Senin, 25 September 2017
  • Home
  • Pekanbaru
  • Disperindag Pekanbaru Bantah Gas Elpiji 3 Kilogram Langka
Kamis, 09 Maret 2017 16:51:00

Disperindag Pekanbaru Bantah Gas Elpiji 3 Kilogram Langka

Oleh: Firman Tanjung
Kamis, 09 Maret 2017 16:51:00
BAGIKAN:
Kabid Perdagangan, Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman
 
PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Kelangkaan elpiji 3 kilogram terjadi pada Kamis (9/3/2017) pagi. Kondisi ini membuat masyarakat Kota Pekanbaru resah. Kelangkaan juga terjadi di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.
 
Roni (35), warga Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan kepada POROSRIAU.COM mengeluhkan kondisi tersebut.
 
"Gas elpiji 3 kilo langka bang. Saya saja sudah keliling nyari gas. Mulai dari Jalan Budidaya, Jalan Taman Karya, Jalan Sukakarya dan Jalan Purwodadi. Bahkan sampai ke sepanjang Jalan Kubang Raya dan Jalan Bupati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar saya mencari gas untuk masak, tapi tidak dapat," ungkap Roni mengeluhkan langkanya gas elpiji.
 
Dikatakan Roni, sepanjang jalan mencari gas elpiji, dirinya melihat dan bahkan berbapasan dengan warga lainnya yang juga mencari gas. "Bukan saya aja. Banyak warga lainnya yang kebingungan mencari gas dimana," ujarnya.
 
Lain halnya dengan Roni, salah seorang ibu rumah tangga, Rina (33) mengungkapkan, kelangkaan terjadi karena pemerintah ingin menarik gas elpiji 3 kilogram dan menggantinya dengan gas elpiji 5 kilogram.
 
"Informasinya pemerintah mau menarik gas elpiji 3 kilogram bersubsidi. Makanya langka," bebernya.
 
Menyikapi kondisi ini, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman ketika dikonfirmasi terkait langkanya gas elpiji, membantah hal tersebut.
 
"Tidak benar, tidak benar itu. Itu tidak ada (langka,red). Petugas kita masih dilapangan sekarang. Saya dapat 13 SMS. Empat dari Jalan Suka Karya, dua dari Jalan Cipta Karya, kemudian simpang Kualu, kemudian tiga dari  Jalan Nelayan Rumbai dan ada juga dari Tangkerang Selatan. Melaporkan tentang kelangkaan elpiji. Untuk di Jalan Suka Karya kita langsung melaksanakan Operasi Pasar (OP,red), tadi (Kamis,red), satu LO. Tau tidak kenyataannya apa, tidak sampai 100 orang yang beli. Ayo, saya mau tanya sekarang..., langka dari mana..., di Jalan Nelayan kita OP, satu LO itu 560 (tabung,red), 60 tabung cuman dibeli," ungkap Mas Irba Sulaiman. 
 
Namun demikian, dikatakan Mas Irba Sulaiman, dirinya tidak menampik terjadinya kepanikan ditengah-tengah masyarakat soal kelangkaan yang sempat terjadi pada Kamis (9/3/2017) pagi.
 
"Saya tidak menyatakan bahwa tidak benar langka..., kenapa, karena dari OP yang kita laksanakan di Kecamatan Tampan dan Jalan Nelayan, ternyata terjawab. Artinya kalau itu langka, yang 560 tabung tidak sampai satu jam pasti habis, ini tidak. Ini staf saya masih di Jalan Nelayan, hanya 60 pak yang laku, kata staf saya. Yang 500 (tabung,red) lagi artinya di lempar lagi ke agen. Kemudian di Suka Karya, itu hanya 100 yang laku. Kami besok akan ulang lagi (OP,red)," ujarnya.
 
Saat ditanya adanya isu yang menyebutkan kelangkaan terjadi akibat pemerintah ingin menarik gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dan menggantinya dengan gas elpiji 5 kilogram, dijawab Mas Irba Sulaiman.
 
"Saya meluruskan. Kalau untuk peralihan hanya diminta kepada ASN (Aparatur Sipil Negara,red), iya. Makanya pak Pj Walikota meminta kita dari Perdagangan untuk menjelaskan. Kategorinya kepada ASN tidak dibenarkan memakai gas elpiji 3 kilogram. Peraturan Mentri ESDM, tentang pengelolaan, pendistribusian gas elpiji 3 kilogram tertutup, namanya DISTUP, Distribusi Tertutup. Itu belum bisa dilaksanakan sampai hari ini. Yang jadi masalah hari ini Kamis sudah mengelurkan aturan bahwa ASN itu tidak dibenarkan (memakai gas elpiji 3 kilogram,red)," terang Kadib Perdagangan Disperindag. 
 
Dijelaskan Kabid Perdagangan Disperindag, Mas Irba Sulaiman, tidak dibenarkannya ASN memakai gas elpiji 3 kilogram dikarenakan penghasilan ASN diatas Upah Minimum Kota (UMK).
 
"Ilustrasinya begni, ketika ASN memperoleh penghasilan melebihi UMK. Karena di dalam Permen ESDM itu disebutkan, mereka yang berhak itu adalah mereka yang kurang mampu atau kategori miskin, dengan ukuran penghasilannya di bawah UMR atau UMK. Sementara ASN ini diatas UMK atau UMR, maka kita kategorikan tidak boleh. Makanya di dalam Perwako mengenai HET (Harga Eceran Tertinggi,red) itu kita sampaikan, mereka yang tidak berhak memakai itu ASN, Polisi dan TNI," jelasnya.
 
"Ini yang membuat kebijakan itu keluar. Kita membuat yang namanya gas non subsidi dengan jenis bright, dengan ukuan 5,5 kilogram, karena dari beberapa kali pengawasan kita..., ada ibu-ibu yang kewalahan ketika mengangkat yang 12 kilo, karena totalnya yang 12 kilo itu beratnya hampir 40 kilo. Tidak manusiawi juga ibuk-ibuk mengangkat itu. Maka di keluarkan kebijakan oleh Pertamina, yang 5,5 kilo, itu sudah launching di Pekanbaru dan itu  disurati oleh Pertamina. Kepada ASN diminta untuk beralih ke 5,5 kilo dan diberikan kompensasi dua tabung elpiji 3 kilogram, dengan satu tabung yang 5,5 kilo," ujarnya.(fir)
Editor: Firman Tanjung

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Antisipasi Kelangkaan, Pertamina Siapkan 40 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg

    6 bulan lalu

    Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, Masirba H Sulaiman sampaikan 40 ribu tabung elpiji 3 kg sudah disiapkan Pertamina. Hal ini mengantisipasi jika terjadi kelangkaan gas.

  • Gas 3 Kg Langka, Disperindag Pekanbaru Gelar OP Dan Janji Tindak Pangkalan Nakal

    3 minggu lalu

    PEKANBARU(POROSIAU.COM)- Kelangkaan Gas LPG 3 Kilogram yang membuat resah masyarakat Kota Pekanbaru, ditanggapi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut.

  • Elpiji 3 Kilogram Sulit Didapat, Warga: Sama Seperti Mencari Harta Karun

    satu minggu lalu

    Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di wilayah Pekanbaru masih terjadi. Beberapa pekan terakhir, gas subsidi ini semakin sulit didapatkan.

  • Gas 3 Kilo Di Pengecer, Disperindag Pekanbaru Tegaskan Itu Peyimpangan

    6 hari lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengharapkan peran serta masyarakat dalam melakukan pemantauan distribusi gas elpiji 3 kilogram. Apabila ditemukan gas dijual oleh pengecer, Disperindag memastika

  • Disperindag Pekanbaru Terbitkan Edaran, Pelaku Usaha Dilarang Gunakan Gas 3 Kilogram

    3 hari lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Terbatasnya gas elpiji 3 kilogram, serta banyaknya keluhan masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji, membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, menerbitkan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.