Minggu, 19 November 2017
  • Home
  • Rohul
  • Warga Dan Anggota KUD Tani Sejahtera Pertanyakan Penjualan 220 Ton TBS
Minggu, 27 Agustus 2017 15:46:00

Warga Dan Anggota KUD Tani Sejahtera Pertanyakan Penjualan 220 Ton TBS

Oleh: Toni
Minggu, 27 Agustus 2017 15:46:00
BAGIKAN:
Toni
Ketua RT Desa Bono Tapung Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu, Widodo

ROHUL(POROSRIAU.COM)--  Ketua RT Desa Bono Tapung Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu, Widodo, pertanyakan penggunaan Dana hasil penjualan buah kelapa sawit kebun plasma  milik masyarakat yang dikelolah oleh KUD Tani Sejahtera yang bermitra dengan PTPN V sei Tapung Kabupaten Rokan hulu.

Menurut Widodo, Perkebunan milik masyarakat  yang luasnya lebih kurang 856 Hektar di Desa Bono Tapung ini sudah dikelola oleh KUD, yang bermitra dengan pihak PTPN V sejak kurang lebih 4 tahun yang lalu.

Dalam kurang lebih 1 tahun ini perkebunan tersebut sudah menghasilkan ratusan ton TBS yang di jual ke pihak PTPN V. Maka hasil penjualan TBS tersebut harus transparan agar diketahui penggunaannya oleh anggota dan masyarakat.
     
Dikatakan Widodo, Ia Sangat menyayangkan sikap pengurus KUD Tani Sejahtera yang kurang transparan dalam pengunaan dana hasil penjualan TBS.

"Belakangan ini ada 220 ton TBS milik kebun plasma Desa BonoTapung  yang di pijamkan ke KUD  Karya Mukti Desa satu (Tapung Jaya) tanpa ada musyawarah anggota." jelasnya.
      
Widodo sebagai ketua RT di Desa Bono Tapung menjelaskan, "Banyak saudara saya yang memiliki lahan Kebun plasma, namun mereka mengeluh karena tidak tranparannya penjualan TBS dan penggunaan dana bagi hasil.

"KUD tidak boleh  meminjamkan TBS sampai ratusan ton ke KUD lain tanpa ada musywarah'' tegas Widodo.
     
Ditempat terpisah Asisten Kepala (Askep) kebun Plasma PTPN V, H.M. Nurdin, membenarkan meminjam 220 Ton TBS milik KUD Tani Sejahtera kepada KUD  Karya Mukti Desa Tapung Jaya.

Nurdin menjelaskan, "Hasil pejualan TBS  tersebut masuk ke rekening KUD Tani Sejahtera dan PTPN V. Dana tersebut dipergunakan untuk biaya perawatan kebun, jalan, biaya panen juga operasional dan lainnya.  jika nanti ada sisa dana akan di musyawarahkan bersama.

'' Semuanya sudah disepakati mulai dari replanting dan penanaman. Perawatan umur 0 sampai 3 tahun diambil dari pinjaman modal petani, nanti umur sawit 5 tahun petani mulai membayar angsuran pijaman ke Bank selama kurang lebih 8 tahun. Dengan rincian hasil panen 30% untuk angsuran Bank dan perawatan 70% buat petani plasma,''jelas Nurdin.

Sementara itu H.Eko Subroto, Ketua KUD  Tani Sejahtera,  yang ditemui di kantornya  terlihat tenang saja, merasa tidak ada  yang dirugikan dalam meminjamkan  220 ton TBS hasil kebun plasma masyarakat ke KUD Tapung Jaya.

Eko Subroto mengakui, "Memang benar beberapa bulan yang lalu kita meminjamkan TBS ke KUD Karya mukti,dan mereka sudah mengembalikannya dengan cara mengangsurnya sekarang sisa TBS 80 ton lagi,''ujar Eko.
        
Dijelaskannya, hasil penjualan TBS dari tahun ke 3 sampai dengan ke 5 dikelola bersama pihak PTPN V dan dipergunakan  untuk biaya perawatan kebun dan perawatan jalan kebun.

'' Nanti sekitar bulan januari tahun 2018 kita dan pihak PTPN V akan mengadakan rapat pertemuan dan menghitung hasil pejualan TBS dari tahun ke 3 sampai sekarang, jika ada sisanya akan kita jadikan  sisa hasil usaha (SHU, tegasnya.

Diperkirakan sekitar bulan septenber tahun 2018  petani sudah bisa membayar angsuran. Total pinjaman perorang lebih kurang  95 juta, ditambah bunga kepada  pihak Bank selama 8 tahun.''jelas Eko. (toni)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Polres Kampar Tangkap Pelaku Curanmor

    tahun lalu

    Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Kampar telah melakukan penangkapan terhadap tersangka pelaku kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) di daerah Pasar Kampar Kec. Kampar Timur Kab. Kampar.pada Senin Tanggal (31/10/2016)

  • Bentrok Sengketa Lahan PT SSL dengan Masyarakat Kembali Terjadi, Ini Tanggapan DPRD Siak

    tahun lalu

    Kisruh sengketa lahan antara masyarakat (kelompok tani, red) Kampung Tumang dengan PT Seraya Sumber Lestari (SSL) masih terus berlanjut. Meskipun sudah berkali-kali kedua belah pihak melakukan upaya penyelesaian lewat jalur kekeluargaan. Bahkan pernah ter

  • RTMPE Usaha Yang Paling Ideal Bagi Kelompok Tani

    tahun lalu

    Usaha Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) paling ideal bagi karyawan yang akan pensiun maupun bagi masyarakat Kelompok Petani, tinggal lagi mencari pekerjanya saja.

  • Polsek Bangkinang Barat Ringkus Pengedar Shabu Di Desa Salo Timur

    tahun lalu

    Jajaran Polsek Bangkinang Barat Resor Kampar meringkus salahsatu pengedar narkoba jenis shabu-shabu di wilayah Kampung Baru Desa Salo Timur Kec. Salo Kab. Kampar.pada Minggu Tanggal 6/11/2016, sekira Pukul 15.45 wib.

  • Isu Bakso Mengandung Babi, Roem: 'Perketat Pengawasan'

    11 bulan lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Diperindag Pekanbaru, Dinas Kesehatan, dan BPOM Pekanbaru diminta perketat pengawasan terhadap produk penjualan makanan di Kota Pekanbaru.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.