Minggu, 19 November 2017
  • Home
  • Siak
  • BKSDA Musnahkan Puluhan Kubik Kayu Olahan di Kawasan Giam Siak Kecil
Jumat, 24 Februari 2017 22:24:00

BKSDA Musnahkan Puluhan Kubik Kayu Olahan di Kawasan Giam Siak Kecil

Oleh: KOKO
Jumat, 24 Februari 2017 22:24:00
BAGIKAN:
KOKO
BKSDA Wilayah dua kembali musnahkan puluhan kubik kayu olahan yang diduga hasil pembalakan liar di areal Giam Siak Kecil pada selasa (21/2/2016)

SIAK(POROSRIAU.COM) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam‎ (BKSDA) Wilayah dua kembali musnahkan puluhan kubik kayu olahan yang diduga hasil pembalakan liar di areal Giam Siak Kecil pada selasa (21/2/2016) di perbatasan Siak-Bengkalis. Operasi itu dipimpin langsung oleh Heru Sutmantoro Kepala Bidang BKSDA wilayah dua. Saat dikonfirmasi Poros Riau.com melalui saluran telefon genggamnya Jum'at (24/2/2016) ia membenarkan adanya pemusnahan barang bukti puluhan kubik kayu di areal GSK tersebut.

"Benar mas, kita dibantu aparat setempat telah melakukan pemusnahan 30 kubik kayu olahan di areal GSK pada selasa kemaren. Dan itu merupakan tindakan sebagai Soft terapy kepada pelanggar Ilog" kata Heru.

Heru juga menjelaskan, puluhan kubik tersebut tidak diketahui siapa pemiliknya. Menurutnya, informasi kedatangan BKSDA sudah diketahui oleh para pekerja tersebut.

"Kayu olahan yang kita musnahkan itu tidak ada pemiliknya, kemungkinan besar kedatangan kita sudah diketahui para pelaku sebelumnya. Kenapa saya katakan itu, karena Kamp mereka letaknya memang pas yang mudah jaringannya. Sehingga, dengan kemudahan jaringan sangat cepat informasi yang diperoleh para pelaku sendiri," lanjutnya.

Lebih lanjut Heru mengatakan, terkait pemusnahan barang bukti tersebut ia lakukan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. Menurut Heru, barang bukti itu tidak bisa dimasukkan dalam aset Negara.

"Seluruhnya kita bakar, mulai kayu olahan hingga Kamp mereka yang ada di areal GSK. Pemusnahan itu sudah sesuia dengan aturan yang ada mas, ya perlu diketahui kalau ini tidak bisa dimasukkan ke dalam Aset Negara karena GSK merupakan Hutan yang dilindungi," tegas Heru. (Koko)

 

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Polres Bengkalis Bekuk Cukong Perambah Biosfer Giam Siak Kecil

    8 bulan lalu

    Kepolisian Resor Bengkalis menangkap lagi seorang cukong perambahan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil bernama Toni Hutagalung, 28 tahun. Pelaku diringkus polisi saat berada d Kampung Gotek, Desa Bukit Kerikil, Bengkalis.

  • Polda Riau Tangkap Cukong Ilegal Logging, Dua Masih DPO

    9 bulan lalu

    Tim gabungan Polda Riau dan jajaran dalam beberapa hari ini berhasil mengamankan 3 orang tersangka pembalakan liar di Cagar Biosfir Giam Siak Kecil (GSK), Kabupaten Bengkalis. Satu diantaranya diduga sebagai cukong atau pemberi dana operasional.

  • Polres Meranti Bekuk 3 Sindikat Pembalakan Liar

    8 bulan lalu

    Tim Unit Tipiter Satreskrim Polres Meranti bekuk 3 orang sindikat pembalakan liar bertempat di areal hutan Sungai Jabi Desa Darul Takzim Kecamatan Tebing Tinggi Barat.‎ (2/4/2017).

  • Waduh! Oknum Kades di Siak Diduga Jual Lahan Masyarakat Tanpa Persetujuan Pemilik

    tahun lalu

    Lahan perkebunan masyarakat seluas sekitar 200 Hektare yang terdapat di wilayah Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, sampai hari ini masih menyimpan polemik dan misteri.

  • Bentrok Sengketa Lahan PT SSL dengan Masyarakat Kembali Terjadi, Ini Tanggapan DPRD Siak

    tahun lalu

    Kisruh sengketa lahan antara masyarakat (kelompok tani, red) Kampung Tumang dengan PT Seraya Sumber Lestari (SSL) masih terus berlanjut. Meskipun sudah berkali-kali kedua belah pihak melakukan upaya penyelesaian lewat jalur kekeluargaan. Bahkan pernah ter

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.