Sabtu, 19 Agustus 2017
  • Home
  • Pekanbaru
  • Mak Boy, Nenek Renta Usia 84 Tahun Ini Harus Sandarkan Hidup Dari Belas Kasihan Warga
Selasa, 08 Agustus 2017 08:12:00

Mak Boy, Nenek Renta Usia 84 Tahun Ini Harus Sandarkan Hidup Dari Belas Kasihan Warga

Oleh: Eza
Selasa, 08 Agustus 2017 08:12:00
BAGIKAN:
int
Ilustrasi Gambar.

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Nasib malang dan menyedihkan diterima oleh nenek renta usia 84 tahun bernama Darwiza biasa di kenal Mak Boy. Pasalnya di umur yang sudah senja ia terpaksa menggantungkan hidup dari belas kasihan orang lain.

Meski tinggal di ibu kota Provinsi, namun ternyata masih ada warga yang hidup miskin tanpa tersentuh perhatian pemerintah. Setiap hari, Mak Boy dan seorang anaknya yang cacat hanya bisa menerima pemberian warga sekitar agar bisa bertahan hidup. Mak Boy tinggal disebuah gubuk reot dan bangunan semi permanen, dengan kondisi seadanya dan jauh dari kata layak. Warga RT 04 / RW 02 Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya ini mengaku, hanya bisa pasrah dengan hidup yang dijalaninya saat ini.

Darwiza alias Mak Boy mengaku, sejak kepergian sang suami sejak 6 tahun yang lalu, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Usia yang tua dan harus mengurus seorang anak yang cacat bernama Ilham, membuatnya berada dalam kondisi kesusahan dan serba kekurangan.

“Kalau untuk makan sehari-hari, biasanya ada warga yang ngasih kami. Kalau anak awak yang satu lagi, dia cuma supir truk serta punya keluarga dengan 3orang  anak. Tak banyak juga yang bisa diharapkan dari dia, karena penghasilannya juga pas-pasan. Jadi amak pasrah aja, kalau tak ada nasi atau makanan, ya kami puasa. Untuk bayar listrik, ya kadang ada warga yang bantu,” beber Mak Boy dengan air mata berlinang.

Kondisi Mak Boy yang hidup dalam kemiskinan, membuat anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru – Ade hartati merasa prihatin. Bayangkan saja, diusia senja seperti sekarang beliau harus mencari nafkah dan mengurus seorang anak yang cacat.

“Kita sangat prihatin melihat kondisi Mak Boy, beliau cuma dapat bantuan Jamkesmas. Beliau udah tua, gak mungkin lagi kerja.Untuk makan sehari-hari, hanya bersandar pada belas kasihan warga sekitar. Rencananya, Mak Boy akan diusulkan ke Baznas Kota Pekanbaru agar bisa mendapatkan bantuan rutin setiap bulan sehingga memiliki uang untuk bertahan hidup. Mereka inilah yang seharusnya dibantu pemerintah, bahkan harus prioritas,” tutu Ade Hartati didampingi kepala RT/RW setempat saat berkunjung ke kediaman Mak Boy pada akhir pekan lalu.

Ketua RW 06, Ustad Yunalis berjanji akan membantu keluarga Mak Boy karena selama ini luput dari pantauan. Menurut Yurnalis, Mak Boy dan keluarga hanya mendapatkan bantuan zakat fitrah, bantuan janda dan anak yatim serta kupon kurban sekali setahun dari mesjid. Sedangkan untuk bantuan lainnya dari pemerintah, beliau tidak pernah dapat selain Jamkesmas.

“Beliau ini orangnya tertutup atau kurang terbuka, tidak mau melaporkan masalah yang dialaminya. Jadi selama ini kita tak tau, apa yang beliau alami. Ini akan jadi prioritas kita, karena Mak Boy dan anaknya sangat membutuhkan bantuan,” ungkap Ustad Yurnalis.

Guna meringankan beban Mak Boy dan keluarga, Ade Hartati menyerahkan bantuan paket sembako seperti beras satu karung, minyak makan 2 liter, mi instan satu karton, sarden dan gula pasir. Ade berharap, ada donatur lain atau pihak pemerintah yang mau membantu keluarga Mak Boy sehingga beliau bisa hidup layak di usia senja. (Eza)

 

Editor: Chaviz

Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Bupati Bersama Warga Sungai Tohor Gelar Sukuran

    12 bulan lalu

    Meranti(POROSRIAU.com) - Seiring di cabutnya izin pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Lestari Unggul Makmur (LUM) seluas 10.390 Ha, oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur (3 T), Bupati Meranti H. Ir

  • Di Usianya yang Hampir Menginjak Satu Abad, Nenek Barila Justru Hidup Dengan Kondisi Memprihatinkan

    8 bulan lalu

    SOLOK SELATAN(POROSRIAU.COM)-- Siapa anak yang tidak ingin melihat kedua orangtuanya bahagia. Kalaupun bisa semua anak ingin membahagiakan orangtua. Namun mungkin kadang terkendala berbagai hal, hingga mata hatipun sudah ditutup dan tak ingat kepada orang

  • Hati-hati!!! 2017 Buang Sampah Sembarangan Akan Ditangkap Dan Dipenjara

    6 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Bagi masyarakat yang nekat membuang sampah sembarangan, hati-hati, satuan petugas (Satgas) kebersihan yang dibentuk oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru akan menangkap warga yang nekat membuang sampa

  • 149 Kasus DBD di Pekanbaru, DPRD Minta 'Parkirkan' Kadiskes

    5 bulan lalu

    Semakin banyak penderita demam berdarah denque (DBD) di Kota Pekanbaru membuat berbagai pihak tidak terlepas DPRD Kota Pekanbaru geram. Pasalnya bahkan di minggu ke-10 tahun 2017 ini, sudah 149 warga yang menjadi korban.

  • HUT Adhyaksa Ke-57, Kejari Solok Selatan Taja Berbagai Kegiatan

    4 minggu lalu

    Rentang waktu yang relatif cukup lama dan panjang, usia 57 tahun sudah barang tentu tidak lagi harus dianggap sebagai masih baru dan muda.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.