Rabu, 23 Agustus 2017
  • Home
  • Rohul
  • Aniaya Pencuri Hingga Tewas, Tiga Oknum Satpam PT SAM Ditahan
Kamis, 01 Desember 2016 21:03:00

Aniaya Pencuri Hingga Tewas, Tiga Oknum Satpam PT SAM Ditahan

Oleh: toni
Kamis, 01 Desember 2016 21:03:00
BAGIKAN:
int
ilustrasi

ROHUL (POROSRIAU.COM) -- Kelakuan tiga orang Satuan Pengamanan (Satpam) PT Sumber Arum Makmur (SAM) 2 berlokasi di Kecamatan Kunto Darussalam kabupaten Rokan Hulu ini sudah sangat keterlaluan, bukannya mengamankan dan menyerahkan si pencuri ke pihak yang berwajib, mereka malah main hakim sendiri. Pencuri itu dikabarkan dikeroyok tiga Satpam hingga meregang nyawa.

Informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, dugaan penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya seorang warga berinisial LS (43), ketika tertangkap tangan tengah mencuri kelapa sawit di perkebunan milik PT SAM 2. Setelah ditangkap, pencuri diseret ke Pos Satpam dan dipukuli oleh tiga Satpam itu.

Tewasnya LS diduga dianiaya oleh tiga Satpam PT SAM2 ini dibenarkan oleh Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, SIK. MH, ia mengatakan bahwa polisi sudah menetapkan tiga tersangka pemukulan yang berujung kematian terhadap seorang warga yang diduga mencuri sawit di sebuah lahan PT SAM itu. Ketiga tersangka ini bekerja sebagai petugas keamanan perusahaan perkebunan.

"Ketiga tersangka satpam itu inisial SS, AM dan ES dan mereka sudah kita tahan," kata AKBP Yusup, Selasa (29/11/2016) sore kemarin.

Kejadian naas tewasnya LS yang juga warga Kecamatan Tapung Hulu, Kampar ini terjadi pada Jumat (25/11/2016) lalu, diduga ia mencuri sebanyak 5 tandan buah kelapa sawit di perkebunan milik PT SAM. Setelah ditangkap, ia diseret ke ke pos satpam.

"Diduga saat itu terjadi pemukulan hingga LS akhirnya tewas. Kasus ini masih kita usut. Tapi menurut pengakuan tersangka korban sempat melakukan perlawanan,"ungkap AKBP Yusup.

"Ini yang masih terus kita usut. Menurut tersangka, korban sempat melawan dan berkelahi hingga tewas," terang AKBP Yusup.

AKBP Yusup  menambahkan, dari pemeriksaan sementara, korban LS mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya. Namun, dia mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Lebih lanjut dikatakan AKBP Yusup, peristiwa tersebut menjadi perhatian khusus bagi Polres Rokan Hulu dan Polres Kampar.

"Kita telah melakukan pendekatan ke masyarakat dan keluarga korban untuk menjaga situasi tetap kondusif. Saya pastikan bahwa ketiga tersangka ini akan ditindak tegas," tutupnya. (toni)

Editor: chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Dugaan Pungli KTP, Oknum ASN Disdukcapil Terancam Diberhentikan

    6 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Oknum aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru, yang tertangkap tangan saat menjalankan aksi pungutan liar (Pungli) pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) teran

  • Cerita Pilu PNS Dumai Punya Suami Pecandu Narkotika

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) – Nv (35) berkulit putih rambut ikal sebahu dan berparas menawan, merupakan seorang oknum PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintahan Kota Dumai, belum sempat miliki ketu

  • 3 (Tiga) Rumah Terbakar, Dua Orang Tewas

    tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) – Pada hari kamis (11/8/2016) sekitar pukul 06.30 wib pagi hari, kebakaran kembali terjadi di kota Dumai, Kali ini terjadi di jln. Rambutan RT 18 rimba sekampung, jln omb

  • Jika Langgar Aturan, Wabup Tak Segan Copot Jabatan Pegawai

    12 bulan lalu

    MERANTI (PR) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru t

  • Tanggapi Meranti Berdarah, Komnas HAM Berkunjung ke Selatpanjang

    12 bulan lalu

    MERANTI (POROSRIAU.com) - Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai datang ke Selatpanjang sebagai bukti tanggapan serius mereka terhadap kasus Meranti Berdarah tanggal 25 Agustus 2016 lalu. Tiba di Kota Sagu itu, Natalius langsung mengunju

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.