Jumat, 22 September 2017
  • Home
  • Pekanbaru
  • Ratusan Sapi di Pekanbaru Mati Terjangkit Virus Jembrana
Senin, 27 Februari 2017 15:00:00

Ratusan Sapi di Pekanbaru Mati Terjangkit Virus Jembrana

Oleh: Firman Tanjung
Senin, 27 Februari 2017 15:00:00
BAGIKAN:
int
Ilustrasi
 
PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya kelompok peternak perlu mewaspadai meluasnya virus jembrana yang menyerang sapi. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pekanbaru, dari total 6.000 sapi, 134 ekor diantaranya positif terjangkit virus jembrana dan telah mati.
 
Kepala Distanak Kota Pekanbaru, El Syabrina ketika di wawancara POROSRIAU.COM diruang kerjanya, Senin (27/2/2017) menjelaskan.
 
Virus jembrana yang menyerang hewan ternak seperti sapi sama halnya dengan HIV/AIDS yang menyerang daya tahan tubuh manusia.
 
"Sudah mewabah penyakit jembrana, sapi Bali. Jembrana ini semacam virus yang menyerang ketahanan tubuh dari si sapi. Sapi ini mati sebenarnya bukan karena jembrana ini, tetapi karena penyakit sekunder lainnya. Karena yang diserang itu daya tahan tubuh dan daya tahan tubuhnya menurun, kemudian masuk serangan penyakit lainnya. Serangan penyakit inilah yang mematikan si sapi, seperti penyakit HIV pada manusia," ujar El Syabrina menjelaskan.
 
Menyikapi agar penyakit sapi mematikan ini tak meluas di Kota Pekanbaru, pihak Distanak Pekanbaru gencar mensosialisasikan kepada masyarakat.
 
"Jadi makanya kita lagi gencarnya mensosialisasikan kepada peternak untuk menjaga kondisi tubuh si sapi. Peternak harus memberikan makanan yang maksimal agar daya tahan tubuh (sapi,red) kuat. Walaupun diserang jembarana, dia masih mempunyai dahan tubuh tidak diserang penyakit lain. Terhitung Januari hampir 134 ekor lebih yang kenak virus (jembrana,red) ini," kata El Syabrina.
 
Saat ditanya hasil uji laboratorium terkait virus jembrana yang menyerang ratusan sapi di Kota Pekanbaru, di jawab Kadis Tanak Kota Pekanbaru.
 
"134 sapi mati, positif jembrana. Ini hasil pemeriksaan lab (laboratorium,red), ditiga tempat kelompok (peternak,red) yang diambil sapi nya, hasilnya posititf. Yakni di Kecamatan Tenayan Raya dan Kecamatan Rumbai Pesisir. Kepada peternak atau pedagang, kita imbau jangan menjual atau membeli sapi dan membawa ke Kota Pekanbaru untuk saat ini," ujar Kadis Tanak Pekanbaru, El Syabrina. 
 
Menurut El Syabrina melalui stafnya, virus jembrana bukanlah penyakit yang dapat menular pada manusia.
 
"Jembrana bukan zoonosis atau penyakit yang menular ke manusia. Yang namanya daging kalau di masak tidak akan berbahaya, karena bukan penyakit yang menular melalui makanan. Untuk diketahui, saat ini ada 75 kelompok tani di Kota Pekanbaru dan ada lebih kurang 6.000 ekor sapi," tutupnya.(fir)
Editor: Firman Tanjung

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Ada Asuransi Ternak di Siak, Setiap Sapi yang Mati Bisa Dapat Santunan Rp10 Juta

    5 bulan lalu

    Mulai tahun 2017 ini, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kabupaten Siak membuka Asuransi ternak untuk seluruh kelompok ternak yang ada di Siak. Sehingga ternak-ternak (Sapi, red) milik masyarakat yang mati akibat terserang penyakit Jemb

  • Memasuki Hari Raya Qurban, Waspada Virus Jembrana Fathullah: 'Jangan Tergiur Harga Murah'

    satu bulan lalu

    Memasuki hari Raya Qurban yang tidak berapa lama lagi, permintaan terhadap hewan ternak setiap tahun terus mengalami peningkatan. Untuk itu DPRD mengingatkan kepada warga agar selektif memilih hewan qurban dan jangan tergiur harga yang murah.

  • Swasembada Pangan, Bupati Meranti Inginkan Sagu Jadi Program Pengembangan Nasional

    10 bulan lalu

    Meranti (Porosriau.com) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terus berupaya mengangkat potensi sagu setempat menjadi program pengembangan nasional guna mensukseskan swasembada pangan

  • Kelompok Peternak Sapi di Siak Terancam tak Dapat Bantuan Tahun Ini

    8 bulan lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Terkait minimnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak tahun 2017, ditambah lagi dengan semakin memburuknya kondisi ekonomi bangsa secara Nasional, membuat sebagian besar rakyat Indonesia menjadi galau dan pri

  • DBD Di Pekanbaru Telan Korban Jiwa

    6 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Pada minggu ke 12, sudah 186 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di Kota Pekanbaru. Jika dibandingkan minggu sebelumnya, angka ini mengalami kenaikan. Ironisnya, dari ratusan kasus DBD tersebut, diketahui sudah ada korb

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.