Senin, 25 September 2017
Selasa, 07 Februari 2017 15:04:00

Komisi I Hearing Dengan Ombusman

Pekanbaru Jadi Sorotan Tentang Pelayanan Publik

Oleh: Eza
Selasa, 07 Februari 2017 15:04:00
BAGIKAN:
Eza
Hearing Ombudsman RI Provinsi Riau bersama Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (7/2) siang

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Guna mengetahui sejauh mana  kualitas pelayanan publik yang ada di kota Pekanbaru, Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (7/2) siang menggelar hearing terbuka dengan pihak Ombudsman RI Provinsi Riau.

Hearing langsung dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Hotman Sitompul, didampingi Ida Yulita Susanti, Sri Rubiyanti, Nasruddin Nasution, dam turun hadir juga Wakil DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga. 

Dari Hearing diketahui, Kepatahun Pemerintah kota Pekanbaru dalam pelayanan publik mendapat katogori sedang atau berada pada zona kuning.

Dimana sepanjang tahun 2016, Ombudsmant RI Provinsi Riau mencatat ada 203 pengaduan yang dikeluhkan oleh masyarakat Riau, 50 diantaranya ada di Kota Pekanbaru.

50 Pengaduan yang ada di Kota pekanbaru ini, merupakan pengaduan yang terbanyak yang disampaikan oleh masyarakat kepada Ombusmen.

" Artinya Pemko Pekanbaru adalah Pemda yang paling banyak yang diadukan oleh masyarakat kepada ombudsman, pada umumnya pegaduan dibidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan juga soal pertanahan," kata Kepala Ombudsman RI Provinsi Riau, Ahmad Fitri.

Sementara itu, satu persatu anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru memaparkan terkait pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan masyarakat yang disampaikan melalui DPRD Kota Pekanbaru, mulai dari persoalan pedidikan, kesehatan, perizinan hingga persoalan sampah.

Seperti yang disampaikan oleh Nasruddin Nasution, pihaknya di DPRD Kota Pekanbaru ini mengaku, hingga saat ini persoalan dugaan Pungutan liar (pungli) di sekolah masih menjadi polemik ditengah masyarakat.

" Setiap tahun itu kita masih saja menerima laporan dari masyarakat terhadap berbagai dugaan pungutan liar di sekolah, ini tidak pernah hilang terutama saat peneriamaan siswa baru, kemudian ada juga istilah uang les yang dinilai pemaksaan, dimana kalau tidak bayar nilainya rendah atau tidak naik kelas," katanya.

Selain soal Pungli dilingkungan sekolah, Nasruddin juga menyinggung soal izin alfamart dan indomaret yang kian menjamur bahkan mematikan pedagang kecil.

Bahkan Jhon Romi Sinaga SE, Wakil DPRD Kota Pekanbaru ini juga akat bicara soal banyaknya temuan Pungli diberbagai sektor di Kota Pekanbaru, baik yang disamaikan oleh masyarakat maupun berdasarkan temuan dilapangan, dan diperkirakan belum diketahui oleh pihak Ombudsman.

" Udah beberapa kali kit dapat pengaduan soal buruknya pelayanan publik di Kota Pekanbaru, teruatama soal pendidikan dan kesehatan,"  ugkapnya.

Untuk itu, sebagai upaya pengawasan pecegahan makin banyaknya laporan dari masyarakat, Jhon Romi Singa berharap ada kerja sama bahkan adanya MOU antara DPRD Kota Pekanbaru dengan Ombudsman RI Provinsi Riau.

"Dari segi pengawasan, kita inginnya adanya MOU DPRD dengan ombudsman, bagaimana kita memberantas banyaknya laporan-laporam terkait pungututan liar, kalau kita bersatu tentu ada juga pengaruhnya nanti kepada masyarakat, terutama dalam tindakan pencegahan," jelasnya.

Kepala Ombudsman Riau Ahmad Fitri, mencobat menjelaskan satu persatu dari yang disampaikan oleh Komisi I DPRD Pekanbaru tersebut.

" Terkait kerja sama atau MOU antara DPRD dan ombudman yang disampaikan pak Jhon Romi Sinaga tadi kita sambut positif dan baik, namun tanpa itu juga kita tetap bisa terus berkoordinasi," ungkapnya.

Bahkan menurut Ahmad Fitri lagi,Undang-undang nomor 25 tahun 2009, juga menyebutkan, bahwa masyarakat yang mengeluhkan pelayanan publik bisa menyampaikan keluhan kepada ombudsman, kepada DPRD dan lebih awal lagi kepada penyelenggara pelayanan publik itu sendiri.

"Pada dasarnya DPRD dan Ombudsman punya kesamaan yakni dalam pengawasan, namun terkadang apa yang dikelukan masyarakat kepada ombudsman belum tentu diketahui oleh DPRD dan begitu juga sebaliknya, makanya perlunya koordinasi seperti ini, dan dari hearing ini kiga banyak informasi yang kita dapat dari DPRD," Tambah Ahmad Fitri. (Eza)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • BISA Komitmen Tingkatkan Pendidikan serta Pelayanan Publik

    9 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Dalam pelaksanaan kampanye pasangan calon (Paslon) Wakil Walikota Pekanbaru, Said Usman Abdullah nomor urut 5 di RW 10 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan. Berbagai masukan dan keluhan yang disampaikan warga dihadapan pas

  • Loloskan Pokok Pikiran, Oknum Wakil Rakyat Dumai Terima Upeti

    tahun lalu

    DUMAU(POROSRIAU.com) –  Sutrisno  amggota Komisi I DPRD Kota dumai membantah dirinya mendapatkan upeti setoran Fee dari sumber dana pokok pikiran yang di perjuangkan dari partai NAS

  • Kapolda Riau Kunker Ke Polres Kampar

    12 bulan lalu

    Bangkinang(POROSRIAU.com) - Kapolda Riau Brigjen Pol Drs. Supriyanto didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ibu Nita Supriyanto melaksanakan kunjungan kerja di Polres Kampar, selasa tanggal (20/9/2016).

  • Pilkada 2017 Mendatang, Pemilih Harus Berdomisili Sesuai E-KTP

    11 bulan lalu

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengelar sosialisasi pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan dan sosialisasi Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik (PPID), Rabu (2/11/2016).

  • Roni: Ada Prosedur yang "Salah" Dalam Pembangunan Apartemen/Mall di Simpang SKA

    11 bulan lalu

    Ternyata pembangunan aparteman dan mall di simpang SKA yang menjadi masalah benama 'Living Word'. Dampak kerugian pada warga yang menyebabkan kerusakan rumah warga hingga air sumur kering dianggap ada prosedur yang salah.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.