Minggu, 19 November 2017
  • Home
  • Rohul
  • Menunggu Hasil Uji Labor Sample Limbah PT RSI, Plt Camat Ujungbatu Akan Laksanakan Normalisasi Pada Sungai
Kamis, 20 April 2017 18:09:00

Menunggu Hasil Uji Labor Sample Limbah PT RSI, Plt Camat Ujungbatu Akan Laksanakan Normalisasi Pada Sungai

Oleh: Toni
Kamis, 20 April 2017 18:09:00
BAGIKAN:
Toni
Air keruh di sungai perbatasan desa ujungbatu

UJUNGBATU(POROSRIAU.COM)- Daerah Aliran Sungai (DAS) Ngaso dan sungai perbatasan di Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan hulu (Rohul) yang terindikasi dicemari oleh Limbah cair atau Effluent Perusahaan Industri Pabrik Kelapa Sawit (PKS), Pada Kamis (13/04/2017), dan mengakibatkan ikan-ikan mengapung, diduga mengandung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Sebelumnya, Warga ujungbatu menyatakan ikan mengapung dari hulu sungai sudah dalam kondisi mabuk dan sebagian sudah ada yang mati. Melihat beberapa ikan-ikan yang timbul kepermukaan, masyarakat sekitar beramai-ramai untuk mengambil ikan. Para warga ujungbatu di perbatasan DAS, tepatnya dijembatan sekitar RS Doa Bunda Ujungbatu, dikejutkan dengan banyaknya ikan yang mendadak mati dan mengapung, warga secara spontan turun ke sungai untuk menjaring ikan-ikan besar maupun yang masih kecil akibat terkontaminasi limbah.

Mereka menduga pencemaran warna air sungai yang keruh terindikasi oleh limbah perusahan industri PKS yang berdomisili dan beroperasi di Ujungbatu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohul Drs Hen Irfan MSi, melaui Kabid Penataan dan Penaatan Lingkungan, Inul ST MT mengakui, Selain memastikan lokasi pencemaran, Timnya pada hari Kamis (13/04/2017) Sore, sudah mengambil sample air sungai yang mengalir dari arah hilir ke arah hulu sungai ngaso dan sungai perbatasan kelurahan ujungbatu untuk di uji di laboratorium. Dikatakannya, Pengambilan sample air ke PKS PT Rohul Sawit Industri (RSI) dilakukan untuk mengetahui apakah air pada aliran sungai-sungai itu terindikasi pencemaran limbah B3 dari perusahaan.

Selain itu, pihaknya sudah verifikasi di lapangan dengan mengambil sample di parit aliran limbah perusahaan (PT RSI), serta dari titik pencampuran dari arah hilir ke hulu sungai sebagai perbandingan.

"Sample masih diperiksa di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan dan akan diketahui hasilnya sepuluh hari ke depan pada (23/04/2017) terhitung setelah melakukan infeksi mendadak atau sidak, untuk mengetahui adanya bukti Otentik dari hasil labor. Supaya lebih akurat untuk waktu lamanya pengujian sampel, silahkan ditanya ke kepala Lab", ucap Inul Selasa (18/04/2017) diruang kerjanya.

Ditempat terpisah, Manager PT RSI Torang M Nababan melaui Humas Syahrial Siregar melalui telepon seluler, membantah pihak perusahaan yang membuang limbah sawit ke aliran sungai, karena saat ini limbah sawit PT RSI sudah mengaplikasikan ke areal pertanaman kelapa sawit (Land Application) milik masyarakat.

"Tidak benar itu, karena perusahaan sudah bekerjasama dengan perkebunan masyarakat menggunakan Land Application dengan Biological Oxygen Demand (BOD) berkpasitas 1.500/1.800mg/I", singkat Syahrial, Selasa (18/4/17) via telepon seluler tanpa menjabarkannya.

Sementara, Plt Camat Ujungbatu Fisman Hendri SHut, saat dihubungi membenarkan pihaknya bersama Kabid-kabid dan Tim dari DLH Rohul sudah meninjau dan mengadakan pertemuan ke kantor Perusahaan PT RSI sejak adanya laporan dari masyarakat. Alhasil dalam rapat itu, saat ini pihaknya bersama kades ngaso, kades ujungbatu timur dan masyarakat ujungbatu akan berkoordinasi mengadakan proyek Normalisasi pada sungai perbatasan dan sungai ngaso yang akan dikerjakan dengan menggunakan alat berat.

"Saat ini masih berkoordinasi dengan masyarakat, sebab untuk mengadakan Proyek Normalisasi pada sungai-sungai itu menggunakan alat berat dan akan melewati lahan-lahan masyarakat", terangnya.

Seperti diketahui, membuang limbah sembarangan atau limbah yang dihasilkan dengan sengaja dibuang, serta berpotensi mencemari lingkungan, akan terjerat sanksi berat sesuai, UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Dalam UU diatur setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara, baku mutu air dan baku mutu air laut atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana 3 tahun dan paling lama 10 tahun serta denda Rp3 miliar. (ton)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Jembatan Sungai Mentawai Ambruk Diterjang Banjir, 4 Desa Terisolir

    9 bulan lalu

    ROHUL (POROSRIAU.COM)--Jembatan sungai Mentawai di jalan lintas Provinsi Riau, menghubungkan Kelurahan Rokan dengan empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali hanyut pada Selasa (28/2/2017) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

  • Bupati Bersama Warga Sungai Tohor Gelar Sukuran

    tahun lalu

    Meranti(POROSRIAU.com) - Seiring di cabutnya izin pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Lestari Unggul Makmur (LUM) seluas 10.390 Ha, oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur (3 T), Bupati Meranti H. Ir

  • Kegiatan Normalisasi Saluran Air di Siak Diprediksi Baru Dimulai Pada Awal Maret

    10 bulan lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Kegiatan rutin normalisasi saluran air di wilayah Kabupaten Siak yang dimotori oleh Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) diprediksi baru akan dimulai pada awal Maret 2017 mendatang. Meskipun saat ini sejumlah a

  • Hasil Uji Labor Tidak Ditemukan Adanya Beras Plastik

    5 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Masyarakat Kota Pekanbaru bisa bernafas lega. Pasalnya isu beredarnya beras sintetis atau beras dicampur bahan plastik di Kota Pekanbaru terbantahkan. Hal ini setelah dilakukan pemeriksaan sampel di laboratorium Balai Besar Pen

  • Lagi, Petani Siak Terima Bantuan 10 Unit Traktor

    5 bulan lalu

    Kecerian wajah para petani kampung Jayapura tak bisa lagi disembunyikan, pasalnya mereka menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa 10 unit traktor empat roda (four wheel tractor)

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.