Rabu, 18 Oktober 2017
  • Home
  • Rohul
  • Diduga Peras Anggota DPRD, Dua Aktivis Di Rohul Kena OTT
Selasa, 26 September 2017 18:22:00

Diduga Peras Anggota DPRD, Dua Aktivis Di Rohul Kena OTT

Oleh: Toni
Selasa, 26 September 2017 18:22:00
BAGIKAN:
Aktivis Di Rohul Kena OTT. (foto/toni)

ROKAN HULU(POROSRIAU.COM) – Dua oknum aktivis di Rokan Hulu (Rohul) berinisial RH dan PS, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rohul di restoran Sapadia Hotel Pasir Pangaraian, Senin (25/9/2017) sekitar pukul 23.30 Wib.

Kedua tersangka terkena OTT polisi di Restoran Hotel Sapadia Pasir Pangaraian, setelah tidak lama menerima uang Rp 10 juta, diduga hasil memeras Anggota DPRD Rohul dari Partai Nasional Demokrat Teddy Mirza Dal.

Disampaikan Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto SIK dalam keterangannya, dirinya membenarkan sudah menangkap dua aktivis Rohul di restoran Sapadia Hotel, Senin tengah malam.

“Keduanya sementara ini diduga terlibat tindak pidana pemerasan,”‎jelas AKP M. Wirawan, Selasa (26/9/2017).

Kata AKP M. Wirawan lagi, modus dilakukan kedua tersangka RH dan PS, aktivis tersebut sudah mendatangi korban dengan ancaman mau menggelar unjuk rasa berkaitan Anggota DPRD Rohul Teddy Mirza Dal.

Akibat ancaman tersebut, membuat korban takut. Kedua aktivis menunjukkan surat,  bahwa mereka akan melakukan unjuk rasa.

“Tersangka kemudian menawarkan, bila tidak mau demo digelar maka agar menyerahkan sejumlah uang,”Ucap AKP M. Wirawan.

"Kini kedua tersangka menurut AKP M. Wirawan, awalnya meminta uang ke Anggota DPRD Rohul Teddy Mirzal Dal Rp 50 juta.

“Permintaan‎ Rp 50 juta, namun hanya terealisasi Rp 10 juta,” paparnya.

Uang tunai Rp10 juta ditemukan polisi di dalam tas milik RH yang dibawa PS. Selain uang Rp10 juta sebagai barang bukti, polisi juga sita tas dan handphone milik tersangka.

Ditanya terkait demo apa yang akan dilakukan kedua tersangka hingga mengancam korban Teddy, AKP M. Wirawan mengaku belum mengetahuinya.

“Hingga kini saya belum mendalaminya lebih lanjut, karena ada tertuang dalam surat,” papar AKP M. Wirawan dan mengakui, kedua tersangka masih jalani pemeriksaan lanjutan hingga saat ini," terangnya. (toni)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • PKS PT MAI Diduga Buang Limbah Kesungai Batang Kumu

    12 bulan lalu

    Pabrik Kelapa Sawit milik PT Mazuma Agro Indonesia di Padang Lawas (Palas) Sumatera Utara, Diduga kuat buang limbah berbahayanya ke aliran sungai Batang Kumu, yang berada di Desa Sei Madang Komango, Kecamatan Tambusai.

  • Peras Sepasang Kekasih, Oknum Satpol PP Pelalawan Diciduk Polisi

    10 bulan lalu

    PANGKALAN KERINCI(POROSRIAU.COM) - Oknum anggota Satpol PP Pelalawan berinisial SY (30), diciduk polisi karena diduga melakukan tindak pemerasan kepada sepasang kekasih di hutan taman kota Pangkalan Kerinci.

  • Tidak Terima Dipecat PT SJI, 77 Orang Security Adukan Nasib Ke DPRD Rohul

    9 bulan lalu

    ROHUL(POROSRIAU.COM) - Sebanyak 77 orang Security atau petugas pengamanan yang selama ini bekerja di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) PT. SJI Nusa Coy kebun Kota Tengah yang ada di Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendatangi Kantor

  • Tak Kantongi Izin, 3 Tambang Galian C Di Tambusai Utara Ditutup Tim Gabungan

    3 bulan lalu

    Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melalui Tim Gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Polres dan Satpol PP, Babinsa setempat tertibkan tambang galian C di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Se

  • Gedung Puluhan Miliar Belum Rampung Dan Terbengkalai

    tahun lalu

    Harapan kita, KPA, PPTK dan rekanan proyek yang fenomenal itu diperiksa. Kalau memang ada kesalahan dan merugikan keuangan Negara tentu harus diproses secara hukum, pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.