Jumat, 20 Oktober 2017
  • Home
  • Pekanbaru
  • Roni: Ada Prosedur yang "Salah" Dalam Pembangunan Apartemen/Mall di Simpang SKA
Jumat, 11 November 2016 07:26:00

Roni: 'Ada Prosedur Salah'

Roni: Ada Prosedur yang "Salah" Dalam Pembangunan Apartemen/Mall di Simpang SKA

Oleh: Eza
Jumat, 11 November 2016 07:26:00
BAGIKAN:
Int
Roni Amril SH, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru.

 

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)- Ternyata pembangunan aparteman dan mall di simpang SKA yang menjadi masalah benama 'Living Word'. Dampak kerugian pada warga yang menyebabkan kerusakan rumah warga hingga air sumur kering dianggap ada prosedur yang salah. 

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amril SH. Ia menegaspak pembangunan bernama 'Living World' yang sekarang sedang progres, diawali dengan prosedur yang salah. Pasalnya dampak juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. 10 rumah warga mengalami kerusakan, dan kesulitan air bersih sejak pembangunan itu dimulai.

" Yang terjadi sekarang itu kerusakan lingkungan dari dampak pembangunan itu. Artinya, ada prosedur yang salah sehingga terjadi dampak lingkungan itu," kata Roni ketika dikonfirmasi dikantornya, Kamis (10/11)

Disebutkan Roni, memang ada dua dampak dari pembangunan ini. Dan itu ditegaskan pasti terjadi. Yaitu dampak negatif dan dampak positifnya.

"Problem sekarang ini masyarakat komplain, kalau masyarakat tidak komplen berarti Andal nya benar. Ini Andal nya tidak benar," sebutnya.

Jadi untuk Andal itu, ada namanya Pra Andal. sebelum pelaksanaan pekerjaannya, ini harus di sosialisasikan. Ada namanya publik hearing. 
"Ini harus disampaikan dulu ke masyarakat, seharusnya," tambahnya.

Dampak saat ini yang dikeluhkan masyarakat itu, sumur kering, bisa jadi banjir dilingkungan pembangunan ini di waktu-waktu tertentu. Harus ada MoU dengan masyarakat mestinya sebelum membangun. Dan ini ada di Pra Andal, diketahui oleh Lurah dan Camat, dan juga SKPD-SKPD. "Dalam masalah ini masyarakat tidak dilibatkan," tuturnya.

Dan sekarang kondisinya bukan pra lagi, tapi sudah sedang. "Andal itu kan ada Pra, Sedang, dan Pasca. Begini yang namanya Andal di UU 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup," kata Politisi Golkar ini.

Jadi kemarin itu, sudah di panggil PT 328 selaku owner, dimana product nya bernama Living World, dan kontraktor pelaksanaanya adalah PT Total Persada. "Kita undang kemarin, tapi tidak hadir. Baru tahu alasannya, karena Direksi perusahaan itu sedang diluar kota, dan minta di reschedule lagi. Dan kita agendakan 15 November, minggu ini kita kirim surat panggilannya," tegas Roni.

Dengan hearing itu nanti, komisi IV ingin memberikan kepastian kepada masyarakat yang saat ini mengalami dampaknya. Bahwa dampak negatif yang ditimbulkan dari pembangunan ini diminta ditanggung 100 persen oleh owner dan kontraktor.

"Karena laporan masyarakat tidak digubris, maka kita turun tangan," sebutnya.

Ditegaskan Roni, pihaknya tidak main-main dalam hal ini. "Kita minta nanti ada perjanjian diatas notaris. Jadi kalau nanti tidak ditepati, maka mereka (owner maupun kotraktor, red) akan kena sanksi, karena merugikan masyarakat," ungkapnya.

Dan ditegaskan Roni lagi. Memang ada juga dampak positif dari pembangunan ini. Yaitu ekonomi akan menggeliat, tenaga kerja akan direkrut. "Kami sama sekali tidak menghalangi investasi. Welcome investasi, tapi dengan catatan ikuti aturan," ungkapnya. (eza)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Pembangunan Apartemen/Mall di Simpang SKA, Dianggap Sengsarakan Warga

    11 bulan lalu

    Ternyata di simpang SKA dibangun apartemen dan mall. Hal ini diketahui dari munculnya keluhan warga, dampak pembangunannya ternyata menyengsarakan masyarakat. Pasalnya 10 rumah retak-retak, air sumur warga kering konsekwensinya warga harus membeli air unt

  • Hebat! Pemkab Siak Bangun Gedung LAM Senilai Rp800 Juta di Kecamatan Mempura

    11 bulan lalu

    Memasuki penghujung tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) merealisasikan pembangunan Gedung/Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) di Kecamatan Mempura

  • Alhamdulillah, Tahap Penyelesaian Gedung Mewah di Siak Ini Hampir Rampung

    11 bulan lalu

    Proyek lanjutan pengerjaan pengembangan Kantor Bupati Siak yang dikerjakan pada tahun 2016 ini sudah hampir rampung 100 Persen. Yang mana saat ini pengerjaan interior dan landscapenya diperkirakan sudah mencapai sekitar 90 Persen.

  • 22 Kades Asal Siak Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa

    11 bulan lalu

    Sekitar 22 Kepala Desa (Penghulu, red) dari sejumlah Kecamatan se-Kabupaten Siak, mengikuti Seminar dan Pelatihan "Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa" yang digelar di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Senin (28/11/2016) siang.

  • Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Siapkan Anggaran 146 Miliar

    9 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Memperkenalkan tipoksi OPD baru di tahun 2017, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Senin (9/1) menggelar dengar pendapat (hearing) dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Pekanbaru.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.