lalu

    Saat ini Istana Kerajaan Gunung Sahilan merupakan salah satu situs Nasional di Kabupaten Kampar. Penanganan situs Nasional Istana Gunung Sahilan telah ditangani secara Nasional dan Provinsi.

  • AJI Dan ICCO Cooperation Gelar Media Briefing Sehari

    11 bulan lalu

    Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru bekerjasama dengan ICCO Cooperation akan menggelar Media Briefing Sehari pada Kamis, 3 Agustus.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Poros Riau. All Rights Reserved.