Senin, 23 Oktober 2017
  • Home
  • Pekanbaru
  • Pemerintah Banyak Program, Tapi Masih Banyak Warga Miskin Terlantar
Kamis, 10 Agustus 2017 11:14:00

Pemerintah Banyak Program, Tapi Masih Banyak Warga Miskin Terlantar

Oleh: Eza
Kamis, 10 Agustus 2017 11:14:00
Nofrizal: 'Sosialisasi Minim'
BAGIKAN:
int
Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal MM

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Banyak sekali program Pemerintah memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat, kenyataan dilapangan sampai saat ini masih saja banyak di temukan warga miskin yang tidak  Terakomodir, salah satunya ditemui di Kecamatan Simpang Tiga, Mak boy (84) yang mesti menggantungkan hidupnya dengan belas kasihan orang lain karena kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Padahal, Pemerintah pusat memiliki banyak program dalam mensejahterakan rakyat sebut saja dari program Kartu Indonesia Sejahtera (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Hanya saja, program tersebut justru sering tidak tetap sasaran karena minimnya informasi yang diterima masyarakat.

Menyikapi kondisi ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal MM mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat diminta untuk rutin memberikan edukasi kepada masyarakat, karena banyak warga yang tidak paham dan mengetahuinya. Mak Boy mungkin salah satunya, sehingga beliau hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat banyak.

“Banyak program yang dibuat oleh pemerintah untuk masyarakat, namun sosialisasinya dirasa kurang seperti peralihan dana bantuan langsung tunai (BLT) atau beras miskin (Raskin). Padahal sosialisasi bisa dilakukan secara sederhana, melalui pemasangan sanduk atau baliho ke pemukiman masyarakat,” demikian disampaikan Ir Nofrizal saat di jumpai dikantornya, Kamis (10/8)

Nofrizal mengakui masyarakat seperti Mak Boy ini seharusnya menjadi prioritas utama Pemko Pekanbaru. Melihat kondisi beliau, wajar saja jika Mak Boy dan keluarga mendapat bantuan dari pemerintah tanpa harus bersandar kepada belas kasihan warga agar kehidupan beliau bisa lebih terjamin.

" Memang banyak program Pemerintah baik datang dari Pusat dan Kota tujuannya Mensejahterakan masyarakat, tapi banyak juga kelemahannya karena sosialisasi yang minim sehingga program itu tidak berjalan semestinya, sehingga program ini tidak terlaksana sepenuhnya," jelas Nofrizal.

Nofrizal menegaskan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini Dinas Kesehatan, Dinas Sosial,  dan Dinas Pendidikan agar gencar melakukan sosialisasi terkait upaya Mensejahterakan masyarakat yang berkaitan dengan Program Pusat yang diterima masyarakat dalam hal ini Kartu Indonesia Sehat (KIS).

" jika sosialisasi berjalan jelas masyarakat miskin akan berkurang dan tentunya jika tepat sasaran," pangkas Nofrizal. (Eza)

 

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • BISA Komitmen Tingkatkan Pendidikan serta Pelayanan Publik

    9 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Dalam pelaksanaan kampanye pasangan calon (Paslon) Wakil Walikota Pekanbaru, Said Usman Abdullah nomor urut 5 di RW 10 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan. Berbagai masukan dan keluhan yang disampaikan warga dihadapan pas

  • Peternak Sapi dan Kambing di Rumbai Tak Pernah Tersentuh Pemerintah

    9 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Lagi-lagi ditemukan warga Rumbai yang merasa di anak tirikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Kali ini warga yang tinggal di RT 03 RW 06 Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai mengaku tidak pernah sekalipun mendapat perhat

  • Disperindag Pekanbaru Bantah Gas Elpiji 3 Kilogram Langka

    8 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi pada Kamis (9/3/2017) pagi. Kondisi ini membuat masyarakat Kota Pekanbaru resah. Kelangkaan juga terjadi di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

  • Pembangunan Pusat Perkantoran Tenayan Bukan Skala Prioritas

    7 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Pembangunan pusat perkantoran baru milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang terletak di Kecamatan Tenayan Raya, tepatnya di Jalan Badak, menjadi sorotan berbagai pihak. Tidak terkecuali Anggota DPD/MPR RI asal Provinsi Riau

  • Hidup Dengan 7 Anak, Tina Banting Tulang Jadi Buruh Cuci

    3 bulan lalu

    )-- Kristina (30) warga Jalan Tanjung Batu gang berdikari kelurahan pesisir, kecamatan Lima Puluh, terpaksa banting tulang menjadi buruh cuci harian demi menghidupi ketujuh orang anaknya yang masih kecil.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.