Rabu, 18 Oktober 2017
  • Home
  • Pekanbaru
  • Pergulatan Bathin Kurir Narkoba, Dari Ateis Hingga Memeluk Islam
Jumat, 02 Juni 2017 12:39:00

Pergulatan Bathin Kurir Narkoba, Dari Ateis Hingga Memeluk Islam

Oleh: Redaksi
Jumat, 02 Juni 2017 12:39:00
BAGIKAN:
Ardi Yoshua Napitupulu

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)--Ardi Yoshua Napitupulu (27), Perjalanan hidup lelaki bermarga ini tergolong keras dan pahit. Berasal dari keluarga Kristen yang taat tapi perjalanan hidupnya membawa Yosi, demikian ia biasa dipanggil, menjadi seorang Ateis.

Sebagaimana diceritakan oleh Yosi pada awak tribratanewsriau.com pagi ini (02/06) Yosi terlahir dari keluarga Brokenhome. Ia tinggal di sebuah lokasi di Jakarta Timur bersama abang kandungnya. Namun sekalipun serumah ia jarang ketemu dengan abangnya itu.


“Abang saya sibuk kerja sementara saya pengangguran pak. Dan tidak ada tempat saya untuk berkomunikasi” ujar Yosi memulai pembicaraan.

Akhirnya karena hidupnya tak menentu ia menempuh jalan sendiri. Selesai masuk jam perkuliahan ia narik ojek Online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sampai kuliahnya selesai, ia masuk dalam pergaulan ala anak muda Jakarta. Sering kumpul kumpul dengan sesama genk dan bergaul dengan berbagai lapisan orang yang berbeda. Ada temannya yang merupakan Islam garis keras, juga ada temannya yang Ateis.

Saat kumpul kumpul sering ia dengar kedua pihak yang berbeda ini berseteru dan berdebat soal Tuhan. Apa yang ia dengar dari kedua pihak temannya yang berbeda pemahaman namun sama sama satu genk ini sangat menarik perhatiannya.

Kedua pihak ini sering sekali kalau sudah kumpul-kumpul berdebat soal keyakinan. Teman yang Islam bicara keyakinannya dan teman yang Ateis bicara simple soal keyakinan yang cuma teory tanpa pernah ada realitanya.

Dalam pandangan Yosi, teman yang Islam garis keras tampak tidak masuk akal penalarannya, sedang yang Ateis tampak lebih membumi. Karena itulah ia lebih sepaham pada temannya yang Ateis ini.

Sekitar dua tahun lamanya ia berada dalam posisi Ateis. Selama itu pula ia bertemu banyak cerita yang makin membuat ia makin tidak percaya pada Agama dan Tuhan. Beberapa teman Ia saksikan sendiri yang pindah agama karena pertimbangan akan menikahi pacarnya, baik yang pindah dari Islam ke Kristen atau dari Kristen ke Islam, di lihatnya malah kalo sedang ribut malah mengungkit ungkit soal agama. Kepindahan teman temannya ini soal keyakinan tampak hanya karena “ingin menikah”. Hal ini makin membuat dia makin tak percaya agama. Yosi makin sinis pada agama manapun. Yosi sendiri yang juga punya pacar seorang Muslimah, makin tidak nyaman kalo pindah agama hanya karena ingin menikah.

Dalam perjalanan hidupnya, karena terlilit hutang ia akhirnya menempuh jalan miring sebagai perantara barang haram berupa Narkoba. Seorang Bandar Shabu memberi ia tugas untuk membawa narkoba dari Pekanbaru ke Jakarta. Setelah sampai Jakarta ia dijanjikan mendapatkan honor. Namun rupanya nasib hidup berkata lain, di Pekanbaru ia tertangkap aparat Kepolisian karena membawa ribuan butir Pil Ektasi dan satu kilogram Shabu. Di dalam sel tahanan inilah perenungan dirinya akan jalan hidup kembali naik ke permukaan sehingga dalam perenungan diri tersebut dan ditambah dengan berkonsultasi dengan sesama rekan di Sel tahanan Ia mantap untuk menerima Islam sebagai agama barunya. 

Ketika ditanya soal pacarnya di Jakarta yang juga seorang Muslimah, Yosi mengatakan bahwa Ia tak lagi pernah berkomunikasi dengannya karena Ia ingin benar-benar memulai hidupnya yang telah baru kembali setelah selesai menjalani hukumannya.

“Saya tak memikirkan untuk berumah tangga dulu pak. Biarlah saya jalani dulu kehidupan saya di dalam penjara untuk menebus kesalahan kesalahan saya terlebih dahulu,” ujar Yosi sambil menutup pembicaraan. (tribrata)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Perdalam Ilmu Agama Islam, 9 Orang Personnil Polres Kampar Ikuti Itikaf

    11 bulan lalu

    Dalam rangka mengaplikasikan Program Prioritas Kapolri tentang pemantapan Reformasi Internal Polri, Polres Kampar kembali mengirim 9 personil yang memeluk agama muslim untuk mengikuti itikaf guna pendalaman ilmu agama Islam .pada Jum'at Tanggal 25/11

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    10 bulan lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Bripka Suheri Sitorus Ikhlas Ajari Suku Sakai Membaca dan Menulis

    10 bulan lalu

    POROSRIAU.COM-- Bagi warga Suku Sakai yang tinggal di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, sudah sangat mengenal sosol Bripka Suheri Sitorus (37). Bagi warga, dia adalah seorang personil Babinkamtibmas Polsek Bonai Darussalam, Polres Rokan Hulu, Polda Ri

  • Paslon Nomor 5 Kembali Diterjang Isu

    8 bulan lalu

    PEKANBARUPOROSRIAU.COM)-- Terus dihajar dengan isu-isu yang tidak benar, kali ini paslon nomor 5 kena fitnah. Sontak paslon nomor 5 kaget mengetahuinya dan minta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bertindak tegas menyikapi beredarnya selebaran iau fitnah.

  • Kapolres Imbau ASN dan Pelajar Jangan Sampai Terlibat Narkoba

    6 bulan lalu

    Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Solok Selatan (Solsel) AKBP Mochamad Nurdin, SIK mengimbau ASN Solok Selatan serta pelajar di Solsel untuk tidak terlibat dalam peredaran gelap narkoba atau bahkan menggunakan narkoba.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.